Mengapa Dia Lebih Cepat Mendapat Uang, Sedangkan Saya Tidak?

Series Sebelumnya Dalam Urusan Rezeki, Tuhan Itu Sesuai Dengan Prasangka Hamba-Nya

Lalu dimana perbedaanya?

Mengapa yang satu lebih sehat dari yang lain. Mengapa yang satu mudah tertawa, mengapa manusia yang lain mudah mendapat jodoh, mengapa dia lebih cepat mendapat uang?

Ada sebuah fakta. Jika 375 nama orang yang saya sebutkan ini. Hartanya digabungkan semua. Sama dengan kekayaan 3 milyar umat manusia. 375 orang sama dengan 3 milyar manusia! Bill gates, donald Trump, warren buffet, laxmi mittal, paul ellen, mark cuban, jeff bazos, rupert murdock, sam walton, dan terus berlanjut hingga 375 orang
demikianlah jumlah kekayaan mereka, sama dengan gabungan 3 milyar manusia.

Otak sama, nasib beda?

Nasib?

Ini batu sandungan pertama. Ada sebuah sistem pada manusia yang namanya belief system. Sistem keyakinan. Ini ditanam di subconcious seseorang. Jika sudah ditanam di posisi ini. Merubahnya memerlukan teknik khusus. Cara biasa tak akan pernah berubah.

Misalnya kebiasaan merokok. Maaf saya mengambil contoh merokok karena mudah dipahami. Saya tidak merokok, namun saya bukan anti orang perokok. Prinsip saya merokok itu baik, tidak merokok lebih baik. Itu hanya sebuah pemahaman dan pengambilan posisi melihat sesuatu.

Kembali merokok sebagai contoh. Dalam iklan di tv secara vulgar di tulis MEROKOK BISA MENYEBABAKAN KANKER,GAGAL JANIN, PENYAKIT PARU-PARU dan lain sebagainya. Dibacakah oleh setiap perokok? Ya..berhenti karena takutkah mereka. Tidak, mengapa?

Inilah kerja otak.

Otak consious yang menguasi informasi pengetahuan hanya menguasai 12% dari sebuah tindakan. Subconsciousnya 88%. Informasi tadi hanya menempel di conscious tidak menjadi gerak. Otak subconscious…merokok itu nikmat. Itulah yang dilakukan.

Kita kembali ke prosperity consious, kesadaran kemakmuran, IQ kaya, Tulang kaya, balung sugih, apapun itu, bagi mind master ini adalah software kaya yang mereka miliki. Kesadaran kaya adalah software. 375 orang kaya memiliki software ultra kaya tersebut. 3 Milyar sisanya tidak memiliki.

Bisa menerima? Masih berat?..dimana nasib?

Ya..ini pertanyaan kecil dari kelompok besar. Ini pertanyaan saya pula. Saya mengalami jalan kehidupan yang turun naik seperti gelombang laut selagi badai. Saya pernah memiliki materi berlimpah yang 3 tahun kemudian tinggal dirumah kontrakan dengan masih menanggung hutang besar. Kemudian kembali berlimpah materi yang kemudian kembali terpuruk. balik lagi naik ke atas lalu terbalik di puncak dengan beragam kisah.

Saya banyak bertanya urusan ini. urusan jalan hidup !

Hingga saya memutuskan belajar, belajar, belajar kemanapun dan mencari
kemanapun untuk mendapatkan jawabannya.

Sampai pula saya belajar ke Ramta’s Mind di Australia tahun 2001 disinilah semua terungkap. Setidaknya menjawab pencarian saya. Jadilah sebuah pelajaran bisnis ala mardigu. pengalaman2 pribadi (to be continue) # peace be upon us

Di Ramta School, Hari pertama 110 orang murid hadir. Dari 10 negara. Ada india, australia, philipina, malaysia, kamboja, hongkong, jepang, amerika, inggris, terakhir dari iran. Saya satu-satunya dari Indonesia.

Hari pertama perkenalan, masing –masing cerita jalan hidup merekam masingmasing sharing berbagi sedetail dan serinci mungkin. Wah…seperti film drama. Ceritanya seram-seram. Menegangkan. Taruhan nyawa hilang dan angota keluarga yang meninggal terbunuh hal yang biasa.

Parah semua kondisinya. ada yang usia 55 tahun selama 40 tahun bekerja hanya untuk membayar hutang, ada yang bangkrut berhutang dengan genk mafia, ada yg dikejar2 triad dan dibunuh keluarganya, ada yang ditipu habis2an oleh keluarga senidiri, wah sulit di bayangakn cerita jalan hidup mereka, bahkan 100 kali mendengar cerita masing-masing, 100 kali saya menangis. Saya tentu tidak boleh menceritakan rincian cerita mereka karena ini menjadi rahasia diantara kami.

Dimana kami seakan sudah menjadi saudara sependeritaan , common sorrow. Jalan hidup saya jika mendengar cerita mereka menjadi tak sebanding, tak ada apaapanya.

Hari berikutnya, sang instruktur menceritakan jalan hidup mereka. Sama saja awalnya kusut semua. Mereka ber 5. Masih muda. Yang paling tua baru 35 tahun. Namun rekening mereka paling sedikit AUD $ 6,000,000.

“Diampuuut..!”ujar saya dalam hati berkali-kali. Milionaire mindset di ajar oleh millionaire. ok..ini benar. Ini adil. Kami dilihat kan ke atm dana mereka. Mereka tidak dusta. Diperlihatkan keesoakan harinya bagaimana uang itu datang kemereka.

Mulai melek mata saya. Mulai lompatan-lompatan kecil liar di otak berjalan. Aha…aha..itu berkali-kali.

Hari berikutnya. Pelajaran dimulai. Formasi setengah lingkaran. Tanpa meja. Pelajaran trespassing namanya. teritori
ego kami akan di terabas, akan di cross, akan di lewati, siap-siap marah, siap-siap tersusuk hatinya. Kami peserta diberi pertanyaan,” how is the money come to you?’. bagaimana uang datang ke anda?

Seluruh peserta mendapat giliran, kalau sama ratakan semua menjawab DENGAN BEKERJA.

Pertanyaan berikutnya. “Kalau anda tidak ada uang apa yang anda lakukan?”

Seluruh peserta berbicara bergantian, kesimpulan..”mencari kerjaan. Karena dengan bekerja kita mendapat uang”.

Pertanyaan berikutnya, kalau anda bekerja apa yang anda peroleh?

Seluruh peserta menjawab, UANG!”

Pertanyaan berikutnya, JADI BEGITULAH CARA KERJA OTAK ANDA? Untuk mendapat uang anda harus bekerja.

Kita stop sebentar. Ada yang salah dari pernyataan diatas? Tentu tidak bukan. Inilah pertanyaan dan pernyataan selanjutnya.

Bisakah anda tidak bekerja , anda dapat uang? ..otak saya kram, macet. kemudian terdengar suara instruktur melanjutkan…

Series Selanjutnya : Bisakah Anda Tidak Bekerja , Anda Dapat Uang?

2 thoughts on “Mengapa Dia Lebih Cepat Mendapat Uang, Sedangkan Saya Tidak?

Leave a Comment