contoh cerpen bahasa indonesia

Kumpulan Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan, Cinta, Dll

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia – Berikut ini adalah kumpulan cerita pendek yang menceritakan berbagai kisah dan hikmah. Diantaranya Contoh cerpen singkat persahabatan, liburan, percintaan, pendidikan dan lain-lain. Ide-ide segar yang dituangkan dalam artikel kali ini bisa kamu jadikan refrensi yang bisa kamu tuangkan dalam cerpen yang kamu buat.

Tentunya kami tak hanya ingin anda dapat menikmati tulisan ini saja, melainkan anda dapat mengambil pelajaran dari setiap artikel yang kami buat. Kami berharap anda dapat mengambil pelajaran yang bernilai positif saja yang bisa anda tularkan disekitar anda. Selamat membaca dan selamat menikmati

Kumpulan Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

contoh cerpen bahasa indonesia
contoh cerpen bahasa indonesia

Judul: “Dimensi Rasa”
Oleh: Lailatul Hanik Wahyu Oktafia

Ada sebuah kisah pengakuan yang akan ku tuliskan disini. Tentang dia yang terlebih dulu menemukannya namun terlambat untuk mendapatkannya. Tentang dia yang merangkai kisah namun tak mampu menguraikannya. Tentang dia yang mahir merangkai kata namun bisu dihadapannya. Tentang dia yang ku kira seribu kali lebih besar rasanya namun beribu kali lebih lamban mengakuinya. Yaa,,, kisah ini hanya akan berkisah tentang dia, dia dan hanya tentang dia.

Aku hanya seorang gadis biasa dan mungkin sangat terlalu biasa hingga rasa yang aku rasakan ku anggap sebagai hal yang sangat biasa. Yaa, mungkin itu dahulu sebelum waktu membawaku dalam dimensi rasa yang berbeda, rasa yang ku kira biasa ternyata sangat tak biasa bahkan lebih dari hanya sekedar sangat tak biasa. Rasa yang ku bangun atas dasar biasa, atas dasar biasa yang kemudian sangat tak biasa itu bermula ketika kali pertama aku berada dalam dimensi waktu yang baru ku kenali. Dimensi waktu yang mempertemukanku dengannya.

Ku kira dia hanya manusia yang sama dengan yang lainnya, pria yang sama dengan pria lainnya dan benar karna dia memang hanyalah pria biasa. Yang membuat pria itu menjadi tak biasa adalah saat kali pertama aku bernafas dalam ruang yang sama dengannya, berfikir tentang hal yang sama dan berbincang dengan topik yang sama dengannya. Hanya sekedar itu yang membuatku seolah menemukan dimensi waktu yang berbeda ketika bersamanya. Aku menyebutnya Dimensi Rasa.

Jangan tanyakan padaku bagaimana rasanya bertahan jika tak kau punyai waktu yang begitu luang karena aku pasti akan mendefinisikan bertahan dengan sangat panjang dan jelas, karena aku memiliki pengalaman bertahan yang sangat cukup lama, terlebih saat bertahan dengan Dimensi Rasa ku terhadapmu. Disaat gadis lain memiliki kisah bertahan dengan pasangan mereka, entah bertahan ketika sang kekasih mendua, bertahan ketika muncul ketidak cocokan maupun bertahan ketika mendapati ada seseorang yang lebih indah dari pasangan yang dimiliki. Berbeda dengan ku yang bertahan dalam Dimensi Rasa tak berujung. Menunggumu yang tak sepantasnya aku tunggu, bertahan merajut rasa untukmu yang ku tahu betul ada rasa lain yang telah kau punyai.

Lanjutan Cerpen

kumpulan cerpen bahasa indonesia
kumpulan cerpen bahasa indonesia

Tidak hanya sekali aku menghadirkan dia yang lain dalam Dimensi Rasa ku namun entah apa pasalnya hingga hanya ada kamu yang tetap bertahan lama dalam ruang Dimensi Rasa ku. Akankah benar jika hanya kamu pusat Dimensi Rasa itu?. Padahal antara aku dan kamu kurasa sangat jelas berbeda. Namun ku rasa aku mengabaikan perbedaan itu dalam waktu itu. Hingga hari itu datang.

Masih sangat segar dalam ingatanku ketika Institusi tempat kita belajar membawa kita studi ilmiah dan kebetulan juga ada kesempatan untuk sejenak menikmati suasana pantai. Entah apa yang mengawalinya di saat itu aku tak ingat betul, yang ku ingat adalah saat aku menggosok-gosokkan kedua tanganku yang kedinginan tetiba kau memintaku menengadahkan tanganku yang kau katakan kau akan memberiku sesuatu dan sangat tak ku sangka ketika saat itu kau mengenggam tanganku dan masih jelas ku dengar katamu “Aku akan selalu menghangatkanmu seperti ini” sejenak aku terpaku dan sepersekian detik aku segera menarik tanganku, namun beberapa saat kemudian kau mengucapkan hal yang sama. Aku terpaku, melihatmu tersenyum namun bukan senyummu yang membuatku terpaku, kata yang kau ucapkan lah yang membuatku terpaku. Aku hanya mampu tersenyum menaggapi ucapanmu itu, dan kita beriringan menuju bibir pantai setelah sebelumnya menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Pada saat itu lah, saat banyak dari orang yang ada di sekitarku berbahagia menerjang ombak, saat aku masih terpaku dengan ucapanmu, ada seorang gadis yang aku kenal tengah mencari keberadaanmu. Lalu tak lama setelah itu ku dapati kau dan dia bergandengan tangan, berlari kearah ombak dengan senyum riang. Dan kata itu, kata yang dia ucapkan, kata yang menunjukkan kedekatan kalian “kakak” yaa… dia memanggilmu dengan sebutan itu “kakak”. Seketika luluh lantah rasa yang sejenak tadi kurasakan, baru ku sadari bodohnya aku yang menganggap apa yang kau lakukan sebagai Sesuatu yang berbeda, mengapa sedari awal tak ku sadari dengan sifat dan sikapmu yang begitu mudah akrab terhadapku mengapa menutupi kemungkinan kau juga mudah akrab terhadap orang lain? Mengapa tak kusadar sikapmu yang begitu hangat juga kau berikan kepada setiap orang? Bodohnya aku yang baru saja menyadari tentang Dimensi Rasa yang menelusup namun tak ku sadari kepada siapa rasa itu terpaut.

Lanjutan Cerpen

contoh cerpen bahasa indonesia
contoh cerpen bahasa indonesia

Detik itu pula dipantai itu aku menyadari betapa aku tak benar-benar mengerti tentang rasaku. Butiran bening mulai menelusup dari celah-celah mataku yang dengan cepat ku hapus. Masih ku ingat pula di pantai itu kau menghampiriku dan berusaha membawaku ketengah pantai, berusaha membawaku berlari melawan ombak dengan menggandeng atau mungkin menarik tanganku yang dengan cepat ku tepis dan menggelengkan kepala sebagai isyarat penolakanku. Kau terlihat masih berusaha membujukku namun aku tetap bersikukuh untuk bilang tidak. Hingga kau menyerah dan mengatakan “tak baik melamun” lalu kemudian berlalu. Melamun? Apa kau memperhatikanku ? ahh ku rasa hanya kebetulan kau melihatku seperti itu.

Terbesit dalam fikirku, apakah kau tahu sehari setelah hari itu adalah hari ulang tahunku? Hari yang pada awalnya kuharapkan kau menjadi suatu yang akan membuat hari itu berbeda dan ternyata memang kau membuatnya berbeda.

Tahun pertama aku merayakan hari kelahiranku di tanah rantau membuatku berharap akan sesuatu yang istimewa, dan kau membuatnya istimewa. Teringat dalam ingatanku bahwa aku menangis sejadi-jadinya mencurahkan kebodohanku atas rasaku ketika seorang yang berharga dalam hidupku menelfonku, memberiku ucapan panjang umur. Dan kau lah yang membuatku menangis karena Dimensi Rasa itu yang ternyata salah. Hingga dalam detik itu juga aku bertekad untuk menghapus Dimensi Rasa itu lebih tepatnya menghilangkanmu dari Dimensi Rasa ku.

Lanjutan Cerpen

contoh cerpen bahasa indonesia
contoh cerpen bahasa indonesia

Masih dalam Dimensi Rasaku. Ditahun berikutnya Tahun kedua ku berada di tanah rantau. Masih sangat jelas dalam ingatanku ketika aku membunuh setiap rasa yang terus muncul terhadapmu. Percobaan pembunuhan itu ku rasa semakin berhasil ketika ku tahu ada yang telah memiliki rasamu. Bukan dia yang Tahun lalu memanggilmu “kakak” namun dia yang ku kira memiliki rasamu itu adalah dia yang pasti memiliki arti mendalam untukmu. Jelas aku tak dapat mendefinisikan bagaimana dia, karena setiap aku melihatmu dengannya maka ada bagian dari Dimensi Rasaku yang terluka.

Maka sejak itu semakin ku keraskan usahaku untuk membunuh setiap rasa yang ada. Bagaimana mungkin aku memiliki Dimensi Rasa untukmu jika kamu telah masuk dalam ruang rasa orang lain? Bagaimana mungkin masih bisa aku merajut rasa terhadapmu yang sangat jelas telah memilki rajutan indah bersama yang lain? Ya, memang tak ada satupun orang yang tahu tentang kau yang memiliki ruang dalam Dimensi Rasa ku. Mana mungkin mereka akan berfikir tentang kemungkinan itu apabila setiap kali kita berbincang pastilah ada nada kekesalan disana entah itu berawal dari aku entah dari dirimu. Mana mungkin ada yang menyadari rasaku ketika aku benar-benar menyembunyikannya hingga mereka mengatakan bahwa kita sama sekali tak pernah akur dari satu sisi namun akur dalam sisi yang lain.

Aku dan kamu. Ya, aku dan kamu ketika kita saling menyapa entah apa dasarnya dalam apa yang kita ucapkan seolah saling memancing perdebatan namun ternyata aku menyukai itu, aku menyukai perdebatan konyol denganmu itu. Tanpa ada yang tahu. Mungkin. Ketika kita berkomunikasi melalui sms maupun media sosial seolah kita sangat dekat dan kamu seolah sangat mengerti dan tak seperti saat kita berjumpa. Kita seolah saling memahami.

Lanjutan Cerpen

contoh cerpen bahasa indonesia
contoh cerpen bahasa indonesia

Dimensi Rasa ku dalam Tahun keTiga ku ditanah rantau. Tahun terberatku ada dalam tahun ini. Tentang Dimensi Rasa ku terhadapmu aku rasa telah sangat pandai menyembunyikannya hingga yang ku tahu sampai detik ini tak ada yang tahu tentang Dimensi Rasa itu. Bahkan aku rasa kau pun sama sekali tak menyadarinya. Ada satu hal yang sangat tak pandai dalam diriku. Saat berbincang denganmu Dimensi Rasa yang telah ku kubur ternyata sedikit tersingkap kembali. Ada desiran nyaman yang menelusup masuk disana. Entah apa pasalnya seolah aku berusaha untuk membuatmu mengerti bahwa aku peduli, bahwa aku mengerti, hingga terlalu sering aku tak pandai menolak dengan benar apa yang kau butuhkan.

Dalam tahun terberatku ini, ada banyak hal yang membuatku terluka. Banyak hal membuatku terjatuh, banyak hal membuatku menyerah. Aku pun termasuk berhenti mengharapkanmu untuk menyadari Dimensi Rasa ku dan berganti ingin dekat denganmu untuk menjadi bagian dari orang yang berarti dalam setiap kenanganmu namun bukan dalam Dimensi Rasa. Setiap kali aku telah merasa berhasil membangun benteng-benteng agar pintu Dimensi Rasa untukmu tertutup rapat dan benar-benar rapat, kau seolah menghancurkannya dengan hadir dalam waktu dimana aku tengah membutuhkan pertolongan.

Jika aku lebih melihat kembali, kau bukan seorang pria yang pandai atau memiliki sesuatu yang dalam pandangku istimewa. Bahkan aku seringkali merasa bahwa sikapmu berlebihan terhadap apapun dan siapapun itu. Namun di hatiku mengapa kau seolah istimewa?

Banyak hal yang membuatku terluka dan menyerah namun aku tak mampu mengungkapkan pada banyak orang. Kau hadir dan entah mengapa aku berhasil mengungkapkan di depanmu apa yang sulit ku ungkapkan kecuali terhadap orang yang sangat ku hormati. Entah mengapa ingin sekali ku curahkan, ku ceritakan setiap deritaku terhadapmu, dan kau menghiburku dengan kata-kata bijak itu. Kata-kata yang meruntuhkan tembok Dimensi Rasa itu. Setiap kali aku terluka, aku ingin kau tahu dan menghiburku. Memintamu berjanji untuk menyimpan rahasiaku. Memintamu menyampaikan pesan konyolku.

Lanjutan Cerpen

contoh cerpen bahasa indonesia
contoh cerpen bahasa indonesia

Dimensi Rasa ku cepat sekali retak ketika melihatmu ber ramah tamah dengan orang lain seperti kau beramah tamah dengan ku. Yang membuatku bingung kembali adalah aku merasa biasa ketika kau bersama dia yang memiliki rasamu, bersama dia yang pasti saat ini ada di hatimu. Dimensi Rasaku berdesir saat seseorang menyebutkan namamu namun aku menutupinya dengan kejengkelanku karena mereka juga membicrakanmu seolah memiliki rasa tersendiri terhadapmu. Itu pendapatku. Aku seolah cemburu ketika banyak orang membicarakanmu, aku tak menyukai ketika banyak orang mendapat perhatianmu. Namun aku sama sekali tak bermasalah ketika kau berbincang dengan “Dia” ketika kau bergandeng dengannya. Hingga aku bertanya, untuk apa aku ingin kau mengerti ketika aku terluka? Untuk apa aku berharap kau menghibur ketika aku terjatuh? Untuk apa aku seolah menjadikanmu bagian dari orang-orang yang berarti dalam kehidupanku? Karena aku ingin menarik perhatianmu kah? Karena aku ingin kau menganggapku  berarti kah?

Aku tak menemukan jawabannya. Maka aku tak pernah mengatakan bahwa Dimensi Rasa yang ku miliki untukmu adalah Cinta antara seorang gadis terhadap pria. Karena aku masih tak mengerti tentang Cinta. Apa karena aku tahu kau telah memiliki Cinta? Atau mungkin karna aku memang benar-benar ingin berhasil menutup pintu Dimensi Rasa ku untuk semua tentangmu?

Entah-lah aku masih tak mengerti. Yang sangat pasti ku mengerti adalah bahwa aku tak pernah sedikitpun berniat untuk merubah rasamu terhadap “Dia” maupun sebaliknya karena aku yakini bahwa kalian telah membangun Dimensi Rasa bersama yang pasti indah. Sekalipun aku menemukanmu terlebih dahulu. Namun, “Dia” terlebih dahulu mampu memahami dan mengenggam tanganmu.

Namun kamu kini masih menjadi topik dalam Dimensi Rasa ini.[]

Leave a Comment