Kamu Pilih Nikah Muda Atau Nikah Produktif? Kenali Ciri-Cirinya Berikut Ini

Akhir-akhir ini merebak wacana terkait pernikahan di kalangan masyarakat, terutama dikalanagan muda-mudi saat ini. Pernikahan selalu dibayangkan dengan suatu jenjang kehidupan yang indah. Terlebih lagi didorong adanya gerakan nikah muda yang terinspirasi dari anak seorang ustadz terkemuka yang memutuskan menikah di usia 17 tahun.

Bukan hanya gerakan menikah muda yang marak saat ini, melainkan muncul beberapa kampanye yang menyatakan bahwa menikah merupakan solusi untuk menghindari zinah. Hal inilah yang menjadi salah konsepsi pada pola pikir pemuda saat ini.

Konsekuensi Ketika Menikah

Nikah Muda Atau Nikah Produktif

Pernikahan bukanlah sesuatu yang sederhana, melainkan sesuatu yang sakral dan tinggi. Memutuskan menikah berarti harus siap lahir dan batin terhadap segala sesuatu yang akan terjadi setelah prosesi pernikahan. Menikah bukanlah perkara mudah, namun juga bukan perkara yang sulit untuk dilakukan, karena menikah dalam islam merupakan sebuah ibadah.

Pernikahan di Indonesia diatur dalam Undang-undang Perkawinan No 1 tahun 1974  Bab 2 pasal 7 ayat 1 dinyatakan bahwa perkawinan hanya diijinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur  16 tahun. Namun, disisi lain menurut Ketua BKKBN (Badan Koordinasi Keluaga Berencana Nasional) yang dilansir tempo.co (2015) menyatakan secara kesehatan, reproduksi perempuan baru berkembang secara matang minimal usia 21 tahun.

Ia juga mengajukan gugatan ke MK untuk merevisi UU Perkawinan yang dianggap sudah usang. Pernikahan di usia yang belum menginjak usia 21 tahun menyebabkan angka kematian ibu tinggi. Selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi dan psikologis juga harus dipenuhi sebelum memutuskan untuk menikah.

Hal tersebut telah menjelaskan bahwa bukan hanya kesiapan secara pesikis saja namun secara materi pun juga perlu dipersiapkan. Analogi sederhananya seperti ini, ketika ingin pergi kesuatu tempat, maka diperlukan kendaraan, dan kendaraan memerlukan bensin agar dapat dioperasikan, dan untuk membeli bensin maka diperlukan uang, dan untuk mendapatkan uang maka harus bekerja, dari sini diketahui pada saat ingin berpergian saja banyak yang perlu disiapkan, apalagi dengan menikah.

Tujuan Menikah

Nikah Muda Atau Nikah Produktif

Tujuan menikah bukan hanya untuk mendapatkan keluarga baru saja, melainkan untuk memperoleh keluarga yang ideal, dan keluarga ideal akan didapatkan ketika sega sesuatunya telah siap dan pasangan yang akan menikah tersebut telah mengetahui betul resiko yang akan dihadapi. Pernikahan bukan hanya seorang saja yang berusaha memenuhi kebutuhan pasangan, melainkan adanya kesepakatan untuk menjalani kehidupan dengan cara partnership.

Untuk itu akan lebih baik jika menikah pada usia produktif, yaitu pada usia diamana pasangan tersebut sama-sama telah siap secara pesikologis maupun secara materinya. Jangan sampai tergesah-gesah menikan lalu dengan mudahnya untuk memutuskan berpisah.

Leave a Comment