Bab 2 : Mengenal Digital Crowd Dan Strategi Menaklukannya

Di kuartal akhir 2017 ini Sudah 2.1 milyar lebih akun Facebook yg sudah diaktifkan. Angka itu setara lebih dari 1/3 penduduk planet ini.

Bagus dong Mas.. artinya makin padat sebuah populasi makin gampang juga dong jualannya.

Tinggal ngasal aja lempar postingan dagangan kita, bombardir foto produk, tempelin harga coret sampe 3x..berebut deh orang-orang beli barang kita.

Serius bisa seperti itu??
Mak-Mak…Mas-mas.. bangun.. udah siang he he

Jika kita masih punya logika pemikiran yg menyesatkan seperti ini, besar kemungkinan kita masih masuk dalam kelompok 3M orang Millenial Mabok Micin..#eaaaaaa

Gejalanya penyakit ini adalah: Sudah sering posting jualan via social media, sehari 5x, tapi barang digudang masih numpuk juga alias barang susah lakunya

Mengalami kejadian seperti ini.. jangan kuatir.. Anda tidak sendiri..banyak temennya koq..

Bab Selanjutnya : Mengenang Pertempuran Red Ocean Paling ‘Merah’ Sepanjang Sejarah

Digital Crowd strategi

Koq aneh ya Mas? Kerumunan makin padet, tapi koq makin sepi dagangan kita.
Tapi disatu sisi ada lapak sebelah itu malah kualahan ngadepi pembeli yg membludak..
Kenapa Mas??Eta terangkanlah..

Sebenarnya logikanya sangat sederhana..
Bayangkan situasi berikut..

Ketika Anda berada didalam sebuah ruangan.. Hanya 5 orang yang ada disana.. bagaimana rasanya ngobrol dengan orang-orang tersebut?

Lebih tenang..nyaman.. bisa lebih dekat dan enak ngobrolnya.

Sekarang gimana kalo jumlah orang dalam ruangan tersebut tiba-tiba membludak menjadi 500 orang alias seratus kali lipat…
Temen Anda mengajak istri dan anaknya..
Ada juga yang mengajak istri-istrinya dan anak-anak dari istri-istrinya..eh..

Masing-masing ngorol sendiri dengan suara yang kencang.. Wajar kalo kondisi gini volume pasti dinaikkan.. Karena semua yg ngomong jadi ingin didengarkan.
Belum lagi anak kecil yang teriak-teriak bermain dan kejar-kejaran menyelinap diantara kerumunan..
Carut marut ndak karuan.. Ya macam ijo-ijo di cendolnta elisabet..ruwett dan susah dipegang..

Digital Crowd

Pertanyaan Saya sederhana..
Masih bisakah kita ngobrol enak dan nyantai sama seperti ketika ruangan dibandingkab masih isi 5 orang tadi..
Dengan volume suara sepelan diruangan yang masih sepi tadi..
Bisa mendengarkan sejelas dan sejernih seperti saat tadi..

Impossible..alias tidak mungkin..
Dijaman NOW.. ketika CROWDS bener-bener super padat.. chaos..kacau..
Semua orang berteriak ketika berbicara..
Tetangga juga gak terima ketika ada yang teriak..mereka balas teriak..
Disatu sisi mereka ingin didengarkan.. diperhatikan.. struggle for attention.. Semua berjuang hanya untuk diperhatikan

Kacau kan…

CROWDS.. atau kerumunan
Memiliki dua sisi sekaligus..

Sisi positifnya..
Kita tidak perlu repot-repot mencari-cari kemana-mana.
Karena semua sudah pada ngumpul disitu.

Namun ada juga sisi negatifnya..
KITA BUTUH EFFORT atau USAHA EXTRA untuk didengarkan..

Anda bisa saja sih ambil TOA dan teriak-teriak menggunakan speaker yang memekakkan dan bikin sakit telinga orang..

Ujungnya aanda memang akan didengarkan.. tapi sekaligus dibenci semua orang yang ada diruangan.
Karena suara TOA Anda yg mengganggu kenyamanan semua orang diruangan.

Mengenal Digital Crowd Dan Strategi Menaklukannya

Itu adalah gambaran atau analogi dari OUTBOUND MARKETING..Dimana kita memaksa orang untuk mau mendengarkan kita. Namanya MARKETER CENTRIC.. Sangat memudahkan marketer..tapi sifatnya interuptive..intrusive dan sangat menyebalkan.

Kita seenaknya postingan promo jualan. Tidak perduli orang butuh atau tidak, yang penting kita bisa teriak selantang mungkin.. Urusan mereka beli atau tidak itu belakangan. Yang penting produk-produk dan materi promo kita bisa berseliweran dan dilihat banyak orang.

Efektif kah?
Jelas sama sekali tidak.

Kita harus paham dulu karakter dari DIGITAL CROWD terlebih di social media.
Meskipun banyak orang disitu.. tapi motivasi mereka disana bukanlah hadir untuk mendengarkan kita.
Mereka punya kepentingannya masing-masing.. Ada yg pengen eksis, ada yg pengen silaturahmi dan CLBK.. ada yg ingin banyakin shadaqah..menafkahi semua yg jadi friendnya.. Nafkah ilmu maksudnya 

Uniknya di era social media informasi bisa dibagikan dengan begitu cepatnya..
Ada tukang bubur naik haji.. Sebelum si tukang buburnya sampe Cengkareng gosipnya udah sampe Mekkah duluan. Cepet banget tersiarnya..

Intinya KARAKTER akan sangat mudah terbentuk disini..
Jika Anda rajin berbuat kebaikan..bermurah hati.. BEING GENEROUS.. maka orang akan lebih cepat mengenal Anda..
Inilah kenapa Sy sangat menyarankan BRAND GENEROSITY sebagai strategi marketing..

Tetapi disi yg lain..
Jika Anda berbuat keburukan atau hal yang dibenci orang, maka akan cepat juga tersiarkan. Dan biasanya berita negatif lebih cepat viralnya ketimbang yang positif2.
Ketika Anda melakukan sesuatu yang negatif, annoying promotion.. bukannya makin dicinta.. tapi malah dikenal sebagai tukang jualan yang berisik. Ehh..jangan deket-deket sama si Anu.. doski seneng banget nawar-nawarin pesawat..pesawat origami dari bungkus nasi padang..

Mengenal Digital Crowd Dan Strategi

Terus adakah solusi agar kita tetap bisa melakukan promosi di keramaian, tanpa mengusik ketenangan orang lain?

Jawabannya: ADA!

Misalnya saja.. masih dalam ruang yang banyak orang itu Anda mencoba keluar dari kerumunan dan menuju pojok ruangan.
Kemudian disana Anda mulai membuka kotak sulap Anda.. dengan memakai kostum sulap yg unik dan eye catching..ala Topeng Tuxedo nya Sailoormon.. melakukan pertunjukan.

Dari topi ia mulai mengeluarkan merpati.. kelinci dan lumba-lumba… eh.. ndak mungkin ya..

Yang pasti gara-gara sulapnya yang memukau semua orang mulai mendekat dan mengerumuni dia. Mereka senang dan terhibur.. dan bahkan minta si pesulap diminta nambah lagi pertunjukannya.. lagiii..lagiii..lagii…
Kerumunan makin bertambah..kini semua mata tertuju padanya..halaah macam Miss Indonesia.

Inilah yang dinamakan dengan teknik INBOUND MARKETING. Inbound marketing adalah sebuah teknik marketing yang sifatnya lebih CUSTOMER CENTRIC..

Artinya, ia hanya akan melakukan promosi pada target audiens yang benar-benar minat dan tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

Inilah kenapa teknik Inbound dikenal sebagai teknik FISHING atau MEMANCING.. ia seperti umpan yang dilemparkan ke tengah kolam.. dan ikan-ikan yang menyukai umpan itu sajalah yang akhirnya mendekat..

Ia berlaku seperti MAGNET yang hanya menarik benda-benda yg mengandung besi.. Inbound Marketing hanya akan menarik audiens yang memiliki elemen PERSONA yang mirip-mirip dengan menjadi target market Anda.

Dalam Inbound Marketing ada yang namanya INBOUND MARKETING METHODOLOGY (IMM). Konsep ini dikembangkan oleh HubSpot..Agency marketing besutan orang-orang MIT dan Harvard. Berdiri ditahun 2006 sekarang mereka makin menggurita dan mampu mencengkeramkan konsepnya diseluruh dunia.

Ada 4 tahapan dalam Inbound Marketing Methodology

  • ATTRACT

Mengenal Digital Crowd Dan Strategi

Proses membawa STRANGERS atau orang asing menjadi VISITORS.
Mereka yang awalnya cuek, sama sekali gak kenal dan gak peduli sekarang jadi mau menghampiri dan mengerumuni Anda.

Mereka yg sebelumnya sama sekali gak kenal tentang Anda atau produk Anda.. tapi akhirnya mereka mau mengunjungi dan melihat-lihat ke web or blog Anda.. Fans Page Anda atau akun IG Anda.

  • CONVERT

Mengenal Digital Crowd Dan Strategy

Ini adalah proses untuk merubah VISITORS menjadi LEADS atau PROSPEK Anda.
Kalau bilang prospek berarti mereka sudah barter umpan yg kita berikan dengan ‘sesuatu’ yang mereka miliki..
Apakah SESUATU itu… Ia adalah satu set informasi yg memungkinkan kita membangun relasi jangka panjang dengan prospek tersebut.

Singkatnya di akhir pertunjukan sulap dadakan Anda..mereka jadi terkesima.

Anda bilang ke mereka yang takjub dan tepuk tangan..
“Sebentar lagi Saya ada pertunjukan sulap di pesta kebun di rumah Saya.. Jika Anda ingin menikmati sulap lebih lama lagi, silahkan masukkan kartu nama ke kobokan.. eh fish bowl. Saya akan mengundang Anda ke pertunjukan yg lebih spesial dan lebih keren dari ini”

Anda janji, mereka yang sudah kasih kartu nama akan Anda undang ke pesta kecil Anda. Mereka yang sudah memasukkan kartu nama ke fish bowl Anda inilah yang dinamakan LEADS atau PROSPEK.

Sekarang Anda sudah mengantongi nama-nama lengkap dengan alamat, nomer telpon dan email untuk Anda hubungi sewaktu-waktu.
Sampai tahap ini Anda sudah sampe pada fase LEADS GENERATION atau membangun Database Prospek.

  • CLOSE

Mengenal Digital Crowd

Sampai juga akhirnya momen dimana Anda mengadakan pertunjukan sulap di pesta kebun kecil di rumah Anda.
Berbeda dengan tadi di ruangan yang masih padet..sumpek dan ruwet..disini Anda bertemu orang-orang yang benar-benar menyukai seni pertunjukan sulap Anda.
Anda sudah membuat persiapan lebih matang disini untuk pertunjukan di pesta kebun ini. Ada musik-musik yg siap mendramatisasi setiap adegan sulap Anda.

Sekarang Anda leluasa menghibur mereka dengan suasana yang lebih tenang dan intim..
Semua Ada dalam kendali kita.
Anda bener-bener bikin mereka tercengang dan terbengong-bengong, ngiler, ternganga dengan sulap yang lebih well prepared. Ditambah badut-badut yang sukses mengocok perut mereka.

Sekarang benar-benar mengendalikan waktu dan emosi mereka.

Setelah mereka senang dan sangat menikmati petunjukan.. tiba saatnya Anda memainkan jualan Anda. Pada ujungnya Anda berpesan ke mereka..

Bahwa semua yang hadir bisa mengundang pesulap hebat dan badut keren ini ke acara pesta-pesta ulang tahun keluarga, kantor dan rekanan mereka.

Jika mereka bergabung dalam klub ‘Happy Brothers Club’ dengan membayar satu juta rupiah saat itu.
Mereka yang bergabung saat itu.. nanti bisa dapat diskon show dari Happy Micin Club sampai dengan 30%.
Dan tawaran itu berlaku hanya sampai saat itu.

Namun bukan berarti mereka yg tidak join saat itu dilepas begitu saja. Ada tim yg sudah dipersiapkan untuk mengobrol dengan mereka lebih jauh.

Ini adalah proses merubah LEADS/PROSPEK menjadi CUSTOMERS Anda sebenarnya.
Berbeda dengan melakukan proses dealing di ruangan super padet dan penuh dengan kebisingan dan aroma keringat yang menyengat…
Disini Anda memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat dengan setting latar yang sangat mendukung untuk melakukan CLOSING atau merubah mereka menjadi customers Anda.

  • DELIGHT

Mengenal Digital Crowd Dan Strategy

Ini adalah fase terakhir yg gak kalah pentingnya.
Tugas Anda pada ujungnya adalah bikin senang mereka yang sudah menjadi customers kita. Bikin mereka loyal sama kita.. kita sapa mereka di hari-hari spesial mereka. Manjakan mereka dengan kejutan-kejutan dan perlakuan spesial.
Beri voucher diskon tambahan ketika mereka sedang berulang tahun.
Kelemahan metode jualan pada umumnya adalah.. begitu CLOSING deal prospek sudah menjadi customers..mereka seolah masuk perangkap kita.
Kita cuekin mereka..kita abaikan mereka..gak perduli barang yg mereka beli bisa manfaat or ga…ada kendala atau tidak.

Ini adalah sebuah blunder besar.
Kenapa? Our existing customer is our real treasure.

Kenapa mereka yang sudah menjadi customers kita perlu kita pertahankan?
Karena biaya mencari customer baru (Customer Acquisition Cost) itu 5x lebih besar dibanding biaya yang Anda keluarkan untuk mempertahankan customer lama.
Jadi kehilangan kontak dengan eksisting customers atau customer kita saat ini adalah sebenarnya sebuah penyusutan nilai aset intangible Anda..yang Anda tidak pernah sadari.

Dan bonus terbesarnya adalah disini..
Jika kita memperhatikan mereka dengan maksimal, maka kita akan dapat dua jackpot sekaligus dari mereka.

Mereka customers lama kita yang terpuaskan besar kemungkinan akan melakukan pembelian kembali…

Kedua mereka yg DELIGHTED juga akan menjadi advocates brand kita…Mereka membantu mempromosikan brand kita ke keluarga mereka.. ke teman2 mereka… ke istri-istri mereka..ehh .. dan lain lain.

Inilah yang terjadi jika kita mampu mengimplementasikan Inbound Marketing Methodology secara disiplin dan utuh untuk menembus DIGITAL CROWD.

Mereka yang suka nya cepet-cepet CLOSING namun mengabaikan fase-fase awal akan makin terpinggirkan dan dihempaskan kerumunan.

Disatu sisi..mereka yg mampu mengenggam dan menerapkan prinsip-prinsip marketing yang benar akan makin bersinar dan lebih mudah memenangkan persaingan.

Semoga tulisan super panjang ini bermanfaat ya.

Leave a Comment