Berusaha Di Bumi Menggunakan Rumus Di Langit

Ada beberapa sahabat yang curhat tentang penyakit yang dideritanya, tentang hubungan keluarganya, tentang jodoh yang saat ini belum juga ada, tentang sepinya usaha fisik dan jasa yang saat ini dia jalankan, dan ada lagi yang lainnya yang agak mirip dengan hal itu. Dalam kesempatan ini saya tertarik membahas masalah sepinya usaha yang dialami seseorang, bagaimana caranya agar usaha yang dijalankan kembali normal. Walaupun saya bukanlah pengusaha kelas kakap hehehe….namun ada beberapa hal kecil yang sudah saya buktikan dan teruji valid jika diterapkan. Saya yakin walaupun diterapkan dalam sekala kecil, pasti hasilnya akan sama jika diterapkan dalam sekala yang lebih besar.

Saya disini tidak membahas secara teknis tentang cara-cara berusaha, karena saya yakin usaha itu tidak sama, pasti setiap orang berbeda-beda. Jika anda ingin tau secara mendetail tentang teknik bisnis dan lainya maka anda harus belajar kepada ahlinya hehehe….yang saya bahas disini adalah yang non teknis yang menurut saya lebih penting dibanding dengan yang teknis. Baik bagaimana caranya agar bisnis atau usaha kita itu ramai dan mempunyai kemajuan, minimal tidak stagnan atau pailit hehehe….

Pertama, yang harus di rubah adalah apa niat kita berusaha? Apa yang melatar belakangi kita menjalankan atau membuka bisnis atau usaha itu? saya tidak tau niat anda itu apa, namun saya hanya menyarankan apapun usaha yang anda geluti saat ini, milikilah niat yang mulia. Apa itu niat mulia? Niatkanlah apa yang menjadi usaha anda itu hanya untuk ‘MELAYANI SESAMA’ ya…..anda tidak salah baca. Niat terbaik yang melatar belakangi usaha anda sebaiknya adalah melayani sesama. Niat itu ibarat besaran vector….(saya meminjam istilah Fisika hehehe) yang mempunyai nilai dan arah. Kalau arahnya tidak tepat sasaran dan nilainya(energinya) kecil, maka niat kita itu akan dikalahkan dengan niat orang lain di alam dunia ini.

Melayani sesama ini energi getaranya sangat besar ditangkap oleh medan kuantum semesta. Niat anda dalam berusaha itu akan dibaca dan akan dipantulkan kembali kepada anda. Semakin besar energi niat yang di lepaskan, maka yang terpantul/kembali kepada anda akan semakin besar pula. Nah kalau anda pahami ternyata di alam semesta itu ada banyak bahkan tak terhingga niat yang bertebaran di medan kuantum semesta. Niat-niat itu mempunyai frekensi tertentu, saling bertemu antara satu dengan yang lainnya. Ibarat gaya dorong dari semua arah, gaya yang satu dengan yang lain akan selalu saling mengalahkan. Tentu saja, yang menang adalah yang mempunyai energi yang palin besar.

Dengan konsep melayani sesama ini, anda akan menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk membantu manusia lain yang hidup bersinggungan dengan anda. Anda tidak merasa terpaksa melayani pembeli, sahabat dan teman-teman anda. Ya kerena niat anda tulus hanya untuk melayani sesama. Maka dengan niat yang muliya ini, Tuhan akan memepertemukan dengan orang-orang yang memebutuhkan barang/jasa yang anda jual. Asyik bukan….? Anda tidak usah lagi berfikir apakah dagangan anda laris atau tidak? Ada yang membeli atau tidak? Yang anda lakukan cukup layanilah siapapun yang membutuhkan barang, usaha/jasa anda. Itu bukan Tugas anda….itu adalah tugas Tuhan menggerakkan dan mengatur semesta di medan kuantumnya.

Ini sangat saya rasakan pada saat niat menjual buku secara online. Dulu niat saya hanya sekedar dapat duit, untung besar beres….ternyata hasilnya nihil…setelah saya ubah niat saya menjadi hanya sekedar melayani sesama, maka pembeli berdatangan dari daerah manapun, bahkan dengan orang yang tak kenal sekalipun. Tuhan mempertemukan orang-orang yang butuh dengan usaha kita tanpa batas. Hasilnya diluar dugaan saya.

Banyak orang yang usahnaya stagnan atau hampir gulung tikar karena niatnya bukan melayani sesama. Ada yang berniat sekedar mencari keuntungan, mencari status social, atau bahkan niatnya ingin menjatuhkan lawan usahanya. Yang perlu anda perhatikan jika ada teman anda yang membuka usaha didekat anda yang sama persis anda jangan merasa terganggu dengan hal itu. jika niat anda tulus melayani sesama, maka rezeki anda tidak akan kurang sedikitpun, Tuhan akan megirim siapapun yang dikehendaki untuk datang kepada anda. Terkadang orang yang jaraknya jauh dan anda tak kenal dengan mereka, justru anda mendapatkan rezeki dari mereka.

Dan jika anda membuka usaha/jasa hanya untuk menyaingi atau merusak teman/lawan anda, saran saya berhentilah dari sekarang. Sekali lagi jika teman anda itu niatnya tulus melayani sesama,kemudian anda berusaha menggangunya, anda akan sia-sia. Bukan lawan anda yang akan bangkrut, namun anda sendiri yang akan gulung tikar, walaupun diawal anda terasa berhasi, itu tak akan lama bertahan.

Ada juga yang tanahnya disewa kemudian dia tergiur dengan ramainya usaha/jasa yang menempati wilayahnya. Setiap tahun sewanya dinaikkan tidak sesuai kelayakan, sehingga sang penyewa pindah ketempat lain untuk berusaha. Anda dengan bangga membuka usaha yang sama dengan penyewa tanah anda. Saya yakin dan percaya usaha anda tidak akan maju, yang maju tetap teman anda itu. mengapa? Sekali lagi terletak kepada perbedaan niatnya dalam berusaha. Beda niat beda frekuensi, beda energi dan tentu saja beda rezeki hehehe….secara teknis cara/metede bisa ditiru, namun energi “rasa” yang ada dibalik seseorang ‘sulit’ untuk ditiru.

Yang kedua, fokuslah hanya pada kebaikan usaha anda. Jangan sekalipun anda mengurusi usaha orang lain, kecuali anda diminta olehnya. Atau jangan sekalipun anda menjelek-njelakan uasaha orang lain kepada siapapun dengan niat agar usaha orang lain sepi, dan usaha anda ramai. Itu sama saja anda menghentikan dan menghancurkan usaha anda sendiri. Jika point satu diatas anda pahami, maka anda tidak akan pernah melakukan hal ini.

Jangan anda merasa risau dan sakit hati apalagi iri melihat usaha orang lain ramai dan lancar. Tugas anda adalah melayani sesama sebaik mungkin. Hukum rezeki itu tidak akan pernah tertukar antara satu orang dengan orang yang lain. Kalau anda menceritakan kejelakan usaha orang lain, maka secara fisika getaran anda mempunyai getaran yang rendah, getaran itulah yang anda pancarkan, dan getaran itu pula yang akan kembali kepada anda.

Sebaliknya jika usaha anda di serang atau di jelek-jelekan orang lain, anda jangan merasa risau dan khawatir. Dengan niat dan pelayanan anda yang terbaik itulah Tuhan akam membantu anda dengan kekuasaannya, sekali lagi itu dikarenakan anda menggunakan getaran yang berfrekuensi tinggi. Jika anda malah melayani atau menyerang balik dengan cara yang sama, itu adalah kerugian untuk anda. Anda membuang waktu dan tenaga, anda merusak emosi dan pikiran anda….dan pada akhirnya tidak ada bedanya anda dengan teman anda. Sekali lagi fokuslah hanya kepad kelebihan dan kebaikan usaha anda, tidak usah mengurusi kekurangan orang lain.

Yang ketiga, gunakan sebagian keuntungan yang anda peroleh untuk dibagi kepada yang lainya yang membutuhkan. Penjelasan untuk hal ini sebenarnya cukup luas, namun saya hanya ingin menyampaikan yang penting saja. Pertama bahwa didunia selalu ada pasangan atau dualitas. Ada kaya-miskin, baik-buruk, suka-duka, dan lain sebagainya. Itu di hadirkan agar roda alam semesta ini bergerak. Contoh kongkritnya begini. Anda menjual….pasti ada yang membutuhkan jualan anda, kalau semua orang kaya siapa yang akan membeli dagangan kita. Ada orang kaya itu karena dibagian lain ada orang miskin. Kalau semua kaya betapa hampanya dunia ini.

Olehnya itu kita sebagai yang punya usaha, maka ada orang lain yang turut serta dalam kesuksesan usaha kita. Termasuk orang yang kurang beruntung itulah variabelnya. Kita untung, namun ada orang lain yang dirugikan, tanpa orang itu menyadarinya. Nah sebenarnya pemberian hasil kita kepada orang lain secara fisika itu adalah dalam rangka menyeimbangkan energi yang kita serap itu dari orang lain, karena ketidaktauanya.

Olehnya itu pemberian kita kepada yang membtuhkan itu adalah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan atas anugrah lebih dari yang lain. Jadi bukan karena kasian atau karena kita berada. Dengan memberi sebagai rasa syukur ini kita tidak melekat dengan meminta jatah lebih dari sedekah kita itu. karena jika tidak ada orang yang kekurangan, maka kita tidak akan dilebihkan….inilah dualitas itu. sehingga sebenarnya di tingkat kuantum tidak ada perbedaan antara yang punya dan punya, semuanya adalah dalam rangka keseimbangan semesta.

Dan jika anda tidak mengeluarkan sebagian keuntungan itu kepada yang lainnya, anda akan dipaksa Tuhan dengan menggerakkan variable semesta agar keseimbangan itu terjadi. Jadi jangan menunggu dipaksa baru anda memberikan, namun berikanlah agar terjadi keseimbangan energi. Anda tidak akan rugi mengeluarkan sebagian, itu malah akan menjadi berefek ganda dalam jumlahnya. Kalau anda tak keluarkan, kerugian akan menghantui anda, dan itu adalah sebuah kepastian nyata.

Sekali lagi yang perlu di ingat adalah, jika anda memberi maka anda akan diberi. Dalam pemahaman fisika kuantum sebenarnya yang di beri itu adalah anda sendiri…bukan orang lain. secara parsial orang lain, namun secara universal adalah tunggal dan untuk anda sendiri, apalagi untuk Tuhan hehehe…Tuhan kan sudah maha segalanya…gak butuh apa-apa. Inilah serunya…anda berbagi kepada yang lain didunia fisik, namun didunia kuantum untuk anda sendiri…anda yang akan menikmati lagi…bukan orang lain. Satu lagi yang terpentin adalah tidak aka nada ceritanya member itu akan miskin, yang ada adalah semakin kaya.

Disisi lain dari hasil pemberian kita kepada orang lain yang membutuhkan itu akan sangat bermanfaat dan sangat bahagia sampai didalah hatinya…didalam hati itu ada ‘rasa’ yang memancar dengan tulus ke medan kuantum semesta. Rasa bahagia inilah yang akan dipancarkan kembali kepada pemberi tadi. Dan tentu energi inilah yang akan diterima berlipat-lipat sesauai dengan besaran frekuensinya. Makanya dalam Al quran sedekah itu ada yang bernilai dua kali lipat, sepuluh kali lipat, sampai tujuh ratus kali lipat…ini adalah bahasa Tuhan untuk menggambarkan tingkat frekuensi yang dipancarkan, bukan sebuah ketidakkonsisitenan, namun malah konsisten dan bentuk keadilan.

Yang ke empat, nikmatilah dengan bahagia usaha anda. Jika anda bekerja namun anda tidak bahagia dengan pekerjaan and. Jangan harap anda berhasil di bidang yang anda geluti itu. Bahasa semesta menggunakan bahasa ‘rasa’ bahasa hati. Hati yang damai, bahagia itu berfrekeunsi tinggi, dan sebalinya jika anda merasa tersiksa, menderita, kecewa, murung dengan pekerjaan anda. Frekuensi yang anda pancarkan ke medan kuantum juga lemah.

Maka tinggal pilih saja apakah anda bahagia dengan pekerjaan anda, atau anda pindah usaha lain yang bisa membahagiakan anda. Dengan anda bahagia pada usaha anda, maka anda kan menjadi daya tarik atau magenet semesta memenuhi apa yang anda minta. Secara sederhana dan bahsa awam jika anda tidak bahagia dengan pekerjaan/usaha anda, maka sebenarnya adalah anda menolah rezeki yang datang kepada anda. Hukum resonansi berlaku bahwa getaran itu akan menggetarkan pada frekuensi yang sama.

Jadi nikmatilah pekerjaan anda saat ini, apapaun yang terjadi berbahagialah, bukan rezeki yang akan membahagiakan kita, namun bahagia itulah yang akan mendatangkan rezeki. Jadi jangan tunggu ada rezeki atau kaya dulu baru bahagia, bahgialah sekarang, maka rezeki akan datang menghampiri anda. Lagian bahagia tidak dibeli hehehe….sudah stand bay dalam diri kita, ready stock…hanya kita saja yang tak menyadarinya.

Yang kelima, keluarkanlah atau belanjakanlah uang/harta anda dengan perasaan bahagia. Ya…ini sangat amazing kawan. Anda mungkin memberi uang belanja kepada istri atau anak anda, namun hati anda merasa kekurangan dan takut miskin…? Ini adalah jebakan yang nyata. Jika anda lakukan itu apa yang anda keluarkan bukan bermanfaat dan bertambah banyak, yang terjadi adalah sebaliknya akan merugikan anda dan berkurang atau menyusut.

Jika anda mengeluarkan harta kepada siapapun anda merasakan bahagia, maka benda atau harta itu akan menarik teman-temannya yang lain datang kepada anda hahaha…ini adalah ilmu pelihara tuyul….ya benar….ini tuyul getaran kuantum….bukan tuyul jin hehehe….jadi mulai saat ini raskanlah bahagia jika anda mengeluarkan apapun daria anda.

Membeli sesuatu bahagialah….bersedakah bahagialah…..memberi istri bahgialah….memberi uang anak bahagialah….pokoknya apapun yang keluar dari anda rasakanlah kebahgiaan. Karena sekali lagi alam semesta itu berbicara menggunakan bahasa ‘rasa’ . Rasamu adalah doamu. Rasamu sumpek rezeki sempit, rasamu bahagia, rezeki datang dari arah mana saja. Semoga bermanfaat.

-ST-

Leave a Comment