Hikmah Hidup : Wong Cuma Kurir, Pake Stress

Bulan lalu ustadz yg menjadi pengasuh disatu panti asuhan menghubungi saya dan bercerita ” pak Candra, kemarin saya baru di panggil Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah MAN, tempat sekolahnya anak2 panti, mereka menegur saya krn masih besarnya kekurangan pembayaran sekolah anak2, kurang nya masih sebesar Rp. 127 juta lebih, padahal sebentar lagi sudah masuk tahun ajaran baru lagi ”

Terus terang waktu itu saya menanggapi cerita sang ustadz dengan dingin, bukannya tanpa alasan saya bersikap demikian, krn sebenarnya ini sudah tahun ke 2 saya mengingatkan sang ustadz mengenai pengaturan kuota penerimaan anak2 yg masuk ke Panti, dimana jumlah anak yg diterima seharusnya mengikuti kemampuan dana dan menyesuaikan dengan kondisi daya tampung rumah panti.

Tapi beliau menjawab concern saya ini dengan 2 pertimbangan sbb :

1. Maaf pak Candra, saya itu merasa tidak enak bila anak2 calon penghuni panti itu sudah datang diantar keluarga nya dari jauh, kasihan bila di tolak dan disuruh pulang lagi.

2. Selain itu pak Candra, tugas saya kan hanya menjaga mereka, sedangkan yang punya kewajiban memenuhi kebutuhan anak2 ini bukan saya, tapi itukan tugas nya ALLAH.

mendengar 2 pertimbangan sang ustadz ini saya jadi berfikir, ini sebenarnya saya yg sok tahu dan terlalu khawatir atau memang tingkat ke Imanan sang ustadz kepada ALLAH yg lebih diatas saya.

Bayangkan saja, saat ini panti asuhan yg di kelola sang ustadz ini menampung sekitar 170 orang anak dengan usia sekolah di Madrasah Aliyah (130 anak) dan sisa nya di Tsanawiyah. Dimana utk kebutuhan hidup mereka hanya didapat dari para donatur. Sedangkan sang ustadz hanyalah bekerja sebagai guru honorer.

Namun terus terang, informasi yg di sampaikan ustadz ini tidak bisa saya abaikan dan berlalu begitu saja dalam kepala saya.

Dan pertimbangan dari sang ustadz (terutama pertimbangan yg no 2) sangat mengganggu fikiran saya, bayangkan kalau sang ustadz yang setiap hari bergaul sama anak2 panti sebanyak itu dengan segala suka duka nya, bisa dengan enteng dan tenang saja menghadapi kondisi seperti ini …lalu kenapa saya yang hanya seorang Kurir Sedekah memiliki ke khawatiran yg berlebihan, wong saya ini kan cuma kurir yg tugas nya menyampaikan informasi kepada para donatur, adapun mengenai hasilnya bukanlah menjadi kuasa saya karena yg bisa memutar balikan hati para donatur hanyalah ALLAH.

Hari ini di puasa terakhir, saya membuktikan kekuasaan ALLAH yang telah membuktikan janji nya pada manusia.

Saat pagi hari tadi saya membuka HP, ada konfirmasi terakhir dari 3 kali pengiriman dana di rekening wadiah bank syariah yg biasa saya gunakan utk menampung dana sedekah dari donatur, transfer masuk dengan total dana sebesar Rp. 127.500.000 dari satu orang donatur…Maha Besar Engkau ya ALLAH.

Pagi ini …di hari puasa terakhir…saya mendapatkan pelajaran dari ALLAH, kalau yg memelihara anak sebanyak 170 orang saja tanpa ada penghasilan yang tetap, bisa dengan tenang menjalani hidup dengan segala kebutuhannya, Apalagi saya yg hanya memelihara 4 orang anak…apa yang kamu khawatirkan Candra !!!…bukankah tugas mu hanya utk menjaga mereka, masing2 mereka sudah ada rejeki nya sendiri2, dan mereka adalah milik ALLAH …karena itu ALLAH lah yg akan memenuhi kebutuhannya.

Yang harus saya lakukan hanya meningkatkan ke Imanan kepada ALLAH…meyakini akan janji2 ALLAH.

Semoga cerita ini bisa menjadi pembelajaran buat orang banyak…aamiin.

Hormat saya,

EL CANDRA
Kurir Sedekah Syarifah

Leave a Comment