Lakukan Keenam Hal Ini Apabila Usia Pernikahan Kamu Ingin Awet

Ada sebuah video beberapa hari lalu saya tonton. Di sana ada dua orang sedang asyik bercengkerama. Suap-suapan. Satunya mengambil makanan, satunya lagi mengelap sisa yang masih tertempel di bibir. Duh, romantis banget, kan? Yang membuat begitu berkesan adalah adegan itu dilakoni oleh sepasang kakek nenek yang mungkin usianya sudah menginjak 80 tahun. Siapa yang tidak ingin coba?

Berikut akan saya share delapan tips simpel agar pernikahan tetap awet hingga tua. Banyak sekali orang yang berpikir bahwa sikap romantis seseorang akan membuat keharmonisan awet. Sebenarnya bukan itu. Memang benar romantisme akan membuat hubungan dengan pasangan menjadiblebih mesra, namun ingat, itu semua tidak akan bertahan lama. Lalu apa yang membuat lama? Jawabannya adalah kebiasaan. Yes. Dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan, itu insya Allah jauh lebih manjur dan akan lebih awet. Tidak percaya? Coba buktikan dengan lakukan delapan hal berikut.

  1. Jujur pada pasangan

Usia Pernikahan Awet

Ada cukup banyak kekurangan pada pasangan yang ingin sekali kita ubah, misalnya saja kebiasaannya yang membuat rumah kotor, tidak disiplin ataupun suka menaruh pakaian kotor di mana saja.

Hal tersebut kalau tidak dibicarakan secara jujur, lama-lama bisa menjadi bom waktu dan meledak. Nah, kalau sudah meledak, semuanya bisa kacau. Berkata jujur tidak akan mengurangi harga diri kita.

  1. Pupuk Kepercayaan

Mau Usia Pernikahan Awet? Lakukan Keenam Hal Ini

Saat kita tidak tahu mana hal yang benar dan mana hal yang salah, lebih baik jangan buru-buru menuduh. Berikan kepercayaan pada pasangan. Dengan begitu, pasangan akan lebih merasakan emosi cinta yang kita deliverykan. Apabila ingin pasangan melakukan hal yang Anda mau, jelaskan hal itu dengan baik. Jangan dengan mengatakan ‘Aku benci kalau kamu menaruh pakaian kotor sembarangan!’, tapi katakan saja ‘Aku akan sangat senang kalau kamu mau meletakkan pakaian kotormu di mesin cuci.’ Dengan pemberian kepercayaan dan penyampaian yang tepat, perasaan kita akan jauh lebih tenang.

  1. Ungkapkan apresiasi

apresiasi

Memberikan pujian pada pasangan kelihatannya sangat mudah, tetapi mayoritas pasangan sering lupa melakukannya. Dalam sebuah pernikahan yang bahagia, setidaknya pasangan mempunyai waktu untuk menyenangkan sebanyak 20 kali, mulai dari selalu saling tersenyum, memeluk ataupun hanya saling melihat. Setidaknya, beri pujian pada pasangan Anda tiga kali dalam sehari. Jangan hanya dengan mengatakan ‘Kamu ayah yang baik,’ namun jelaskan dengan lebih spesifik, misalnya seperti ‘Kamu sangat sabar pada saat mengajarinya Matematika, aku saja tidak mungkin bisa sesabar itu. Kamu benar-benar ayah yang hebat.’

  1. Beri yang terbaik

kasih yang terbaik

Pasangan yang tidak bahagia dengan mudah selalu bisa menemukan berbagai kesalahan dari pasangan mereka.  Saat Anda selalu berusaha mencari kekurangan pada pasangan, maka Anda dengan mudah akan menemukannya. Namun sebaliknya, apabila Anda berusaha menemukan sisi positif dari pasangan, maka Anda juga pasti akan menemukannya. Intinya, tergantung dari sudut mana yang paling Anda perhatikan. Sudut tersebutlah yang akan dapat menentukan kebahagiaan Anda.  Dan kabar baiknya kita selalu bisa memilih menjadi sisi terbaik.

  1. Mengulang masa lalu

masa lalu

Pernah nggak sih ngerasa kangen dengan momen momen tertentu? Nah,  pada saat merasa hubungan Anda mulai berada di titik jenuh, cobalah ulangi lagi masa-masa indah yangbpernah dilalui. Bernostalgia gitu deh. . Misalnya dengan keluar dan makan ditempat pertama kali Anda berkencan atau hal menyenangkan lainnya.

  1. Memaafkan

Memaafkan

Apabila pasangan tengah berantem atau ada konflik dengan orang luar, berikanlah dukungan sepenuhnya. Anda harus berada di sisi pasangan untuk selalu memberikan dukungan sepenuhnya. Saat seseorang memaafkan itu bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar, tetapi lebih kepada kita berhak berdamai dan berbahagia.

Leave a Comment