Tanya Jawab Seputar Syirkah

Pertanyaan 1 :

Assalamualaikum. Apakah syirkah semua nya harus punya modal dulu. Misal ada yg ingin syirkah tapi belum mencukupi untuk bisa pakai modal di karenakan baru bangkrut atau hijrah. Dan dia menginginkan ada yg mau kerjasama syirkah dengan nya dengan misal menjual kan produk nya, memasarkan atau dll. Bagaiman menurut Coach Bams. Terimakasih

Jawaban 1 :

Pada prinsipnya syirkah pada prinsipnya saling sama – sama ridho dan sesuai syariat tidak harus ada aturan apakah sudah jalan terbukti atau teruji.

Cuman hampir semua kerjasama selama ini 90% hancur dan itupun ada ayat yang menjelaskan yang bisa berhasil memang sedikit.

Dan menurut kami yang menyebabkan kegagalan kerjasama/syirkah salah satunya adalah :

  1. Uncompeten bisnis

Pengelola tidak punya kompetensi untuk mengelola bisnis tersebut.

Bila dia tidak punya kompetensi maka akan sangat berpotensi kegagalan.

Padahal tujuan kerjasama ini awalnya adalah sinergi, untuk sama-sama mendapat manfaat, untuk menambah saudara bukan sebaliknya

Jadi saya sarankan yang melakukan kerjasama baiknya adalah orang-orang yang punya kompetensi menjalankan bisnis, usahakan sudah teruji dan terbukti.

Kalau anda belum seperti itu maka anda perlu belajar atau bekerjasama dengan yang punya kompetensi.

Jangan sampai karena anda kerjasama anda malah jadi tambah banyak musuh nantinya

Selain itu kalau syirkah sebatas menjualkan produknya itu tidak terlau bermasalah justru inilah yang harus di lakukan oleh orang-orang yang masih minim modal, kerjasama yang rawan adalah yang berkait dengan percampuran modal.

Pertanyaan 2 :

Nama saya wardhani domisili di palopo sulsel. Jazakallah khoir atas ilmunya. Saya merasakn inilah jawaban dari pertanyaan yang selama ini saya cari. Setelah saya meninggalkan riba dan mulai bangkit banyak yang mau menawarkn modalnya untuk saya kelola satu sisi saya masih bingung cara menejemennya pembgiannya yang jelas dan gamblang kalau kerja sama dengan lebih dari satu orang coach. Setelah ketemu dengan coach bams seminggu yang lalu di bbt 20 luwu raya. Kini hati saya terbuka ingn menjalaninya. Mohon bimbingnya jazakallah

Jawaban 2 :

Jazakillah, siap saling belajar.

Untuk pembagian tidak ada ketentuan pasti yang penting sama-sama ridho dan ada perjanjian yang jelas dan usahakan tertulis di awal.

Pertanyaan 3 :

Syukron mas. Biasanya syirkah butuh orang-orang yang terpercaya sebagai pengelolanya. Bagaimana cara untuk meyakinkan investor/pemodal? itu dulu Coach Bams. Jazakallah khoir

Jawaban 3 :

Pengelola baiknya jangan terlalu banyak orang karena akan punya potensi perpecahan antar pengelola jika pengelolanya terlalu banyak.

Kalau bisa pengelola satu atau dua, selain mereka adalah team/karyawan.

Keyakinan investor tidak bisa kita paksa karena itu berupa penilaian mereka terhadap integritas kita.

Keyakinan investor di bangun secara bertahap.

Di awal anda bisa tawarkan investasi kepada orang-orang dekat yg punya kepercayaan dengan anda dulu.

Setelah itu anda harus amanah komitmen memberikan transparansi.

Pertanyaan 4 :

Apakah mekanisme rugi juga di jelasin di MOU

Untuk mengantisipasi ketidaknyamanan saat rugi terjadi

MOu dihadapan notaris? saham dalam bentuk apa

Tiap bulan para pemegang saham dikasih laporan?

Maaf kebanyakan.

Jawaban 4 :

Tentang kerugian sudah di jelaskan akan menjadi tanggungan investor apabila pengelola sudah menjalankan kewajiban yang di bawah kuasanya berupa pengelolaaan dan pemasaran.

Namun kami sebagai pengelola berprinsip untuk tidak mengenal rugi, karena bila rugi tentu maka akan sangat merepotkan.

Maka itulah pentingnya skills bisnis dalam pengelolaannya.

Saham berbentuk seperti sertifikat.

Laporan bukan sekedar tiap bulan bahkan tiap hari para investor bisa mendapatkan laporan tentang : omset, pengeluaran, profit.

Laporan harian tersebut kami berikan tiap minggu.

Pertanyaan 5 :

Bagaimana coach kalau masa kontrak tempat habis tapi uangnya tidak cukup untuk lanjutkan?

Jawaban 5 :

Maka baiknya keuntungan tidak di bagi semua, ada laba yang di tahan.

Kami mengalokasikan 20% dari profit tiap bulannya untuk hal tersebut.

Kalau masih kurang maka bagi hasil bulan terakhir bisa dipakai tidak di bagi.

Pertanyaan 6 :

Coach. Langkah apa yang kita lakukan jika kita habis jatuh dari bisnis lama dan ingin memulai usaha baru lagi?

Jawaban 6 :

Saya pernah dalam kondisi ini.

Kita bisa belajar pada siroh , bagaimana aburahman bin auf ketika hijrah ke madinah tidak membawa apa2 tapi dalam waktu singkat bisa menjadi orang yang kaya raya.

Abdurahman bin auf datang kepasar menjualkan barang / kuda orang lain.

Pada waktu saya jatuh saya juga gak punya modal bahkan tanggungan hutang banyak, maka saya tidak menyerah fokus pada peluang menjualkan produk orang lain. Waktu itu saya menjual stempel, spandul, dll

Pertanyaan 7 :

Kalau invertor tidak mau membuat perjanjian krna percyax dan ridho diberikan berapapun hasil. Apa pihak penglola perlu buat perjnjian coach. In yg saya alami dan ke dua invertor saya tidak mau juga tanda tangn. Saya takut tidak amanah. Apa yang saya harus lakukan

Jawaban 7 :

Perjanjian tetap penting, lebih baik kita mau sedikit ribet di awal sehingga kedepannya lancar dari pada di awal gampangan tapi di perjalanan ribet.

Perjanjian adalah sebagai panduan/pegangan bila terjadi perselisihan.

Pertanyaan 8 :

Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan.

Sebelumnya perkenalkan, nama saya Maghfurin alumni PBI BT VII Semarang.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Bagaimana konsep dasar (hal-hal yang harus ada) dalam sebuah usaha secara global?
  2. Bagaimana langkah-langkah dalam membuat sistem perusahaan?
  3. Bagaimana cara membuat resep baku terhadap usaha (khususnya kuliner) yang kita tidak bisa melakukannya, akan tetapi kita tahu konsep bisnisnya?

Mungkin itu. Terimakasih atas jawabannya.

Jawaban 8 :

1.

Punya produk/ jasa yang unggul.

Punya team yang solid

Punya sistem operasional yang efektif dan standart

Punya sistem keuangan yang baik

Punya sistem marketing yang jitu.

Jawaban no. 2 dan 3 panjang, perlu kopdar.

Pertanyaan 9 :

Assalamu’alaikum wr wb

Muh Luqman-Barru Sulsel,

Alumni BT VII 7 Bulu Dua.

Syukron ilmu Coach Bams

3 bulan terakhir ini saya berbisnis Kambing dengan kandang darurat, melihat potensi, akhirnya saya kembangkan dengan mendirikan kandang yang lebih besar dengan kapasitas yang lebih banyak namun terkendala tambahan modal, pertanyaannya jika saya estafetkan dengan system syirkah, bagaimana perhitungan dana yang saya sudah keluarkan sebelumnya berhubung progress pendirian sudah menghabiskan puluhan juta dana pribadi/keluarga. Apa nominal biaya pribadi sebelumnya bisa dilebur menjadi saham dan ditambah dengan investor yg mau bergabung.?

Jawaban 9 :

Modal yang kita keluarkan kita hitung dl, setelah di hitung.

Modal itu bisa kita tarik atau bisa di satukan dengan modal baru.

Kalau di tarik berati kita full pengelola, sementara investor full modal.

Sementara kalau kita lebur, selain kita pengelola juga kita mendapat bagian dari modal yang ada (modal kita bisa di nilai perlembar atau prosentase)

Bisnis yang di tawarkan baiknya punya keuntungan yang menarik, jangan sampai investor di jadikan korban untuk usaha kita yg tidak baik.

Syirkah baiknya menawarkan kebaikan profit buat umat.

Bukan sebaliknya.

Keyakinan kita terhadap bisnis kita tidak akan melebihi keyakinan investor terhadap bisnis kita.

Maka anda harus yakin bahwa usaha anda betul-betul akan sukses.

Pengunjung juga mencari:

  • pertanyaan tentang syirkah
  • pertanyaan syirkah
  • pertanyaaan tentang syirkah
  • pertanyaan shirkah
  • pertanyaan sulit mengenai syirkah
  • pertanyaan tentang sirkah
  • pertanyaan tentang syitkah
  • petayaan syirkah
  • tanya jawab tentang syirkah

Leave a Comment