Bab 3 : Mengenang Pertempuran Red Ocean Paling ‘Merah’ Sepanjang Sejarah

Akhirnya tuntas juga sambil nemenin Bu Dhe yang masih terbaring di ranjang pasien. Dan sesekali diinterupsi kunjungan Mbak-Mbak perawat yang ramah.

Biasanya wiken diisi dengan rutinitas ziarah mall nyari inspirasi buat tulisan, kali ini duduk manis sambil memangku laptop kesayangan sambil balesin chat sahabat yg nanya-nanya program pendampingan Inbound Marketing Coaching. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat dan bisa dinikmati buat ngisi waktu wiken

Bab Selanjutnya : Mengkombinasi Brand Marketing Dan Direct Response Marketing

AND THE SODA WARS BEGIN

Mengenang Pertempuran Red Ocean Paling 'Merah' Sepanjang Sejarah

Tulisan ini sebenarnya masih nyambung dengan tulisan Saya jumat kemarin, tribute untuk para RED OCEAN Warriors yang dengan gagah berani duel dengan kompetitor.
Saya akan agkat salah satu Red Warrior yang paling songong sepanjang sejarah, namun juga cerdas dengan taktik briliannya menggoyang hegemoni the incumbent sampai mereka panik luar biasa.

Dialah PEPSI the challenger, siapa lagi lawannya kalo ndak si rival abadinya CocaCola. Pertempuran besar ini diawali dari mulai ditemukannya resep Cola yang diberi nama ‘Coca’ oleh John S. Pemberton (1886). Coca resmi menjadi CocaCola enam tahun setelahnya setelah Asa Candler mengesahkannya dalam wujud brnad CocaCola.

Tiga belas tahun setelahnya si bandel lahir, dari hasil resep seorang ahli farmasi bernama Caleb Bradham. Pepsi lahir saat CocaCola sudah mulai mencapai milestone penjualan 1 juta galon per tahun. Artinya CocaCola sudah sangat besar saat Pepsi datang.

Tahun 1910 Pepsi menclaim sudah memiliki franchise di 24 negara bagian dan mampu menjual 100 ribu galon setahun. Apesnya tahun 1923 Pepsi sudah bankrut duluan karena SUGAR RATIONING atau pembatasan distibusi gula sebagai efek dari Perang Dunia I. Disatu sisi CocaCola sudah mulai mengepakkan sayapnya ke Eropa dengan botol khasnya.

Tahun 1928 Pepsi bangkit dari ketika merek dagangnya dibeli Craven Holdings, namun hanya bertahan 3 tahun dan bangkrut lagi.

Mengenang Pertempuran Red Ocean Paling 'Merah' Sepanjang Sejarah

Nasib Pepsi mulai berubah ketika ada dalam tangan kendali Loft Inc. sebuah pabrik gula-gula (1931). Popularitas Pepsi-Cola terus menanjak, dan penjualannya terus mengalami penjualan sangat signifikan dari tahun ketahun.
Manajemen Pepsi kali ini jauh lebih sigap. awal Perang Dunia II, tahun 1940 an PEPSI sudah lebih siap dengan membeli sebuah perkebunan gula di Cuba. Jaga-jaga kalo pembatasan gula terjadi lagi.

Pepsi membuat manuver cerdasnya ketika mulai mengadopsi warna bendera AS yakni elemen merah, putih dan biru untuk mendukung prajurit Amerika yang berjuang di PD II. Momen perang juga sempat-sempatnya branding, dasar songong.. he he.. tapi cerdas sih.

Puncak kesongongan dan keisengan PEPSI terhadap CocaCoala adalah pada saat ia memulai PEPSI Challenge di tahun 1975.
Ini adalah puncak lautan merah semerah-merahnya. Ketika PEPSI secara terang-terangan membuat sebuah blind test campaign yang meminta peserta PEPSI Challenge memilih dua gelas putih tanpa label yang masing-masing diisi PEPSI dan CocaCola.
Ini adalah reality BLIND TEST tanpa rekayasa. Dan hasilnya PEPSI menang telak terhadap CocaCola.

CocaCola meradang, dia sendiri juga terheran-heran bagaimana mungkin mereka yg tahunan minum CocaCola pun kepincut memilih PEPSI. Penjualan PEPSI meningkat signifikan.

CocaCola mulai panik sampai-sampai ia mengeluarkan varian barunya yang rasanya mirip-mirip Pepsi. Dan parahnya di blind test new taste CocaCola ini peserta malah memuntahkan apa yg mereka minum. Gelombang protest dari penikmat CocaCola terus berdatangan. Dalam 1 bulan customer care CocaCola menerima ribuan surat kaleng umpatan, yg minta rasa CocaCola lama dikembalikan.

Akhirnya dikembalikanlah CocaCola klasik, tapi si adik dg rasa baru tetap dipertahankan.

Pertempuran Red Ocean Paling 'Merah' Sepanjang Sejarah

Disatu sisi misteri kenapa Pepsi lebih disukai daripada CocaCola belum terpecahkan. Awareness terhadap Brand PEPSI juga terus menanjak.

Untungnya.. Dewi Perssik eh Dewi Fortuna masih menghinggapi CocaCola. Setelah 4 tahun misteri kemenangan PEPSI terhadap CocaCola baru terkuak.
Bayangkan… setelah 4 tahun. Beruntung kejahilan PEPSI ini terjadinya di akhir 70an. Jadi sebaran informasi masih belum secepat dan sedahsyat sekarang.

Kalau saja blind test PEPSI Challenge terjadi di era digital dimana kejadian detik ini di satu tempat bisa menjadi trending topic world wide hanya dalam hitungan jam.. nangis-nangis tuh CocaCola.

Dan untungnya lagi PEPSI hanya pandai menciptakan MOMENTUM, tadi tidak pandai memanfaatkan momentum.
Mestinya kehebohan yg berhasil ia ciptakan dan awareness yg ia dapatkan dari blind test di follow up dengan program switching habit dari CocaCola drinkers beralih ke PEPSI. Jadi momentum yg ia ciptakan jadi terbuang percuma. Tidak percuma juga sih karena awareness terhadap PEPSI meningkat signifikan. Termasuk imbas ke penjualannya.

Oh iya balik lagi misteri kenapa PEPSI superior terhadap CocaCola di blind test. Jawabannya adalah kandungan gula atau Aspartame. PEPSI punya rasa yg lebih manis dibanding CocaCola karena kandungan Aspartame nya lebih tinggi. Dan rasa manis ini memicu DOPAMINE yg memberi sensasi menyenangkan dan HIGH effect pada pengkonsumsinya.

Inilah mengapa blind test ketika minuman disajikan dalam porsi kecil (dibawah 500 ml) PEPSI selalu dipilih ketimbang CocaCola.

Bagaimana cara CocaCola memenangkan balik blind test ini?
Dengan menyajikan PEPSI dan CocaCola dalam porsi gelas besar (diatas 500ml) aspartame dalam takaran dosis lebih tinggi malah bikin sensasi rasa eneg ketimbang enak.

Red Ocean

Inilah mengapa dalam porsi besar gantian CocaCola ganti mendominasi dan superior ketimbang PEPSI.

Meskipun duel Head to Head antara dua Brand penguasa pasar minuman berkarbonasi ini sudah berakhir, tapi rivalitas keduanya masih terus berlanjut sampai saat ini. Agak susah mengaharapkan mereka berduel langsung ky dulu lagi karena PEPSI jg sudah nyaman dengan bisnis cemilannya sejak dulu merger sama Frito Lay.

CocaCola memang secara Brand Value jauh mengungguli PEPSI, termasuk dari sisi market share.
Namun jika ditotal-total PEPSI dg multiple business line nya secara Annual Revenue tahun 2010 an aja sudah 57.8 milyar dollar. Bandingkan dengan CocaCola group yg masih 35.7 milyar dollar. Jadi agak susah juga sekarang kalo bandingin PEPSI sm CocaCola secara apple to apple.

Di ujung tulisan ini Saya ingin menggaris bawahi. RED OCEAN battle bisa kita fungsikan sebagai ajang untuk MENCIPTAKAN Awareness dan MOMENTUM. Selanjutnya keunggulan-keunggulan Brand Anda terhadap kompetitor bisa anda eksploitasi untuk meningkatkan exposure terhadap Brand Anda. Lumayan lah untuk mengalihkan pandangan pasar kepada Brand Anda.
Social media adalah tools yg powerful untuk memamerkan superioritas VALUE Brand Anda terhadap kompetitor.

Next Sy akan coba ulas strategi serupa yg dieksekusi oleh BRAND LOCAL.

Have a nice #WeCan

Salam,
Saiful Islam

1 thought on “Bab 3 : Mengenang Pertempuran Red Ocean Paling ‘Merah’ Sepanjang Sejarah”

Leave a Comment