Value Vs Price

Jika anda di tanya tentang Harley Davidson dan anda menjawab itu “motor” maka anda masuk dalam kelompok “ordinary” atau manusia kebanyakan. Ngak enak memang membacanya atau menerima dikatakan begitu, namun benar itu kenyataan.

Anda akan heran dengan orang yang membeli Harley dan naik Harley. Harganya mahal, suaranya keras, mengendalikanya sulit, berat, tarikannya tidak kencang, namun Harley memang bukan motor, Harley ya Harley bukan motor.

Kalau motor untuk kendaraan tranportasi pilih saja Honda atau Yamaha, jangan Harley. \

Pengalaman mengendarai Harley adalah value life style yang hanya di nikmati segelitir orang. Karena itu perusahaan Harley akan bertahan seumur jagad selama mereka memberikan value “real man wear Black” lelaki sejati mengendarai Harley (kebanyakan berkaos hitam) . Karena itulah experience!

Ada lagi misalnya, Citilink meniru habis Air Asia. Mulai dari gaya busana, logo, iklan, gimmick hingga harga. Hanya cosporate colornya beda merah versus hijau saja yang membedakan. Namun image citra yang di bangun atas merek dagang nya tidak berhasil seperti Air Asia.

Mengapa? Kita bersama Air Asia, kita bukan menaiki “low Cost air flight” tapi kita mengasosiasikan diri kita sebagai “rebel” nya Tony Fernandez founder Air Asia yang bisa mendobrak ke kokohan MAS dan melawan Mahathir Mohamad punya pemerintahan otoriter. Toni Ferenadez bisa mendapatkan izin Singapore yang kaku dengan menggunakan strategi david and goliath dan terakhir bisa membuka jalur di Indonesia yang terkenal penuh dengan korup dan sulit di tembus. Semua Tony Fernandez lakukan dengan kekuatan media dan rebellious style-nya.

Untuk mendapatlkan izin terbang, 1 tahun di goyangnya Malaysia, 3 tahun Singapore di gempur dengan media, dan terakhir indoensia di gempurnya sehingga kita bisa menikmati low cost fare ini. Dan inilah mengapa kita memilih Air Asia karena “mewakili sisi liar” diri seseorang. Walau banyak yang tidak mengetahui cerita asli ini namun anda bisa merasakan vibrasi semangat air asia di crew nya, di iklannya, di Tony Fernandeznya. Vibrasi itu yang tidak ada di Citilink. Itulah kekuatan vibrasi pengalaman.

Jadi inti tulisan ini apa sih? yaitu ingin menyarikan bahwa dalam Value vs Price, customer harus di berikan experience diatas harapan-nya, pengalaman lain daripada yang lain . Jika anda sudah berhasil memiliki value seperti Harley atau value seperti air asia, maka loyalitas pelanggan di dapat dan ujungnya, profit anda peroleh. # Peace

MARDIGU – PEBISNIS

Leave a Comment