Ragam Jenis Kuliner Nusantara Yang Tak Pernah Mati Oleh Waktu

Istilah kuliner pasti sudah tak asing lagi bagi indera pendengar kita. Dan membicarakannya tidak pernah ada habisnya. Selain fashion, perkembangan kuliner begitu menggeliat liar, pesat, melebihi perkembangan teknologi informasi. Lebih menggiurkan. Tentunya lebih banyak ragamnya.

Bejibun inovasi kuliner di ranah negeri ini. Bahkan dalam satu daerah mampu mengembangkan puluhan variasi kuliner yang berlebel sama.  Seperti bakso, tiap-tiap warung bakso pasti mempunyai rasa dan varian yang berbeda. Jika warung satu menjual bakso beranak, warung kedua menjual bakso isi cabe, warung ketiga bakso telor, ada lagi bakso setan, bakso mandi susu, mie ayam bakso, bakso tusuk saus mangga, bakso goreng tipis, bakso kuah pedas, dan lain sebagainya. Itu baru bakso, belum lagi yang lainnya.

es krim goreng

Otak manusia berputar begitu cepat, bahkan mungkin hampir mengimbangi tarikan nafasnya sendiri. Bagaimana tidak? Belum puas dengan inovasi, mereka mulai memunculkan penemuan-penemuan baru atau bisa disebut dengan invention. Sekarang, sudah ada es krim goreng. Secara logika memang tidak mungkin es krim bisa digoreng.

Namun profesor makanan itu telah membuktikannya bahwa es krim juga bisa digoreng, dengan cara dibungkus oleh kertas khusus yang bisa dimakan. Bukan hanya itu,  pengolahan abon yang biasanya dibuat dari bahan daging, baik itu daging ikan, sapi, atau pun ayam, sekarang sudah ada abon dengan bahan pokok pepaya. Rasanya pun tak kalah dengan abon daging. Ah, itu semua memang tidak akan pernah ada jika bukan karena ide kreatif manusia sendiri. Semakin maju zaman, semakin maju pula pola pikir dan sosial-budayanya.

abon dengan bahan pokok pepaya

Tidak hanya variannya yang beragam, namun harga kuliner juga cukup militan. Dimulai dari harga yang hanya merogoh kocek, sampai harga yang menguras tabungan dan merobek-robek. Dari harga terjangkau sampai yang tak terlampau. Dari yang murah meriah hingga yang memeriahkan jari telunjuk. Ya, semuanya memang disesuaikan dengan harga.

Semakin berkelas jenis kuliner, semakin mahal pula harga yang harus kita bayar. Hebatnya, sekarang ada juga makanan yang dibubuhi serbukan emas. Dan harganya… bisa untuk membeli bangunan di suatu kompleks perumahan yang cicilannya sampai lima belas tahun. Masyaallah.

Ngaler-ngidul mengoceh tentang kuliner, sebenarnya arti kuliner sendiri itu apa sih? kuliner merupakan hasil olahan yang berupa masakan, seperti lauk-pauk, panganan, ataupun minuman. Kata kuliner merupakan unsur serapan bahasa Inggris, yaitu culinary yang berarti berhubungan dengan memasak.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa kuliner adalah sesuatu yang bisa masuk pada mulut kita yang telah melalui proses, baik itu dengan dimasak—dipanaskan dalam api—ataupun hanya dicampurkan dengan olahan lain yang tidak melalui proses pemanasan. Di zaman sekarang, penggunakan kata kuliner tidak hanya dikhususkan pada olahan masakan saja, namun bisa juga untuk kuliner seni, kuliner wisata, kuliner rohani dan kuliner-kuliner lainnya. Dalam hal ini, kuliner bisa juga diartikan sebagai santapan.

gudeg jogja

Setiap belahan dunia, setiap negara, setiap pulau, setiap suku, setiap daerah, pasti memiliki kuliner tersendiri. Sebagai icon daerah tersebut. Bahkan setiap pintu rumah, tentu punya ciri khas kuliner versi masing-masing. Selera keluarga satu dan keluarga lainnya kadang suka memiliki perbedaan. Jika satu keluarga memiliki selera masakan lebih asin dari biasanya, keluarga lainnya bisa jadi lebih menyukai yang tidak terlalu asin. Begitulah.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Yogyakarta. Ya, daerah istimewa yang dijuluki ‘Never Ending Asia’ ini rasanya memang sudah melekat pada otak tiap orang indonesia. Kekayaan kuliner yang dimiliki Yogya dikenal bisa membuat perut siapa saja puas dibuatnya. Harganya relatif murah, terjangkau untuk saku anak indekos. Sebanyak dan sevariasi apapun makanan di Yogya, tetap saja yang terkenal sebagai makanan khasnya adalah gudeg. Konon, gudeg ini merupakan makanan wong Yogya. Dan jika Anda bukan seorang keturunan Yogya namun ingin membuat gudeg, rasanya pasti beda.

Tidak hanya Yogya yang mempunyai godeg. Manado juga mempunyai sambel roa sebagai sajian khas Manado. Sambal dengan perpaduan suwiran daging ikan roa panggan yang dihaluskan dan disangrai kemudian dicampur dengan tumisan bumbu halus khas sambal roa beserta pelengkap bahan lainnya ini memang terasa begitu spesial. Ditambah nikmatnya daging ikan roa dalam sajian sambal ini membuat rasa sedapnya tidak ada duanya. Jika Anda pergi ke Manado, ini merupakan santapan yang haram untuk dilewatkan begitu saja.

kue mochi khas sukabumi

Yogya punya gudeg, Manado punya roa, Minangkabau punya dendeng batokok, Madura punya sate, Betawi ada soto. Sukabumi? Sukabumi punya mochi yang selalu di hati. Tidak hanya mochi kacang, coklat, dan strowberi, kini sebagian mochi bermetamorfosis menjadi es krim. Es krim mochi. Jangan sampai Anda melewatkan jajanan mochi saat mampir ke Sukabumi, ya! Kalau tidak, bisa jadi Anda menyesal ketika sudah menginjak lantai rumah.

Bergeser lebih selatan dari kota madya Sukabumi, Anda akan menjejakan kaki di sebuah kecamatan yang bernama Cisolok. Daerah perbatasan antara Jawa Barat dan Banten. Di sini, Anda akan menemukan olahan khas Cisolok yang tentunya tidak terdapat di daerah lain. Bahkan jika Anda mencarinya ke kecamatan tetangga pun, sulit untuk menemukannya. What is that? Itu adalah cucue.

Sebagian orang pasti asing dengan nama ini, atau mungkin belum pernah mendengarnya sama sekali. Cucue merupakan olahan dari air hasil rebusan ikan. Bisa dikonsumsi? Tentu saja! Seperti sambel roa, cucue juga bisa menjadi teman makan. Selain itu cucue biasanya dikonsumsi sebagai sambal rujak pengganti. Jika umumnya membuat sambal rujak dengan mengulek gula aren, garam, cabai, dan asem. Masyarakat daerah Cisolok biasanya hanya memakai cucue yang ditambahkan beberapa cabai rawit. Just it. Simpel bukan? Kita tidak perlu lagi repot-repot mengulek dan mencari bahan yang banyak.

sambel roa

Jangan salah, cucue bukanlah air hasil rebusan ikan yang finish sampai situ. Ada step pengolahan berikutnya. Sesudah air rebusan ikan dipisahkan dari ikannya. Langkah selanjutnya dimasak kembali dengan mencampurkan beberapa bumbu. Seperti: garam, gula aren, gula pasir, dan jika Anda suka, boleh untuk menambahkan kecap. Masak sampai kental. Jika sudah kental matikan kompor. Cucue sudah jadi.

Rasa dari cucue ini khas, dan nikmat. Seperti dijelaskan di atas. Gudeg orang Yogya akan berbeda rasa dengan gudeg buatan sendiri. Begitupun cucue. Jika tidak pandai membuatnya, rasa cucue ini akan menjadi aneh, kurang sedap disantap.

Cucue bisa dengan mudah Anda dapatkan di warung-warung kecil seputar daerah cisolok. Maju sedikit ke Cikakak, Anda tidak akan menemukannya. Mundur sedikit ke Lebak, Anda juga tidak akan menemukannya.

Cucue dibandrol dengan harga dua ribu rupiah perkantong. Cukup murah bukan? Mirah pisan. Jika ingin membawanya sebagai oleh-oleh, Anda tidak harus memborong puluhan kantong. Karena cucue dijual juga dengan kemasan botol. Harganya pun terjangkau, kisaran Rp 13.000,00 – Rp 15.000,00.

Bukan hanya daerah yang disebutkan di atas saja yang mempunyai kuliner khas. Namun saya ingatkan lagi, hampir tiap lekukan daerah memiliki kuliner khas masing-masing. Dan jika dijabarkan satu persatu tidak akan ada habisnya. Indonesia itu memang kaya, baik oleh bahasa, budaya, maupun kuliner yang selalu didambakan lidah.

Pengunjung juga mencari:

  • kuliner yang tidak pernah mati

Leave a Comment