Kumpulan Cerpen Anak Sekolah Saat SMA [ Kisah Lucu, Romantis, Cinta ]

Cerpen Anak Sekolah – Banyak sekali kisah ketika saat masih duduk di bangku sekolah smp dan sma. Kisah yang teramat sangat masih terngiang biasanya kisah pada saat sedang jatuh cinta pada seseorang, kisah saat menjalin persahabatan atau bahkan kisah cinta saat sedang menjabat di Osis. Kisah tersebut biasanya tak terlupakan karena pada fase itu kita sedang berada di posisi remaja yang terkadang alay.

Untuk mengekspresikan kisah tersebut, ada beberapa cerpen yang diantaranya mungkin pernah anda alami juga saat berada di lingkungan sekolah. Berikut cerpennya, ambil positifnya aja ya gaes, yang negatip buang jauh-jauh ahh. ^^

Cerpen Anak Sekolah

Cerpen Anak Sekolah
Cerpen Anak Sekolah

Matematika dan Kamu Satu
Karya : Fitri Indahyani

Pada suatu hari, aku bertemu dengan guru matematika. Pertemuan itu terdiri atas 3 orang. Aku,Andi dan guru matematika. Kami bertemu diteras kelas, pertemuan itu membicarakan tentang lomba matematika. Di mana, Aku dan Andi terpilih untuk mewakilkan sekolah di perlombaan matematika.
“Andi” ,dia adalah orang yang pernah aku cintai selama bertahun-tahun. Ya, tentunya hal ini membuatku sedikit gugup dan kaku karena aku takut jatuh cinta lagi kepadanya. Aku telah lelah mencintainya, yang tak pernah mencintaiku. Aku rapuh selalu menyaksikan perjalan kasihnya dengan orang lain.

Aku dan Andi selalu dipertemukan dalam keadaan-keadaan yang selalu memaksaku untuk bersama-sama dengannya. Walau pada saat itu pula aku menikmati setiap rasa sakit hati dan juga kehangatan cinta karenanya. Tapi apa dayaku, aku hanya bisa menerima keadaan itu. Keadaan yang menjadikan kenyataan sebagai pemeran utama.

Bagaimana tidak, aku dan Andi selalu terlibat dalam keadaan-keadaan yang erat kaitannya dengan pengabdiaan kami kepada sekolah. Seringkali kami terlibat dalam kerjasama, diskusi dan kegiatan-kegiatan Di Sekolah. Misalnya diskusi kami bersama guru, kerjasama dalam kegiatan OSIS(Dimana aku dan Andi adalah bagian dari OSIS), kegiatan-kegitan lomba dan acara-acara sekolah.

Lanjutan Cerita Cerpen

Cerpen Anak Sekolah
Cerpen Anak Sekolah

Keterbiasan aku melewati hari-hari bersama Andi, memang menyisakan kenangan-kenangan yang paling berkesan. Rasanya tidak asing lagi kami bersama-sama. Apalagi setiap ada moment terindah bersamanya hal itu membuatku semakin jatuh cinta padanya. Aku juga terbiasa menikmati rasa sakit hati karena cemburu.

Aku masih selalu teringat masa-masa dimana terkadang dia menjadi imamku dalam shalat. Masa-masa itu selalu membuatku senyum-senyum sendiri dan berkhayal hidup abadi bersamanya. Hal itu selalu membuatku bermimpi berharap ia akan menjadi imamku kelak nanti. Apalagi dia adalah orang pertama yang membuatku jatuh cinta. Semua kebersamaanku dengannya,memang membuatku semakin sulit melupakannya dan semakin aku berusaha melupakannya justru bayangnya selalu menarikku kembali padanya.

Perasaan yang telah hinggap lama untuknya dihatiku. Telah sekian lama pula mengunci pintu hatiku untuk pria lainnya. Namun, lain halnya ketika aku dipilih untuk mengikuti lomba matematika bersamanya. Pada saat itu, aku telah berpindah kelain hati. Tapi bukan berarti masalah selesai. Masalah yang ada justru lebih rumit. Bagaimana tidak, justru kini aku bukan hanya berusaha menahan perasaanku. Karena pria yang aku cintai kini, juga harus menahan perasaannya.

Lanjutan Cerita Cerpen

Cerpen Anak Sekolah
Cerpen Anak Sekolah

Kini aku mencintai orang baru, orang yang cukup asing bagiku. Bukan tidak mungkin, aku dapat berpaling kembali kepada Andi. Hal ini yang sangat aku takutkan. Aku sangat takut sekali, karena aku tengah memperdalam kenyamananku bersama pujaanku kini. Keadaan ini membuatku dilema berat. Dilema yang banget…..banget. Aku bingung banget mengambil keputusan antara hati dan mimpi.

Mimpi indah yang telah bersemayam sekian lama dalam anganku. Mimpi itu telah menjadi targetku bertahun-tahun. Ya,kini aku harus dipusingkan pada kondisi yang sama-sama berarti untukku dan sama-sama sulit untuk dilepaskan. Keputusan yang harus aku ambil bukan hal yang mudah. Keputusan itu,akan merenggut kegalauan dalam jiwaku. Bagaimana tidak, keputusan yang aku ambil dalam dua pilihan ini sama-sama akan mengujiku untuk mengorbankan perasaanku.

Aku tidak tau seperti apa dan bagaimana langkahku dalam mengambil keputusanku. Aku mundar-mandir membulak-balikan cahaya yang berkelap-kelip indah pada kedua bintang hatiku. Aku tertimbun debu ketakutan,aku tertampar cambuk qalbu dan aku tersayat bayang-bayang pahitnya resiko pilihan yang ada. Selimut sedu menyelimuti kekelaman tidurku melalui dingin yang mewakili kehambaran suka cita yang ingin keluar dan terbang bebas dari sangkar kegalauan.

Lanjutan Cerita Cerpen

Cerpen Anak Sekolah
Cerpen Anak Sekolah

Aku mengerti hatinya, sang kekasih hatiku. Wahai pujangga, aku tak mungkin membiarkan benih asmara yang kita tanam pupus begitu saja dan berujung pada kesia-siaan cinta. Aku juga tidak akan diam begitu saja menyaksikan awal mekarnya bunga-bunga cinta yang mulai menyisipi rasa batinku dan menarik hasrat asmara dengan aroma keharuman rona-rona kasih menjadi korban bualan emosi.

Apalagi kamu juga takut aku berpaling lagi pada Andi, karena kamu tau dia adalah orang pertama yang membuatku jatuh cinta. Namun,aku juga tidak bisa melepaskan benang mimpi yang telah mengikatku sekian lama penuh harapan dan menemaniku menjalani abu-abu kehidupan. Karena Matematika telah mendarah daging dalam diriku dan matematika pula yang selalu menciptakan kebahagian dalam setiap kondisiku. Kini aku tengah dituntut untuk membuktikan kecintaanku pada matematika dan kamu.

Lanjutan Cerita Cerpen

Cerpen Anak Sekolah
Cerpen Anak Sekolah

Kebingungan ini membuatku bertanya-tanya dan mencari jawaban pasti. Aku bertanya pada hamparan karang yang terus berpijak pada debuk ombak. Menakjubkan, hasrat keindahan yang ada pada karang itu dan menarikku untuk terus menatap keindahan itu. Karang yang terus menerus terkikis air dan menjadi objek pentalan gemuruh ombak.

Namun, pada akhirnya keterbiasaan karang menghadapi hadangan-hadangan yang mengancam keindahannya justru semakin lama semakin keterbiasaaan itu membuat hadangan tersebut menjadi penyempurna keindahannya. Yang bersama menciptakan keindahan yang berirama. Dengan riuhnya debuk ombak, seraya menghiaskan melodi sahdu pada bentangan meronanya karang.

Lanjutan Cerita Cerpen

Cerpen Anak Sekolah
Cerpen Anak Sekolah

Pertanyaan-pertanyaanku melalui alam, telah menyentilku dengan satu kunci. Yakni kesabaran. Dengan kesabaran kita akan memetik hasil yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta. Namun, aku tidak berhenti dalam satu langkah kesabaran. Akupun bertanya kembali kepada sahabatku, agar aku tahu seperti apa dan bagaimana aku mengatasi perasaanku. Karena bagian ini juga sangat penting dalam pemilihan Matematika dan cinta. Aku mulai bertanya-tanya pada sahabatku.

“Sob,aku bingung banget disatu sisi aku sudah lama mengharapkan untuk lomba matematika, tapi dilain sisi aku juga tidak mau menyakiti ataupun melepaskan dia”.Gurauku.

“Mending jalani dua-duanya, tanpa harus memilih salah satunya dan tidak akan melepaskan salah satunya”Jawabnya.

“Tapi…kan kamu tau, aku takut kalau dengan aku ikut lomba matematika, itu akan membuuatku berpaling kembali pada Andi”. Keluhku.

“AHAHA….Kamu ribet banget si, apa jangan-jangan kamu tidak yakin sama perasaan kamu sendiri ya sob. Emmm….aku mengerti keadaanmu, tapi bukankah ada hal lain dari sekedar memilih?”Jawabnya.

“Wahhh….Apa??….Apa emang?” Ungkapku (penasaran).

“Yakini perasaanmu dan yakinkan pasanganmu bahwa perasaanmu akan tetap utuh untuknya. Ehemm….mudah kan?”Jawabnya.

“WOWW……makasi banyak ya sob, aku bersyukur punya sahabat seperti kamu,emmuahhh.”Ungkapku (Bahagia banget sambil memeluknya).

“Emmmm … .namanya juga sahabat, santai aja sob.”

Lanjutan Cerita Cerpen

Cerpen Anak Sekolah
Cerpen Anak Sekolah

Kini ku temui dua langkah pasti, yakni kesabaran dan keyakinan. Kini kucoba memberi suatu pemahaman dan pengertian pada kekasihku. Akupun menjalani kedua-duanya dengan kesabaran dan keyakinan. Aku bersyukur dan amat bahagia mendapatkan seorang kekasih yang pengertian dan menghargai juga setuju dengan keputusanku. Aku tidak bingung lagi dan kini aku dan kekasihku menghadapinya bersama-sama, demi menyatukan keduanya.

Kini aku dan kekasihku justru semakin dekat dan menikmati kekompakan dalam menghadapi semua ini. Kehangatanpun menyelimuti kami dengan dekapan asmara. Hari-hariku saat belajar untuk lomba, selalu ditemani olehnya. Walau sekedar melihat-lihat dan duduk didekatku. Apalagi aku bersyukur dan kagum kepada dia. Dia sangat pengertian dan mendukungku sepenuhnya. Dia rela sama sekali tidak kontekan sama aku dan mendukungku untuk melakukan yang terbaik dalam lomba matematika. Aku bersyukur sekali akhirnya dari pergulatan panjangku berujung pada keindahan yang luar biasa.

Leave a Comment