Kumpulan Cerita Seram dan Menakutkan Yang Buat Kamu Merinding

Cerita Seram dan Menakutkan – Jin adalah makhluk yang kasat mata yang tidak bisa kita liat dengan mata kita. Beruntung sekali orang yang tidak bisa melihat jin karena apabila kita bisa melihat mereka maka kita senantiasa akan dihantu rasa takut dan susah sepanjang hari. Apabila anda sedang bertemu jin atau makhluk astral lainnya, tegakkan jari telunjuk kemudian bacalah Bismillah, Allahu Akbar, kemudian arahkan jari telunjuk ke arah jin tersebut. Dengan Izin Alloh jin itu akan pergi.

Jangan pernah takut dengan jin, sesungguhnya mereka adalah makhluk lemah. Namun kita tak boleh meremehkan mereka, bagaimanapun juga usia mereka jauh lebih panjang daripada kita. Mereka diberikan hadiah khusus oleh Alloh untuk bisa hidup sampe hari kiamat. Senantiasa berlindung kepada Alloh dan ucapkan basmallah disetiap aktifitas.

Berikut ini akan kami sajikan beberapa cerpen horor, mistis dan seram yang dapat membuat adrenalin anda bermain. Semoga cerita singkat ini dapat memberikan efek positif kepada anda sebagai pembaca.

Cerita Seram dan Menakutkan

Cerita Seram dan Menakutkan
Cerita Seram dan Menakutkan

Judul: Penghuni Rumah Itu
Karya: Enda

Waktu menunjukan jam dua belas tepat. Entah kenapa hanya tengah malam aku bisa memainkan imajinasi liarku. Seperti ada bisikan yang meminta diri ini untuk terus melemaskan jari jemari ini dalam tus-tus keyboard. Kulirik sebentar rumah tua didepan rumah. Tempat itu terasa sangat menyeramkan.

Menurut cerita, ada orang pernah melihat penampakan aneh disana. Tak tahu apakah itu benar atau hanya sebuah mitos. Disini, aku baru saja pindah dua hari yang lalu bersama istriku. Sebelumnya tak ada yang berani tinggal di rumah sebesar ini. Tapi aku terpaksa pindah, lantaran rasa penasaran dan juga tugas sebagai penulis lepas membawaku kesini untuk mengungkap benang merah yang belum terurai.

Malam itu, hujan mengguyur dengan derasnya. Petir mengelegar bersahut-sahutan diatas sana. Langit hitam dengan kepekatannya menambah suasana mencekam. Ada pohon kamboja yang tumbuh besar di sebelah rumah itu, tinggi dan rimbun terlihat cukup besar untuk menyembunyikan kebenarannya.

Rumah itu berdiri megah dan kuat ditangan Pak Rosidi. Dia adalah pengusaha kontraktor yang sukses. Suatu hari saat pulang ke rumah, pak Rosidi mendapati sekawanan perampok masuk. Perampok itu menawan pak Rosidi berserta keluarganya yang ada didalam rumah dengan bersenjata.

“Kesini kamu masuk, cepat beritahu kami dimana kau simpan sertifikat rumahmu!” Kata salah satu perampok yang berbadan besar.

“Sa … saya tidak menyimpannya disini. Ampun pak jangan sakiti saya. Saya tetap mau hidup.” Kata pak Rosidi ketakutan.

“Grrr … cepat beritahu kami!!! Atau kau dan keluargamu akan mati!” Kata perampok yang satu lagi kali ini menodongkan pistolnya kearah keluarga pak Rosidi.

Lanjutan Cerita Seram dan Menakutkan

Cerita Seram dan Menakutkan
Contoh Cerita Seram dan Menakutkan

Pak Rosidi terperanjat. Namira si sulung, Diorne si tengah dan dua pembantu Ijah dan Katmi serta supirnya Tarso mereka semua terikat di ruang tamu. Mereka sudah dalam keadaan terikat dan lemas.

“Namira, Diorne, Ijah, Katmi, Tarso… ” pak Rosidi terlihat lemas melihat mereka tak berdaya. “Tapi dimana Dhimar? Anak bungsuku? Kalau Dona ibunya sudah jelas sedang di luar kota.” Batin pak Rosidi bertanya-tanya. Belum juga habis rasa penasarannya, dia dikagetkan oleh suara anak sulungnya Namira.

“Ayah….. jangan kasih tau ayah jangan. Mereka akan tetap membunuh kita jikapun kita beritahu dia ayah.”

“Aghh… banyak omong kau!” Kata si perampok yg ketiga.

“Sudah masukan saja mereka semua ke ruangan itu!” Perintah sang perampok yang menawan pak Rosidi menunjuk kearah kamar mandi sebelah ruang tamu.

Dengan segera kedua perampok menyeret mereka semua ke lorong sempit. Serentak mereka teriak.
“Tidak… tidak… jangan… tolong ayah… tolong!!”

Tidak lama kemudian, anak-anak pak Rosidi berserta dua pembantu juga supir mereka sudah masuk ke ruangan berukuran 4 x 4 meter. Ruangan itu cukup sempit dan hampa tanpa celah udara didalamnya. Mereka disekap. Sementara pak Rosidi masih menjadi tawanan mereka. Dia memang sengaja dibiarkan begitu saja melihat pemandangan keji itu didepan matanya sendiri. Sebutir air mata akhirnya jatuh dari celah dinding bola matanya. Pak Rosidi tak kuasa menahan dorongan tangis yang menyiksanya. Dia akhirnya angkat bicara.

“Ampun… jangan bunuh saya dan anak-anak saya. Saya akan beritahu apa yang kalian mau tapi saya mohon lepaskan anak-anak saya.”

“Hahahaha…. Apa yang kau katakan?”
“Kau pikir kami bodoh?”

DOOR!!!

Satu tembakan melesat diudara.

Part 2 Cerita Seram dan Menakutkan

Kumpulan Cerita Seram dan Menakutkan
Kumpulan Cerita Seram dan Menakutkan

Aku segera berhenti mengetik. Hanya itu yang aku tahu tentang keluarga pak Rosidi. Setelahnya terpampang di surat kabar tentang berita pembunuhan tragis di rumah itu. Mereka semua mati terbunuh.

Setelahnya beredar kabar pula bahwa Dona istri kedua pak Rosidi beserta ketiga kawanan perampok itu juga mati di rumah ini. Tetapi kau tau, yang mengejutkan adalah Dhimar dinyatakan sebagai tersangka otak pembunuhan tragis di rumahnya sendiri. Dia dinyatakan menghilang setelah kejadian itu.

Tiba-tiba suara petir mengagetkanku.

GLEGEERRR!!!

“Astagfirullahalazim”

Seketika lampu padam. Terdengar suara teriakan dari bilik kamar. Istriku Maya.

“Ayaahh…..”

“Sayang kamu kenapa?”

Tapi kemudian suara itu tak mudah tuk dikenali lagi.

“Aku bukan Maya!”

“Loh, lalu kamu siapa?” Kemudian dengan segenap keberanian aku berusaha mencari lampu emergency tak jauh dari tempat tidur. Betapa terkejutnya diri ini saat mendapati dia bukan seperti Maya yang ku kenal. Matanya melotot tajam. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi pucat kehitaman. Sungguh menyeramkan!

“Astagfirullah, istriku kesurupan!” Dia melotot ke arahku. Bulu kuduk ini mulai meremang. Jantung berdegub lebih kencang dari biasanya.

“Aku Namira… penghuni rumah itu.” Suaranya melemah, jari tengahnya menunjuk kearah rumah pak Rosidi.

“Tolong.. tolong aku.. tolong cari keberadaan Dhimar.”

“Temukan dia secepatnya!”

Lanjutan Cerita Seram dan Menakutkan

Contoh Cerita Horor
Contoh Cerita Horor

Dia melotot kehadapanku lebih tajam. Mencengkram pundak ini kuat-kuat. Aku mematung seakan diri ini terhipnotis oleh tatapan matanya yang besar dan aku pun tak sadarkan diri.

DOORR!!

suara itu terdengar jelas ditelingaku. Aku melihat pak Rosidi terkampar lemas. Tetapi kemudian dia bangkit dan merebut senjata yang menembaknya.

DOORR…. DOOR… DOR!!

Suara tembakan itu kembali melesat diudara. Secercah darah segar mengucur disana. Kulihat ketiga pemuda yang menawannya tewas setelah tiga kali tembakan meluncur.

Pak Rosidi masih bisa berusaha membebaskan keluarganya yang tersekap di kamar mandi. Ada anak kecil disana yang juga turut serta membantunya. Tapi kemudian terdengar suara dari arah yang berbeda.

“Kurang ajar, kau ingin berusaha menggagalkan rencanaku! Kau tidak akan bisa mas! Kau harus mati!”

“Dona…”

“Ibu… ”

“Jadi ini semua rencanamu?”

“Tidak usah banyak omong kalian. Kalian semua harus mati! Sudah lama aku menunggu kematian kalian, kamu… kamu… harus mati!

Lanjutan Cerita Seram dan Menakutkan

kumpulan cerita horor nyata
kumpulan cerita horor nyata

Pak Rosidi dan anak kecil itu tergidik mendengar ucapannya. Dona mulai menghantamkan pisau kearah pak Rosidi, tapi anak kecil yang sama berusaha menghalangi niat jahatnya. Dia memelintir tangannya hingga pisau terjatuh. Tetapi kemudian, benda tajam itu diraihnya kembali. Sesegera mungkin dia langsung menghunuskan tepat di jantung pak Rosidi. Dia akhirnya tewas percis dibalik pintu kamar mandi tempat anak serta pembantu dan supirnya disekap. Anak kecil itu didorongnya kuat kuat hingga jatuh tersungkur lantai dan tak sadarkan diri.

Hari mulai cerah, aku mulai tersadar bahwa aku dan istriku kini berada ditempat yang asing.

“Loh dimana ini?”

“Kamar mandi itu.”

“Berkas darah itu.”

“Tidak… ini tidak mungkin!” Aku menutup kedua mata ini sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Yah, tempat apa ini?” Kali ini istriku yang kebingungan.

“Aku gak tahu mah, yang aku ingat semalam kamu kesurupan roh salah satu penghuni rumah ini, aku seperti terhipnotis dan tiba-tiba kita berdua sudah berada dirumah ini.”

“Tapi ini rumah siapa yah?”

“I…ini.. rumah pak Rosidi.” Jawabku ragu-ragu.

“Apaa… ?? bagaimana bisa kita ada disini yah.”

“Aku mu pulang ke rumah ibu pokoknya aku mu pulang.”

“Tunggu… kataku sambil menggenggam tangannya. “Apa kau tidak dengar suara tangisan itu?”

“Ya.. aku dengar. Tapi aku tidak mau tau, aku mau pulang pokoknya titik!”

“Ya tapi tunggu dulu mah, kita harus menyelesaikan semuanya.”

“Menyelesaikan apa maksudmu?”

“Mencari Dhimar!”

“Dhimar itu siapa?”

“Nanti akan kuceritakan. Sekarang kamu ikut aku dulu. Ayo!!”

Part 3 Cerita Seram dan Menakutkan

Kumpulan Cerita Mistis Seram
Kumpulan Cerita Mistis Seram

Kami melangkah menuju kearah dimana suara itu berasal. Hingga aku dan istriku mendapati seorang anak kira-kira berumur sepuluh tahun di kamar dekat ruang tamu itu.

“Siapa kamu?” Tanyaku.

“Kau yang siapa?”

“Jangan berani mendekat!”

“Pergi kalian dari hadapanku!”

“Jangan sakiti aku, jangan sakiti keluargaku. Pergii!!!” Teriaknya histeris.
Dilemparkannya bantal-bantal kusam kearah kami.

“Sudah yah, kita pergi saja dari rumah ini.” Kata istriku ketakutan.

“Tunggu dulu mah, sabar… ”
Aku masih ingin mencari tahu tentang Dhimar. Kulihat sebuah figura terpajang tepat di dinding kamar itu. Sebuah foto keluarga. Terlihat keluarga pak Rosidi, istrinya, dan ketiga anaknya.

“Itu Dhimar!!” Mataku terbelalak ketika menyadari bahwa yang di kamar itu Dhimar anak pak Rosidi yang dinyatakan menghilang.

Kini dia terlihat berbicara sendiri tapi seperti berbicara dengan seseorang.

“Apa.. kau Dhimar?” Tanyaku penasaran

“Darimana kau tahu namaku? Apa kau suruhan ibuku? Iya!!” Bentaknya.

“Pergi kalian… pergiii..!!”

“Ayah.. apa benar dia akan menolongku ayah?”

Lagi-lagi dia berbicara sendiri. Tapi kemudian dia menyerahkan sebuah ponsel kepadaku.

“Ini.. kau lihat sendiri bukan aku yang bersalah tapi ibu! Dia yang membunuh ayah berserta saudara-saudaraku yang lain. Bukan aku! Aku tidak bersalah! Bukan aku!”

Dengan ragu aku dan Maya membuka rekaman yang ada di ponselnya. Terlihat Dona memoles berkas darah di baju Dhimar dibuatnya dia tertunduk memegang pisau di dadanya ayahnya. Kemudian ia mengitar, tak lama dia keluar berlari membawa map besar dari rumahnya.

“Jadi Dona masih hidup?” Tanyaku.

Dhimar hanya menunduk.

“Kalau begitu kau ikut kami.”

“Tidak… tidakk.. tidak mau…”

“Ayoo!” May, ayo bantu aku menyeret dia keluar dari sini. Kita bertiga harus keluar dari sini Dhimar. Kita harus bawa bukti ini ke polisi.” Lanjutku.

Akhirnya, Aku, Maya, dan Dhimar pergi keluar dari rumah itu. Kami langsung menuju ke kantor polisi untuk mengungkap kebenarannya. Melalui bukti yang ada diponsel Dhimar, dua minggu setelahnya, Dona akhirnya terbukti bersalah dan dihukum seumur hidup. Sementara Dhimar harus masuk ke ruang rehabilitasi karena diduga terkena gangguan jiwa.

Sesekali, aku bersama Maya menjenguk Dhimar di rumah sakit jiwa. Dia masih terlihat berbicara sendiri. Tertawa sendiri, menangis kemudian. Menurut pengakuan dokter, dia menderita trauma yang terlalu dalam hingga berhalusinasi. Tapi aku seperti melihat Dhimar benar-benar tidak sendirian. Disana terlihat seperti ada pak Rosidi, Namira, Diorne, Ijah, Katmi, dan Tarso didekatnya. Namun mereka terlihat bahagia.

 

Leave a Comment