Bab 10 : Reseller Dilemma Dan Bagaimana Bitesbook Mensolusikannya

Jam ini mestinya jadwal tayang materi dari Coach Indrawan..
Jadinya Sy maju duluan karena beliau sedang sibuk prepare perhelatan akbar Asia Corporate Innovation Summit tanggal 29 November 2017..
Ajang berkumpulnya innovator di tingkat ASIA

Sudah lusa itu eventnya.. kalo belum pegang tiket..buruaaan…sudah last minute.

Kembali ke tema yg akan Sy ambil kali ini.. BitesBook dan Solusi pebisnis tentang reseller.

Tak bisa dipungkiri..Reseller memiliki peran yg luar biasa sebagai bagian dari rantai distribusi Anda.
Cobalah tengok statistik tentang share e-wallet atau digital money yg paling sering digunakan dalam sebulan terakhir.

Saya tertarik membandingkan dua e-wallet yang berumur paling tua atau si sulung dan si bungsu.
Telkomsel dengan TCash yg sejatinya lahir sejak 2006 nya harus mengakui secara telak keunggulan si bungsu..GO PAY yg sangat mendominasi. Padahal secara umur GO PAY ini masih muda banget, bau kencur nih anak..tapi sudah menguasai pasar dengan sangat gagahnya.

Apa yg membuat GO PAY begitu digdaya?
Jawabannya terlalu mudah ditebak..
Iyess.. Pertama..value dari emoney ini bisa dirasakan langsung dimanfaatkan langsung oleh penggunanya.
Pengguna GO JEK bisa merasakan potongan harga yg sangat signifikan jika pake GO PAY dibanding dengan bayar tunai.
Tipikal pelanggan pada umumnya yg secara psikologis tidak mampu untuk men-‘delay gratification’ sangat gampang termakan oleh teknik marketing seperti ini.

Looh itu kan RIBA karena bayar tunai beda dengan pake GO PAY?
Bukan expertise Say auntuk membahas dalam ranah agama..
Tapi Saya akan jelaskan dari sudut pandang marketing..

Discount atau potongan harga yg diberikan untuk pengguna GO PAY berasal dari Customer Acquisition Cost (CAC) yang mestinya akan tinggi jika menggunakan jalur marketing tradisional seperti ngiklan di TV, koran di portal berita dll..dia konversikan menjadi gimmick untuk merayu pelanggan untuk ikut menggunakan GO PAY.
Istilahnya daripada buat biaya marketing mahal-mahal aq kasiin pelanggan aja deh..selain pelanggan bisa dapat manfaatnya langsung mereka juga bisa jadi promotor GO PAY dengan Word of Mouth nya.

Sebenarnya ini gak jauh beda dengan beli micin sebungkus besar dapat mangkok gambar ayam jago..yg populer buat mangkoknya bakso dan mie ayam.
Bedanya kalo biaya marketingnya GO PAY untuk diskon pelanggan, kalo micin untuk dijadiin mangkok.
Reasonnya sama..itu CAC yg dikonversikan menjadi gimmick or hadiah..

Lanjut lagi kealasan ke dua kenapa GO PAY bisa melesat dalam setahun belakangan ini..

The power of RESELLER..
Kalo pernah baca tulisan Saya tentang ‘Put the horse before the cart’ nya Seth Godin pasti langsung ngeh maksud dari pernyataan Saya.
Maksudnya gini..

GO PAY dalam penetrasinya ke market di dukung oleh 350.000 RESELLER yg semangat sekali menjualkan produk ini..
Jadi abang-abang GO JEK ini dapat point tambahan jika mampu membujuk pengguna GO JEK bayar pake GO PAY..
Lagi-lagi ini adalah CAC yg dikonversikan menjadi insentif buat abang-abang GO JEK.

Gak heran jika mereka militan sekali nawarin GO PAY ini..

Nahh apa insigts yg bisa kita ambil dari sini..
RESELLER, distributor, agen memiliki peranan sangat besar untuk membantu penetrasi produk kita kepasar.
Karena mereka bukan hanya saluran untuk mendistribusikan barang kita..tapu juga promotor yg handal untuk ikut memasarkan produk kita.

Semakin banyak reseller akan mempermudah penjualan produk Anda, singkatnya meroketkan omset Anda.

Namun permasalahannya disini..
Menambah jumlah reseller juga sangat dilematis..
Artinya..
Kemampuan kita untuk mengurus reseller itu berbanding terbalik dengan peningkatan jumlah reseller..
Artinya jika Anda menaikkan jumlah reseller tapi tidak dibarengi dengan keseriusan Anda membina mereka maka engagement nya akan sangat rendah.

Okay katakanlah Anda punya 200 orang reseller..tapi ujungnya hanya tersisa 30-40 aja yg benar-benar aktif..
Sisanya ndak keurus..
Susah sekali bagi owner mengurus semua reseller yg terdaftar dengan sangat baik..
Pembinaan masih jauh dari maksimal..
Wajar..karena susah sekali mengukur level pemahaman reseller tentang materi-materi tentang Penjualan dan Marketing yang kita sampaikan..

Kita tidak tahu apakah mereka paham atau tidak dengan wejangan kita panjang lebar.
Dan susah juga mengontrol bagaimana ilmu yg sudah kita share mampu diterapkan oleh mereka di postingan-postingan sosial medianya..
Harus ada sebuah sistem atau platform yg bisa mengukur hal ini..

Terus apa kaitannya dengan BitesBook.. (bit.ly/bitesbook)
Nah BitesBook pada dasarnya diciptakan untuk mensolusikan hal ini..
Konsep BitesBook yg membagi materi-materi pembelajaran menjadi bentuk bite-sized atau gigitan-gigitan kecil bukan hanya untuk memudahkan dibaca dan dicerna.. tapi lebih dari itu..

Si pemilik platform mampu dengan mudah memonitor sejauh mana materi-materi pembinaan reseller dibaca oleh mereka..
Bahkan untuk memvalidasinya pemilik platform bisa mengirimkan QUIZ atau pertanyaan-pertanyaan kepada reseller untuk mengujinya..
Kemudian dibuat dalam sistem scoring..

Disamping itu materi-materi tulisan dan gambar untuk promo bisa dikirimkan Business Owner melalui platform ini kepada semua Reseller..
Jadi akan ketahuan mana reseller yg patuh..memposting materi-materi tersebut dan mana yg tidak..

Itu adalah sebagian dari fitur powerful BitesBook yg bisa dicustom sesuai kebutuhan Business Owner untuk membina dan memonitor aktivitas reseller-reseller mereka..

Tertarik untuk memanfaatkan fitur ini untuk pembinaan reseller Anda agar lebih maksimal..
Yuk kita diskusikan..

Semoga apa yg Saya sampaikan bermanfaat ya

Salam Sukses Mulia,
Sam Ipoel
bit.ly/bitesbook
Inbound Marketing Coaching Program
WA 08113400084

Leave a Comment