Step By Step : Kolerasi Kesuksesan Dengan Emosi Dalam Diri

Self image adalah bagaimana orang lain melihat anda. Sekeras apapun anda “berusaha di lihat orang sesuai maunya anda” namun sering hasilnya tidak sesuai dengan apa yang anda harapkan.

Misalnya saya mengharap orang melihat saya sebagai orang yang santun dan baik. Namun self image saya, citra diri saya yang di lihat orang adalah sombong, itu bisa saja. Karena self image bener-bener anda apa adanya dilihat orang. Anda boleh di santun-santun kan, anda boleh berusaha ramah. Namun ada satu dua gerakan akan keluar aslinya. Misalnya saya deh, keras kepala dan sombongnya tetap bisa keluar dan terlihat.

Yang jadi pertanyaan pastinya, lalu bagaimana saya merubah citra diri menjadi sesuai yang saya mau, atau yang banyak orang sukai, seperti santun, menyenangkan, fun to be with, di percaya – trust worhty?

Sebagai penggila data, statistic dan study saya pernah berexperiment terhadap pegawai saya beberapa tahun yang lalu. Ada seorang staff yang berprestasi, saya tidak terlalu mengenal kiprahnya tapi berdasar kalkulasi manajemen dia tahun itu terbaik. Waktu itu ada review kinerja karyawan tahunan. Lalu saya tanya, adakah di perusahaan orang yang berlawanan dengan nya? Tidak berprestasi, walau ia sudah berusaha tepat medioker tapi memiliki attitudenya baik?

Jawabannya ada pak? Ini..disebut sebuah nama. Ok, panggil dia ke saya besok ya. Esok hari dia datang jam 11 di kamar kerja saya yang tanpa babibu saya bawa ke mall, di bilangan Jakarta pusat.

Iseng saya keluar.

Kami kemudian masuk kesebuah toko busana ternama Hugo Boss. Saya belikan baju putih 2 dan baju biru 1. Di sana kami coba hampir semua baju dan jas walau pada akhirnya saya belikan hanya 3 baju.

Satu baju harus pakai cuffling. Sehingga kita ketoko sebelah, Giani Versace, beli cuffling. Lalu beli sepatu Salvatore ferrogamo. Kemudian ke Hermes beli sabuk, dan terakhir beli celana trouser 2 buah dari st. Michael. Saya bersama nya mengahabiskan kira-kira waktu 5 jam di mall tersebut.

Berjalan kesana kemari, mencoba semua toko dan semua busana yang berkesempat kita masuki, dan di akhiri dengan late lunch jam 3 an buffet di hotel bintang lima di atas mall tersebut. Diskusi ngalor ngidul 2 jam hingga sampai rumah saya jam 7. Saya sudah lupa belanja baju apa lagi, tambah 1 jacket atasan, ada 3 dasi . pokoknya shop till his drop! Saya bayarin.

Perintah saya satu. Kenakan semua ini mulai sekarang seterusnya terutama jika ada kesempatan presentasi dan ketemu investor juga mitra!

Kemudian apa yang terjadi 2 bulan setelah kebersamaan saya selama 7 jam tersebut? Ini adalah laporan manajemen dan laporan dirinya kesaya. Dia langsung memiliki keyakinan yang tinggi dan citra diri berubah yang terpancar dari dalam keluar adalah citra sukses. Presentasi menjadi memukau. Dan presatsinya naik berkali lipat.

Jadi apa lesson learn-nya disini?

Yang saya lakukan adalah menaikan self esteemnya. Self esteem adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri. tingkat kesukaan anda terhadap diri anda itulah self esteem. Semakin anda sayang dan suka dengan diri anda, pede anda naik, anda terlihat atraktif dan menarik.

Sederhananya, citra diri tersebut bisa anda bentuk dengan memperbaiki self esteem.

Yang saya lakukan dengan si Jojo (nama staf kami tersebut) dengan memberikan pengaruh fisik outer looks. Yang kemudian sensor luar dirinya mengirim pesan tertentu dalam pikiran bawah sadar nya bahwa dia layak di cintai dan pantas sukses.

Dia terlihat ganteng, terlihat menarik. Kemudian pikiran tersebut akan mengkordinasikan dengan kata-kata dalam dirinya yang biasa di sebut self talk. Self talknya menjadi positif. Kemudian tindakan gerak tubuhnya berubah, Dan ini berjalan konsisten dengan bayangan citra diri yang dia terbentuk baru.

Inti pesan: semua perbaikan dalam hidup anda akan dimulai dari perbaikan gambaran mental anda. Citra internal anda akan mempengaruhi emosi, perilaku, sikap, bahkan bagaimana orang lain berinteraksi dengan anda.

Leave a Comment