Upaya Mencegah Gizi Buruk Pada Anak, Nomor 4 Wajib Dipenuhi Oleh Ibu

Upaya Mencegah Gizi Buruk – Gizi buruk bukan hal asing lagi ditelinga kita. Bahkan beberapa wilayah di Indonesia sering ditemukan anak-anak ataupun orang dewasa yang mengalami hal tersebut. Nah, apa itu gizi buruk? Gizi buruk adalah suatu keadaan di mana tubuh kekurangan energi dan asupan protein tingkat berat. Hal ini disebabkan kurangnya mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Kasus kekurangan gizi bukan hanyak terjadi pada masa pertumbuhan, akan tetapi dapat terjadi ketika anak masih dalam kandungan. Ada banyak faktor yang menyebabkan gizi buruk. Terutama rendahnya ekonomi, sehingga daya beli terbatas. Dalam hal ini otomatis kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh akhirnya tidak terpenuhi.

Pemerintah harus serius dalam menangani masalah ini. Karena akan berdampak hilangnya generasi penerus bangsa jika hal ini terus terjadi. Selain itu juga ada baiknya orang tua harus ekstra mengawasi semua kebutuhan anak-anaknya. Karena jika terlambat, maka pertumbuhan anak akan terganggu dan tidak normal. Berikut upaya mencegah gizi buruk agar genarasi muda senantiasa sehat dan tumbuh kembangnya stabil ;

1. Mencukupi kebutuhan kalori

Upaya Mencegah Gizi Buruk

Upaya mencegah gizi buruk yang pertama adalah mencukupi kebutuhan kalori. Ya, masa pertumbuhan adalah masa emas anak, di mana organ tubuh sedang mengalami perkembangan. Kebutuhan kalori harus benar-benar tercukupi, karena anak akan membutuhkan asupan energi yang besar. Oleh sebab itu, kalori anak dapat dipenuhi dengan karbohidrat, lemak, dan gula yang seimbang. Sehingga anak selalu bertenaga di masa emas usianya.

2. Imbangi dengan buah dan sayuran

Sudah menjadi rahasia umum jika buah dan sayuran sangan baik untuk kesehatan. Bahkan buah dan sayur menjadi alternatif yang ampuh untuk seseorang yang sedang diet. Nah, ternyata sayuran juga dapat mencegah gizi buruk loh. Banyaknya kandungan vitamin, mineral, kalium, dan kandungan-kandungan lainnya yang sangat dibutuhkan tubuh membuat buah dan sayur mempunyai peranan penting ketika masa pertumbuhan. Untuk anak yang kurang menyukai buah dan sayuran, ada banyak alternatif lain yang bisa dicoba. Sudah banyak cara untuk mengkreasikan buah dan sayuran menjadi aneka olahan lezat yang disukai anak tanpa mengurangi nutrisi tentunya.

3. Rutin memeriksa kesehatan anak

Ketidakpekaan orang tua menjadi salah satu faktor terjadinya gizi buruk. Bisa saja orang tua terlalu cuek pada kesehatan anak, sehingga mengabaikan gejala-gejala gizi buruk yang ditunjukkan anak. Apalagi anak-anak memang rentan terhadap masalah kesehatan. Lalai sedikit saja, akan fatal sekali untuk pertumbuhannya.Jadi untuk orang tua harus rutin memeriksa kesehatan anak. Luangkan sedikit waktu. Setidaknya satu kali dalam sebulan dan akan lebih baik jika ditingkatkan lagi frekuensi seringnya.

4. Memberikan ASI eksklusif

Sekarang banyak sekali ibu-ibu yang lebih memilih memberikan susu formula pada anak-anak mereka dari pada ASI. Padahal ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.Karena ASI akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Akan tetapinbanyak yang beralasan sibuk bekerja sehingga tidak sempat. Sebaiknya ASI tetap diberikan hingga anak berumur enam bulan, kemudian baru dikenalkan dengan makanan-makanan lainnya sebagai selingan. Namun, seorang ibu harus menjaga pola makan dan asupan nutri sehingga ASI yang dihasilkan berkualitas dan membantu bayi agar tetap sehat.

5. Menjaga kebersihan lingkungan

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa hubungan kebersihan lingkungan dengan gizi buruk? Eits … jangan salah. Kebersihan lingkungan juga menjadi faktor kesehatan tubuh anak. Semua orang pasti tahu anak-anak suka sekali bermain. Nah, tempat beraktivitas anak juga perlu diperhatian. Lingkungan yang kotor akan menyebabkan kuman-kuman, virus, dan bakteri berkembang biak.

Sedangkan daya tahan tubuh anak belum sekuat orang dewasa. Tentu saja anak akan dengan mudah terserang penyakit dan kesehatan tumbang. Jika hal ini terjadi, maka nutrisi yang telah diberikan akan sulit diserap oleh tubuh dan akan menghambat pertumbuhan anak.

Selain lima upaya di atas, orang tua harus memberi nutrisi-nutrisi tambahan. Karena ketika masa bayi, kanak-kanak, dan remaja akan berbeda kebutuhan asupan gizi. Malah akan semakin bertambah besar asupan yang diperlukan disetiap fasenya. Nah, semoga upaya mencegah gizi buruk di atas dapat bermanfaat dan angka gizi buruk di dunia dan Indonesia semakin berkurang ya.

Leave a Comment