Kumpulan Contoh Puisi Pendek

Kumpulan Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema Cinta, Rindu, Dll

Contoh Puisi Pendek – Kumpulan Puisi Pendek Menggugah jiwa “Sebaris Kenangan”. Puisi seperti kebanyakan orang bilang merupakan sebuah ungkapan jiwa. Sebuah karya sederhana yang memiliki banyak makna. Tidak pernah ada penilaian yang objektif tentang puisi, puisi terbaik bukan hanya tentang perbendaharaan kata tapi juga pada identitas puisi yang dapat menyampaikan ruh isinya kepada para pembaca.

Kali ini, ada beragam puisi pendek yang cukup menggugah jiwa dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Contoh Puisi Cinta

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Sutradara sandiwara
Oleh: Miftah Aulia

Pergantian cinta yang baru
Pergantian tahun yang baru
Perasaan mengubah semua kenangan lalu

Langit semakin menguning
Langit tak lagi membiru
Menjalar jalan tapak yang terjal
Berpikir akan sebuah kebenaran cinta

Petunjuk tuhan apa kah salah
Mendatangkan cinta dari sebuah kebohongan
Karena burung-burung pun tahu
Kicauan nya tak merdu melihat drama yang dia buat
Terbangnya tak tinggi bagai layang di arena lomba
Masih adakah jawaban Tuhan
Menjadikan ketulusan cinta dari kebohongan drama yang ia sutradarai

Wahai kau sutradara sandiwara
Ku bilang henti disetiap drama yang kau buat
Ku ingin ini nyata berakhir manja
Bukan lagi film yang berakhir bahagia tapi penuh kepalsuan
Sutradara, kau pembuat cinta
Pembuat derai-derai hujan di atas muka
Penatap tapak-tapak tulus piringan rindu

Contoh Puisi Pendek

contoh puisi singkat
contoh puisi singkat

Judul: Senja di Tengah Mentari
Oleh: Miftah Aulia

Pelabuhan sepasang kaki beriringan berjalan
Menaiki segenap peluh mengucur jiwa
Aku perlahan. Tertitah tertatih
Suara membising memekak ujung kuping
Puing serpih bau karet menusuk jantung

Walau restu beriring usaha
Tak gentar kaki melangkah memprediksi keajaiban masa depan
Sungguh pedih bila di rasa
Seribu buih tutur keras dunia

Aku di bentak, di hina sedemikian rupa
Kertas putih yang harus di lukisi seribu warna ternyata tak gampang
Bermulai dari nol hingga menaiki atas sana

Senja garis trik
Memukul kantuk siang bolong
Bekerja dan bekerja
Bukan hal biasa walau di tengah kedamaian semesta

Contoh Puisi Rindu

Kumpulan puisi singkat
Kumpulan puisi singkat

Judul: Ingin Kembali
Oleh: Miftah Aulia

Terusik waktu yang beralur datar
Menyongsong purnama-purnama batin
Melangkah, menuju garis temaram
Duduk terpaku di bawah deraian salju di pipi

Aku teringat akan sajak-sajak tua
Saat ia hidup dengan asap menyesak di dada
Meringkuh menjadi gumpalan
Awet dalam lubuk kehidupan

Dia telah pergi, tak bernafas dan tak lagi membuka matanya
Saat itu berkelut orang ramai memberi sedekah kematian
Lemas, hampir tubuh pingsan tak karuan
Tak percaya waktu yang tak menepati janjinya

Dia tertanam, bersama tumpukan batu, tanah dan geliat cacing
Terisak tidak, kataku
Bangunlah dari kematianmu
Bangunlah dari diammu

Menggoncang menggoyang, memecah tanah merah
Meraih cangkul-cangkul itu
Menggali liang
Membuka paksa kain putih pembalut tubuh jasad nenek

Lampung, 27 Juni 2017

Contoh Puisi Rindu

Kumpulan puisi pendek
Kumpulan puisi pendek

Judul: Rintihan di Balik Lembayung
Karya: Miftah R.H

Melalui detik waktu
Berdiri tegak pakaian bergantung
Dari jendela rumah, aku berbinar
Berkaca-baca mengungkap perasaan

Sore itu, aku melayanhkan rasa rindu
Pada wanita  hebat  yang melahirlanku
Sekejap  jua, aku lemas
Ia tak sehat dan tak enak badan

Bagai lembayung pada senja
Kududuk makan dengan satu suap
Tak tahan mengingat bunda yang tak mau lahap
Sehingga sakit pada tubuhnya

Rintihku di balik hujan
Kumohon panjatkan sisa tuanya
Kelak kusukses untuknya
Harap besar dalam setiap masa

Lampung, 14 Agustus 2017

Contoh Puisi Pendek

Kumpulan puisi cinta
Contoh puisi cinta

Judul: Bungkuslah Airmatamu
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Bunda, jangan lagi katakan pergi
sebab matahari sudah jatuh di atas kepala
lantas, masihkah mengupas gerimis?
uapnya melepas, jauh sebelum aku dewasa.

Kita gemar bertikai dengan waktu
di pelataran ini
memungguti ampas ampas zaman
tanpa hawa ketakutan.

Percayalah!
nasib kita telah tercatat
dalam edisi yang paling laris
untuk mengenggam cahaya
tanpa kalimat pengakhiran.

Jakarta, 14 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek

puisi pendek cinta
puisi pendek cinta

Judul: Rindu Ini Milikmu
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Ringkih tubuhku memelas tawa
menguras air mata
sebab hadirmu decahku
menimbun ruang dalam hati berupa patahan hujan.

Entahlah keberadaanmu tak lagi terdeteksi bumi
dan aku tumbang, mengenangmu pada nada kutip tak ingin ada titik
indahmu, keinginanku yang sulit terjamah waktu.

Bisakah kita serupa lalulalu?
perihal wajah itu ….
aku amnesia di ujung kebisuan.

Jakarta, 16 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek

Puisi Pendek
Puisi Pendek

Judul: Meniti Perjalanan
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Aku masih menimbun air mata
melengkapi derasnya hujan
yang mengguncang seluru perasaanku
pada sisa sisa kepenatan masa
meski sudah berulang kali tersenyum di antara rintik.

Namun-

tubuh makin terkuras oleh waktu
dan sebuah keberadaan, yang merupakan tanda tanya
pada cahaya, wujudnya terbakar di muka pintu
sebelum terengkuh kedua belah tangan.

Jakarta, 16 Agustus 2017

Contoh Puisi Pendek

puisi singkat
puisi singkat

Judul: Ketamatan Cerita
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Sayang, hatiku sangat minim
untuk merawat luka yang kau tabur
kita pernah menyimak baik baik episode siang
dengan ponsel tua, pembatas jarak
merencanakan objek objek ruang kehadiran
kusuka aroma saat itu, penuh mimpi
indahnya penuhi naluri kehidupan, tanpa kebusukan pikiran.

Lalu cuaca berganti
pucuk rindu menjadi noda berbau hanyir, memuakan.

Pada bungkusan waktu, isyarat hidup telah bermunculan
di sini hujan tak henti
menamatkan ramalan jalur khianat
sebab ilalang tumbuh suburnya
merusak perjalanan
hingap riwayat gelap
kembalikan gigil, aku kalah, tumbang
hawa serakah telah memulangkan catatan hari ini.

Jakarta, 14 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek

Kumpulan Contoh Puisi Pendek
Kumpulan Contoh Puisi Pendek

Judul: Selamat Pagi Bumiku
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Hai tanah, yang membuat napasku bergemuruh
selamat pagi!
sudahkah menghirup kopi ambisi?
pertikaian nurani sedang berlangsung
riuh, sungguh
sudut nyali banyak terpatahkan
morgana rajai harta, asiknya.

Bianglala pergi mencari ampas kejayaan hujan
setelah pagi menaikkan derajat Ayah
kemudian amnesia pada awalan perjalanan
macet di pertengahan
normal kembali pada pengakhiran
ah cuaca … cuaca
permainan politik, merdunya.

Ah Bunda, masih dini mengucap terimakasih
sedang niat niat masih menggembara
lupa pembatas kebebasan
tumbang tanpa salam.

Berkisah pada langit kuasa adalah mendung
bisingnya hanya tersambut senjata
tepat, telak dan matilah harapan
sebab tuanlah pemicu ledakan
kami hanya menyimak
episode tanpa hati, lanjutkanlah!
semoga harimu bahagia.

Jakarta, 14 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek

Kumpulan Contoh Puisi singkat
Kumpulan Contoh Puisi singkat

Judul: Kau Adalah Serum Sastra
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Serum indah mengangkasa
kala derit nada nada perujaran mati pengharapan
dan ampas perjuangan di landa dilema
hadirmu pengikat rasaku mengalirkan kuncup kuncup puisi.

Antara persinggahan hampa, aku terjebak
dalam rindu kemerdekaan yang memaki laknat sebuah ruang tunggu
tanpa cahaya terdeteksi
dan hanya bayangan aroma
untuk menguap dalam kalimat
membuatku semakin merindukan alamat kepulangan.

Jakarta, 17 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Diujung Senja
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Aku mencoba menjadi angin yang paling riuh di antara kisah malam
mengabarkan dunia sebuah kehangatan
meski hanya serupa kesederhanaan
dalam jendela cerita.

Seandainya kemarin masih kuhirup sebuah napas
tak mungkin kita betikai dengan waktu
hingga kalimat pengakhiran mengupas rasa
lalu mati dalam dilema ruang tak berspasi.

Sedang buku buku rindu masih berupa hidangan yang mencakup seluruh isi alam
perihal jatuhnya hujan pun masih di minati pejuang pinggir jalan emperan kota
memaksa raut bumi mendung sepanjang hari.

Kembali lagi mengeja langkah
pada himpitan yang menjerat tulang belulang kami, si petualang liar mengadu lagi sebuah masa di antara kekalutan hati
berembun penuh lambaian warna.

Jakarta, 5 Agustus 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judull: Langkah Sebuah Jejak
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Tentang air mata yang terjatuh, kemarin
masih tertinggal pada kelopak jingga yang masih harum
pecah mantra
tanpa sajian pelengkap.

Kemudian pasrahkan rasa
tumpah di pesisir
sedang anak Kalimat merangkai nada
Lalu tumbang
birama ini mengulas kehadiran.

Hai sang waktu ….
bicaralah muasal benang
agar kantung perjalanan
riuh memecah kesunyian malam.

Jauh di sudut kota, aku riuh mendendangkan.

Jakarta, 4 Agustus 2017.

Contoh Puisi

Kumpulan Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Bentuk Wajah
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Baru kemarin ….
napas napas jiwa melesat, jatuh mengoyak rasa
di atas kemungkinan
perdamaian.

Entahlah, gejolak main di atas altar
memagari nurani
tanpa desah ringan
pada kemanusiaan
terperanggah aku, berkicau basah basah
sebab hanya basa basi
menguliti detak palestina

Jakarta, 4 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek

contoh puisi cinta
contoh puisi cinta

Judul: Jatuh Kembali Menyalin
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Takjub, pada dinding bumi, di mana aku dan kamu adalah kisah
yang samar samar merangkak mencari harapan
di antara pergerakan kamboja
dia mati suri.

Terdiam dalam gelombang kehidupan
di mana waktu memeras air mata
tanpa spasi kepastian perjalanan.

Dan aku memaksa tubuh
bercengkrama dengan rutinitas kebodohan
tersaji dan terpaket karena mengejar matahari
hingga terjatuh bangun berkali-kali.

Namun-

episode tetap sama
sunyi dan hampa.

Jakarta, 4 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Kalimat Resah

 

Dik, bangulah sayang!
lihat gerimis ini
mengalamatkan rintihmu
bersama untaian nada sempoyongan.

Baru kemarin hasrat hidup melepas
menipiskan kekuatan
muncul kepulangan bertubi tubi
sesakkan hulu dada, merapuh.

Bangkitlah!
seduh kopi dan nikmati kepahitan
namun jangan katakan, “Pergi”
sebab tak akan sanggup
cukup pontianak penuh hujan
tetapinya bukan Jakarta.

Jakarta, 28 April 2017.

Contoh Puisi Pendek

puisi singkat
puisi singkat

Judul: Imam Impian
Karya: Wanita Sholeha

Untukmu, imam impianku …
Ada cinta yang kusimpan dalam do’a
Rindu yang kutanam dengan harap
Dan hati yang setia menunggumu dalam penantian

Hanya namamu yang tertata rapi
Disetiap hela nafasku
Bersama angan yang tak berujung
Meski kutahu kau belum tentu mencintaiku

Aku selalu berusaha ikhlas mencintaimu
Menjaga kesetiaanku dengan memperbaiki diriku
Karena aku mencintaimu atas akhlakmu
Dan berharap Allah menghadiahkanmu sebagai imamku
Atau menggantimu dengan jodoh Pilihan-Nya

Biarkan aku mencintaimu dalam diam
Diam-diam menyebut namamu dalam do’aku
Diam-diam menantimu menjemputku
Sampai Allah memberi jawaban atas cintaku

Cianjur, 1 Agustus 2017

Contoh Puisi

Puisi Pendek
Puisi Pendek

Judul: Berpulang

 

Aku terkapar
beralamatkan kalimat resah
menangis di atas sajadah
memulangkan kisah.

Sedang pohon kehidupan, meneriakkan pernyataan semangat menguliti hati
basah basah.

Rumitnya perjalanan terkupas pagi.

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi

puisi pendek cinta
puisi pendek cinta

Judul: Pelepasan

Terlahir, berjalan, berpulang ketanah
persingahan terakhir
serpihan kelabu, perlahan menghilang.

Orang tua sudah abadi
haturkan dedoa
pada bait bait ketulusan

Bersama batang kalimat menyerukan keikhlasan.

Jakarta, 28 Maret 2017

Contoh Puisi

Kumpulan puisi singkat
Kumpulan puisi singkat

Judul: Bayangan Maya

Aku menenggelamkan pikiran pada derit nada ponsel sedikit ingatan menjarah liar merasuk tubuh
pada lintasan kepala ini
ya ini … pada lintasan kepala.

Acapkali aku setumpuk debu, kotor dan terbuang
namun kadang serupa Einstein di kaki bukit Mahameru.
entah, berulang kali layangkan tanya bentuk dan rupa.

Aku juga sering menunggu
pada hamparan hutan nada
di jembatan itu ….
Penghubung mayaku berlabuh.

Dan bila larut malam terbilang
aku bertukar mimpi dalam bayang.

Sedang biji kopi tak pernah dapat kukemas dan kupaket kedalam sajian alam.

Jakarta, 27 Maret 2017.

Contoh Puisi Pendek Rindu

Kumpulan puisi pendek
Kumpulan puisi pendek

Judul: Rindu

Pagi ini kulihat wajahmu menyentuh sajadah
dengan gerimis, tersebab rencana memburam
berkisah antara seberangmu dan seberangku pemisah jarak.

Tentang keberangkatan kemarin, mengurai tanya, akan hidup yang berjarak kelipatan.

Sejak terusir dari seruputan kopi
nyawa terasa mengapung, di antara batas cakrawala.

Namun ratusan kilometer tak menyurutkan pandangan, masih membekas dalam lipatan memori.

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi Pendek

Kumpulan Contoh Puisi Pendek
Kumpulan Contoh Puisi Pendek

Judul: Tentangmu

Menemukanmu dalam kesakitan, menuhankan batang kalimat dari setiap rintih
menyembahnya bagai patung-patung suci persembahan
lalu tenggelam di laut kesunyian bersama isak tangis.

Kemudian hutan berseru lantang
tentang aroma pagi, penebar benih bersama kumpulan bunga
meringkas perih yang menggunung dan meniadakannya

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Tentang Kalimatmu

 

Di seberang, kutangkap aroma sepi, bertemankan kesakitan yang kau nikmati dalam lembar catatan hidupmu.

Kemudian aku ragu, memelukmu dalam kasih
tersebab kulit lidah dan kenaifan tak bisa teraba, masih serupa guncangan mempertegas  jalur jejak kaki.

Aku mengingat itu ….
Sangat limbung hingga tensi darah menarik angka, membumbung tinggi.

Terakhir … kupulang kerahim koyak
bersembunyi memeras air mataku dalam sudut bisu tak bertuan.

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Detak Pengharapan

 

Terbakar aku, di mulut pintu
dengan rindu, menanti waktu.

Sedang deru napas kembang kempis
antara maya dan nyata
bersama dikau ilallang.

Tetapi takdir tak terbilang, pada lipatan kasur
masa berbaring, berpelukan mesra sebuah kenangan.

Wahai sudut sudut hidup, yang melingkari lumbung penantian
berikan ampas penghilang sunyi
tempat bertengger burung burung camar
memintal sajian malam, bersama angin pengharapan.

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Kalimat Rindu

 

Tersebab kealfaan, gerimis menghias
tangga nada mengalimatkan rindu
jejak mencari bayangmu
dalam samudra keterbatasan naas.

Sedang wajah kopi tak menghadiri meja
sudah berangsur lama
bermain kata meniduri longsongan kosong
semakin memenjarakan waktu.

Hujan meniduri kemalasan
patahan air menghanyutkan bualan
hingga urat nadi lepas lepas
suryapun mencari kegelapan.

Emperan kota berteriak
karena tak jua menemukan nada birama
kota menjadi paling sunyi
di antara rel rel gembong kereta.

Dan aku menyudahi catatan
berharap keindahan bentuk masih teraba
lembarannya menyerukan kedamaian
menuntaskan jalan yang memuakan.

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Di Sepenggal Kisah

 

Kalian penoreh pijakan kaki sempoyongan layangkan tanya ribuan dendam
memacu keruhnya persahabatan
serta menodai arti sebuah ketulusan seperti ampas kopi.

Keretakan berawal dari hatimu
lantas kau lempar
lihatlah tubuh ringkihku
menangis penuh kedukaan.

Sedangkan kau tau
Kesakitan ini baru saja bangkit
namun kau berikan lagi
hingga seluruh tubuh mengelepar pada nada kerusakan.

Jakarta, 29 Maret 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Bibir Peri Maya

 

Buih kata melayang di udara
percikannya memuakkan
lidah meluncurkan batang batang kalimat
menarik namun penuh kepalsuan.

Rumah sastra berkabut tebal
dengan dendang perandai andaian meliukan tarian pena
menelantarkan jiwa peregang otot persendian
menamatkan pencinta aksara maya
tersebab bibir manis penceloteh diksi
yang sedang bermain api.

Jakarta, 29 Maret 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Topeng

 

Ribuan wajah penuhi ruang, bak akunmu, mengotori dinding kejujuran, menyamar bagai kaum pejabat, membabat habis kuncup kuncup pemekaran.

Liar, menjarah urat nadi, memakai kosakata, tak terbilang masa
sedang punggung kesakitan yang kau tau senyumnya berasal dari lipatan asa basah basah.

Luar biasa masih dalam kalimat perandaian
seolah dikau yang tergores
lihatlah hati, renungkan, pakai nurani bukan emosi.

Pijarmu telah mati oleh mulutmu
dan kujengkal sifatmu yang menua karena matahari bukan buah pikiran
masih serupa pagi, tiada bersinar dalam rumah sastra.

Jakarta, 29 Maret 2017

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Rupa Maya

 

Ada gerimis sayang
ketika muka pintu kejedot malam
isakkannya berupa puisi yang menggigil
terharu dalam dada.

Lalu aku melipat waktu
berharap kejora mudah ditemukan
agar dinding tidak pecah
dan mampu melalui kalimat
membangunkan tubuh mati dari biusan angan.

Kembali berpulang meracik biji kopi
menyajikan senja penuh bahagia.

Jakarta, 30 Maret 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Penantian Terakhir

 

Jadilah akhir
sebab letih menggembara
jika terbangun, hanya inginkan wajahmu tumpah, di pagi dan keseharian
kau alasan untuk hidupku.

Jemari bersatu
memandang ketelanjangan pikiran
yang terangkum
dalam bidikan cinta
berbayangan masa depan

Masih serupa naif dan keegoan
menepi di bibir kota
bersama seduhan teh
menikmatinya tanpa ampas.

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Ombak Tak Letih

 

Malam
desahannya mengecil
mimpi baru saja terbuat
dihantam ombak berkali-kali.

Sedang seduhan teh
tak pernah bisa kusaji
sebab tangan tak mampu bicara
bahasa sulit terjamah
mati kutu di persimpangan jalan.

Dengarlah ….
kicau burung melagukan kisah
memecah hampa
berkalimatkan rindu
dan berpulang pada hujan yang menantikanmu.

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: Pencerahan Cerita

 

Kita adalah napas
patahannya terbentuk dari kerinduan
selalu mengupas cerita
bersama gerimis.

Kemudian hawa kota menamparku
diikuti peluh yang terbungkus dari rutinitas
memadati waktu keseharian.

Entahlah, tuntutan dunia kerja menguras habis buah pikiran
seperti kutu menghisap darah
tak pernah kompromi, selalu memicu waktu.

Lalu terbilang cinta
melagukan birama kupasan sunyi
berdenting pada lembaran jantung
menukik kedasar hati dan terlena
menikmati bahagia yang terlukis senja.

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: Jejak Langkah

 

Empat tahun, bergelut ombak, berkali kali terhempas, menyerah
namun … selalu ada pintu
penolong kesulitan.

Taukah bunda?
nadi ini terlalu kecil
untuk meniduri sajak
pada ranjang ranjang lapuk
penyemai kematian.

Kemudian mencari alamat
tentang jejak kemarin
bersama pepohonan asa
mengungkap jati diri.

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: Kita Butuh Interaksi

 

Persembahan sajak kubingkai
dengan ilustrasi alam penyatuan beban
tentang norma, dogma dan pengembaraan panjang
remang-remang di pelupuk mata kian perih.

Sedang berbatang-batang kalimat sudah tersurat
menghadirkan percikan nada permohonan
namun, masih serupa kerumitan polah pikir
menutup akal
menyedihkan sekujur tubuh, rontokkan semangat.

Mengapa tidak menyederhanakannya saja?

Lihatlah cahaya pada bukit tandus
desahannya ingin berinteraksi
Tersebab ada kejenuhan.

Tidakkah kau lelah berdiri, pada sudut bisumu?

 

Jakarta, 9 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: Ditepian Koridor

 

Sejarah mengulang, kali ini desahannya lebih dalam hingga menusuk ke ceruk keyakinan, sedang tinta tak berwarna dan kita hilang makna.
Menantikanmu pada bibir pantai, berharap ombak bercerita, meraba jalanan lalu pasir-pasir putih berlarian ke mataku.
Namun-
perahu tak jua menepi, hingga senja tersipu pasrah pada letih penantian, seonggok dingin tentang jawabmu kini menggigil di tepian koridor.

Jakarta, 12 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: Hujan Rindu

 

Malam, batang rindu penuhi perandaian
bermain pada desahan angin, melenakan
sedang iringan hujan mengalir basahi tubuh bumi, memercik indahnya aliran rasa mengelitik jiwa.

Andai wujudmu menepi, keindahan gerimis akan kita nikmati dengan wedang kopi manis, pahit berampas.

Kemudian-

kangen kemarin habis, tertuntaskan
butir cinta bermain bersama aksara merangkai menjadi warna napas hidup, penuh tetesan birama lagu kita, ya lagu birama kita.

Jakarta, 12 April 2017

Contoh Puisi

Judul: KERINDUAN

 

Menyurutkan langkah kaki
berada dalam birama lepas
melahirkan hujan dan kerinduan.

Batang-batang syair
mengalimatkan namamu
lengkap dengan bayangan
di ufuk mata malam.

Kau adalah keseharian bahagiaku
kealfaanmu
melahirkan gerimis
membedah rasa, menguliti jiwa
rintihannya nyaris tak terdengar.

Jakarta, 10 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: JEJAKMU

 

Malam ….
bertemankan syair
sebab ketiadaan rupamu
mengelitik sunyi di persendian.

Tempo hari
indah Wi
kau kupas cerita bahagia
pada secangkir kopi
dan aroma cinta, sungguh aku merindu.

Antara Jakarta-Kediri
dan gerbong terakhir, pelepasan
semoga lekas kau bungkus kenikmatan.

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: KEBIMBANGAN

 

Wi, aku hanyalah manusia
terbilang cinta takan sempurna
masih mengelitik keraguan
tersebab jejaknya masih di persimpangan.

Lihatlah pil dan botol-botol penyambung hidup itu, mengiris lipatan tubuh, memutuskan urat urat nadi berkali kali.

Bukan … bukan masa lalu, yang belum rampung kukemas, namun linglung, lambaiannya timbul tenggelam
bolak-balik pada derai penyakit.

Terakhir kuucap, “Tunggulah”.
jika letih menjauh, karena nuansa tak ingin kukotori, dengan perandai-andaian malam
dan tercekik oleh napas kepenatan.

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: KEDATANGANMU

 

Sejenak terlena, dipangkuan kasihmu, sayang nikmatnya catatan jejak kaki yang kau buat
hingga aku melupa kurangku.

Pada jembatan sajak, kita menuntaskan segala pikir, mengkolaborasikan rasa dalam batang kalimat cinta.

Kemudian membungkus langkah, menuju ikatan benang merah, langitpun cerah, menutup jalan buram kemarin, yang kita lalui penuh gerimis.

Cukuplah sajian kopi dan secarik kertas kebahagiaan menemani rencana awal.

 

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: BUAH KALIMAT

 

Malam,
pemangkasan jejak langkah pagi memilukan persendian.

Menggiring hasrat untuk menyudahi
dan terlena dalam buaian kasur empuk berenda biru dengan gambar macan
mengistirahatkan tubuh dari kemalangan waktu dan segala kerumitan.

Namun, batang kalimat selalu terjaga
melupakan musim yang telah berganti
memeras buah pikir di keseharian
meninabobokan cinta, amnesiakan rasa
ternisanlah sebuah kata pembaharuan.

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: PENCERAHAN CERITA

 

Kita adalah napas
patahannya terbentuk dari kerinduan
selalu mengupas cerita
bersama gerimis.

Kemudian hawa kota menamparku
diikuti peluh yang terbungkus dari rutinitas
memadati waktu keseharian.

Entahlah, tuntutan dunia kerja menguras habis buah pikiran
seperti kutu menghisap darah
tak pernah kompromi, selalu memicu waktu.

Lalu terbilang cinta
melagukan birama kupasan sunyi
berdenting pada lembaran jantung
menukik kedasar hati dan terlena
menikmati bahagia yang terlukis senja.

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: JEJAK LANGKAH

 

Empat tahun, bergelut ombak, berkali kali terhempas, menyerah
namun … selalu ada pintu
penolong kesulitan.

Taukah bunda?
nadi ini terlalu kecil
untuk meniduri sajak
pada ranjang ranjang lapuk
penyemai kematian.

Kemudian mencari alamat
tentang jejak kemarin
bersama pepohonan asa
mengungkap jati diri.

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: OMBAK TAK LETIH

 

Malam
desahannya mengecil
mimpi baru saja terbuat
dihantam ombak berkali-kali.

Sedang seduhan teh
tak pernah bisa kusaji
sebab tangan tak mampu bicara
bahasa sulit terjamah
mati kutu di persimpangan jalan.

Dengarlah ….
kicau burung melagukan kisah
memecah hampa
berkalimatkan rindu
dan berpulang pada hujan yang menantikanmu.

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: PENANTIAN TERAKHIR

 

Jadilah akhir
sebab letih menggembara
jika terbangun, hanya inginkan wajahmu tumpah, di pagi dan keseharian
kau alasan untuk hidupku.

Jemari bersatu
memandang ketelanjangan pikiran
yang terangkum
dalam bidikan cinta
berbayangan masa depan

Masih serupa naif dan keegoan
menepi di bibir kota
bersama seduhan teh
menikmatinya tanpa ampas.

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: KITA BUTUH INTERAKSI

 

Persembahan sajak kubingkai
dengan ilustrasi alam penyatuan beban
tentang norma, dogma dan pengembaraan panjang
remang-remang di pelupuk mata kian perih.

Sedang berbatang-batang kalimat sudah tersurat
menghadirkan percikan nada permohonan
namun, masih serupa kerumitan polah pikir
menutup akal
menyedihkan sekujur tubuh, rontokkan semangat.

Mengapa tidak menyederhanakannya saja?

Lihatlah cahaya pada bukit tandus
desahannya ingin berinteraksi
Tersebab ada kejenuhan.

Tidakkah kau lelah berdiri, pada sudut bisumu?

Jakarta, 9 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: KERINDUAN

 

Menyurutkan langkah kaki

berada dalam birama lepas

melahirkan hujan dan kerinduan.

 

Batang-batang syair

mengalimatkan namamu

lengkap dengan bayangan

di ufuk mata malam.

 

Kau adalah keseharian bahagiaku

kealfaanmu

melahirkan gerimis

membedah rasa, menguliti jiwa

rintihannya nyaris tak terdengar.

 

Jakarta, 10 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: JEJAKMU

 

Malam ….

bertemankan syair

sebab ketiadaan rupamu

mengelitik sunyi di persendian.

 

Tempo hari

indah Wi

kau kupas cerita bahagia

pada secangkir kopi

dan aroma cinta, sungguh aku merindu.

 

Antara Jakarta-Kediri

dan gerbong terakhir, pelepasan

semoga lekas kau bungkus kenikmatan.

 

Jakarta, 8 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: KEBIMBANGAN

 

Wi, aku hanyalah manusia

terbilang cinta takan sempurna

masih mengelitik keraguan

tersebab jejaknya masih di persimpangan.

 

Lihatlah pil dan botol-botol penyambung hidup itu, mengiris lipatan tubuh, memutuskan urat urat nadi berkali kali.

 

Bukan … bukan masa lalu, yang belum rampung kukemas, namun linglung, lambaiannya timbul tenggelam

bolak-balik pada derai penyakit.

 

Terakhir kuucap, “Tunggulah”.

jika letih menjauh, karena nuansa tak ingin kukotori, dengan perandai-andaian malam

dan tercekik oleh napas kepenatan.

 

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: KEDATANGANMU

 

Sejenak terlena, dipangkuan kasihmu, sayang nikmatnya catatan jejak kaki yang kau buat

hingga aku melupa kurangku.

Pada jembatan sajak, kita menuntaskan segala pikir, mengkolaborasikan rasa dalam batang kalimat cinta.

Kemudian membungkus langkah, menuju ikatan benang merah, langitpun cerah, menutup jalan buram kemarin, yang kita lalui penuh gerimis.

Cukuplah sajian kopi dan secarik kertas kebahagiaan menemani rencana awal.

 

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: BUAH KALIMAT

 

Malam,

pemangkasan jejak langkah pagi memilukan persendian.

 

Menggiring hasrat untuk menyudahi

dan terlena dalam buaian kasur empuk berenda biru dengan gambar macan

mengistirahatkan tubuh dari kemalangan waktu dan segala kerumitan.

 

Namun, batang kalimat selalu terjaga

melupakan musim yang telah berganti

memeras buah pikir di keseharian

memangkas cerita pada batang tubuh meresah

serta mengjarapkan bahagia pada ujung penantian.

 

Jakarta, 7 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: HUJAN RINDU

 

Malam, batang rindu penuhi perandaian

bermain pada desahan angin, melenakan

sedang iringan hujan mengalir basahi tubuh bumi, memercik indahnya aliran rasa mengelitik jiwa.

 

Andai wujudmu menepi, keindahan gerimis akan kita nikmati dengan wedang kopi manis, pahit berampas.

Kemudian-

kangen kemarin habis, tertuntaskan

butir cinta bermain bersama aksara merangkai menjadi warna napas hidup, penuh tetesan birama lagu kita, ya lagu birama kita.

 

Jakarta, 12 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: DI TEPIAN KORIDOR

 

Sejarah mengulang, kali ini desahannya lebih dalam hingga menusuk ke ceruk keyakinan, sedang tinta tak berwarna dan kita hilang makna.

Menantikanmu pada bibir pantai, berharap ombak bercerita, meraba jalanan lalu pasir-pasir putih berlarian ke mataku.

Namun—

perahu tak jua menepi, hingga senja tersipu pasrah pada letih penantian, seonggok dingin tentang jawabmu kini menggigil di tepian koridor.

 

Jakarta, 12 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: MENCARI MAKNA HIDUP

 

Aroma khas menguap

dari butiran keringat orang-orang pinggiran

yang bertikai pada trotoar jalan

mencari jejak langkah kehidupan

di sudut persimpangan sebuah kalimat.

 

Ternyata masih gemar merawat luka

juga memeras air mata

pada gelombang kegetiran hidup

berupa lembaran kepahitan

hingga pecah dinding-dinding kesabaran.

 

Sebenarnya sudah mulai bosan, pada hawa ini

meski berpura-pura tegar

sebab lindap kesukaran

memenuhi tubuh sempoyongan.

 

Hai engkau, yang bersembunyi di bilik rasa

sudahkah mengupas pagi dengan percikan cinta?

sebab aku terlalu dahaga menyusuri badai

hingga linglung, lupa alamat kepulangan.

 

Jakarta, 10 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: DI BALIK SENYUM

 

Kalimat habis terkupas pagi

di penghujung malam terikat sepi

mengenang kalian

lipatan waktu mengulang

wajah sajak tersebutkan.

 

Batang kata menghias mimpi

berdatangan kembali memangkas hari

tiap rintih dan bahagia

berpulang kembali pada untaian nada   beralamatkan persembahan dedoa.

 

Keseharianku tak melepas ikatan

menginggat setiap detak yang tercipta

kupersembahkan irama hidup penuh napas kesejukan

memenuhi impian ayah ibuku

walaupun tak sesempurna hasrat.

 

Jakarta, 26 April 2017

Contoh Puisi

Judul: PERJALANAN WAKTU

 

Hai camai, sudahkah menyemai biji puisi?

bersama sarapan pagi, mengemas calo calo dunia.

 

Ya betul dia!

yang gemar mencakar cakrabuana

hingga tak bernapas.

 

Atau-

 

tuan hanya sibuk merangkum angkasa

mengejar jagat sempoyongan

bertikai dengan waktu.

 

Sedang detik jarum jam bergerak cepat

dan anda kerepotan mencari jejak

di antara bilik pengecualian

mengibas sangkala.

 

Dan aku-

 

hanya mengupas malam

pada penat keseharian

bertemankan keresahan

mecoba menghapus cerita kelam

 

Jakarta, 27 April 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: BISING

 

Sesak pada trotoar jalan

meresahkan pembaringan

suara berdesing

aku jadi sinting.

 

Sekejap saja ingin menikmati malam

namun, kegaduhan terdengar lebih memuakan.

 

Hai!

buayaku tak tidur pula

enyahlah!

 

Mengapa hening menghilang?

 

Kembali meracik kopi

dengan kemalasan

berupa entah

di pagi kejenuhan.

 

Jakarta, 27 April 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: MORGANA

 

Ketika wajah bumi hilang pesonanya

jangkrik jangkrik tersenyum bahagia

sebab mereka ingin menyodorkan fatamorgana dunia yang mengasyikan.

 

Sedang itu adalah dosa

lantas mengapa masih ingin menghirupnya

dan memangkas gerimis pada raut suram.

 

Bukankah kehidupan lebih baik tanpa adanya belokan curam yang memusnahkan kebaikan?

Atau jiwa jiwa telah mati nurani hingga melupakan arah jalan berpulang?

Sadarilah sebelum nyawa terlepas     dan penyesalan membuahkan dilema kalimat penghabisan.

 

Jakarta, 11 Mei 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: RAJA ILMU

 

Adalah dia, pemuas hasrat ilmu pada tiang keponggahan zaman

Dan serangkaian aljabar pengisi otak seorang bocah mungil, perabadan baru

Sedang raja mata menyisir pantai, memenuhi barak-barak ruang sekolahan dengan keangkuhan ilmu.

Lihatlah!

terlalu bising untuk meniduri ranjang sajak, berupa lembaran usang di sepagian.

Kemudian brosur-brosur trotoar jalan mengabarkan mutu-mutu sebuah gedung, beralamatkan pendidikan.

Enyahlah!

sebab aku hanyalah picisan gelandangan ibu kota

yang menyusuri loakan buku-buku untuk sekedar mengetahui kabar dunia.

 

Jakarta, 28 April 2017

Contoh Puisi

Judul: CAHAYA MENYURUT

 

Engkau yang mengupas cerita dari balik jendela sastra

hitam putih, abu abu

bersama sebuah perjalanan

menyesakkan rongga dada.

 

Pion mengelupas

jatuh tersesat, lupa alamat

dunia seakan kiamat

dia bergetar miris.

 

Polosmu tersamarkan picik

kemudian raga tercabik

hingga melupakan pola bahasa

yang manisnya berupa perkasa.

 

Lembar cahaya menyurut

tapi tak pernah takut

petualangan sangat menarik

dari suara jangkrik jangkrik.

 

Jakarta, 10 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: PELUPUK MATA NILAWATI

 

Mei kebingungan

sejenak cerita memburam

terlepas poin-poin kebodohan

karena pesona aksara malam.

 

Kemudian bertatih merangkai kata

dalam lembaran wajah sajak

terbata mencari jejak

memunguti serpihan luka.

 

Kau yang terlena sejenak

atas rupa seorang kakak

menggiring menuju kehancuran

menari bersama kesenangan.

 

Pelupuk matamu serupa pagi

pijakan dini samar samar

hingga tak beralamat

batang kalimat berpangku tangan.

 

Jakarta, 10 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: KESIA-SIAAN

 

Telah ratusan kali kukalimatkan sebuah nama

namun serupa autologi

diam bercampur bahasa

dengan penopang ketulian

membuat para cahaya tak berwujud.

 

Kemudian berkisah pada senja

tentang keburaman masa

melotot penuh ringkasan amarah

berupa sebuah polah

tak terjamah.

 

JAKARTA, 10 MEI 2017.

Contoh Puisi

Judul: NAMAMU

 

Telah kukalimatkan sebuah nama

meretas dalam sanubari

tumbuh dengan pengharapan

bersama sambutan napas pagi.

 

Wujudmu sudah bermaterai

tumbang mengupas jejak

menyemai butiran rasa

menyatu dalam kata kiasan dunia.

 

Meskipun rasa merangkai wujud

dengan lembaran cerita

namun serupa bayangan

hanya tertera di wajah sajak

Contoh Puisi

Judul: RUMPUT

 

Rumput merana

di batu–batu dengan pandangan dingin berapi-api

dekat matahari, merangkai picisan puisi

merayap diam tak bersua.

 

Perkasanya pohon beringin

tumbang, menyatu dengan rumput

sebab keretakan

tak mampu dikemas dan disentuh.

 

Kemudian-

 

sebatang rumput meratapi nasib.

terhina, terinjak menjadi mainan.

 

Sungguh tak adil, tuan

sejak lahir dibedakan

menjadi lembar hitam putih

lalu kalian acuh.

 

Sudah membuka mata

pada jarak lipatan waktu

selalu semu

menguliti desahan cinta.

 

Berkabung dari wajah bumi

menyibak pelangi

merangkum nurani

ternoda, sudah tak suci.

 

Jakarta, 8 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: RINDU SAWAH

 

Lama tak kusapa hamparan sawah

hijau daun-daun menari di kedua bola mataku

dan lumpur-lumpur basah memenjarakan diri untuk menepi.

 

Jejak langkah kaki membuat perenungan senja kala itu, untuk membungkus rasa pada secarik kertas.

 

Tak puas menikmati deru napas sepagian

bersama semilir angin yang menyapa tubuhku

semakin terbuai, terlena oleh wejangan kopi

nikmat pengembaraan sore ini, serta hiasan mimpi, meretas manis di ujung mata hati.

 

Penyerbukan sempurna tersimpan

dari hari kehari mengetarkan ragaku

melesat hingga ke ujung langit.

 

Betapa indahnya syair minggu, beserta bonus tercapai batas kemaksimalan sebuah pematang

sekali lagi terbungkus nyanyian pedesaan.

 

Jakarta, 7 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: JULIKU TERLIPAT

 

Pada Juli yang belum tuntas terbungkus

ada sepenggal kalimat linglung di ujung malam

sunyi ini abadi, mencekik perjalanan

pada helaian esok dan esoknya lagi

mengulang.

 

Lalu kau datang mengajariku melihat pelangi hingga daya hayal bermain

di sepanjang keheningan

mengukir napas cinta, pada lembaran masa kali ini.

 

Namun-

 

surya padam di tepian ombak

saat gelombang pasang menghantam

pada dinding perahu yang lusuh

hancur menjadi serpihan luka

di sepanjang jalan pesisir pantai.

 

Jakarta, 28 Juli 2017.

Contoh Puisi

Judul: HARAPAN PADA UJUNG NAPAS

 

Sebab kita sepasang puisi

mengumbar kemesraan pada helaian kata

memanah aksara di bukit sastra

pada awal perjumpaan

beralamatkan pencerahan.

 

Lalu penjiwaan rasa berurat nadi

perbaitnya menyulitkan jantung untuk bertikai dengan asa

pembeda jarak berirama membentuk polah melukis senja.

 

Ya sajak kami harus hidup kedepan

mempunyai kepulangan

kemenangan

bukan sebuah detak kematian

dan menjadi pembungkus makanan

sebab, miris hati kemudian

perjuangan harus lanjut kedepan

sebab harapan ada di ujung penantian.

 

Jakarta, 26 April 2017.

Contoh Puisi

Judul: HUJAN

 

Hujan adalah tumpukan duka masa silam penuh pecahan rasa

sedang payung sastra tak mampu menampung jejak rindu

hingga kalimat mengabu.

 

Sejatinya cinta

Berlabuh pada batang napas

Menyejukan bumi yang haus kasih

Pemicu pijaran jantung berorientasi

pada suatu masa yang melipat cuaca.

 

Bergerak lagi meluncur ke bawah nada paling dasar

menyemai butiran padi yang basah

dan meracik biji kopi

sambil bermain musik.

 

Jakarta,2 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: KISAH

 

Tiga dasarwasa

menantimu di ujung senja, sambil membelah matahari

menyusuri trotoar jalan, memaksa diri untuk memangkas cerita

sedang tulang belulangku terasa pedih berkali kali.

 

Masih terlalu pagi untuk mengemudikan perahu layar

sebab masih dalam pencarian jejak, mengapai pelita maharani dewi.

 

Muncul penyair sinting menjajal diri masuk kandang editor

tergopoh gopoh menatap surya yang mulai tenggelam

menelanjangi pikiran

memaknai tiap goresan menjadi pawai ibu kota.

 

Jakarta, 7 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: SISI MANUSIAMU

 

Untuk sebuah nama yang tak pernah kusebutkan

dan sebuah kenangan atas nama cinta

peluh ini terbungkus dari jejak air mata penghianatan

dan hanya satu napas, tertinggal untuk diagungkan oleh rasa.

 

Keseharian telah mengubah pondasi akal sehat

hingga tak berwujud manusiamu

meretaskan penyesalan sebuah kelahiran abad keramat

sebab duri telah menelan banyak nyawa nyawa sendu.

 

Hai tubuh tak berjiwa!
tumpahkan segala belenggu mata alam

selebihnya berikan materai kata

pembuktian dari renungan kisah keburaman masa.

serta jerit tangis wajah sajak di ruang kosakata.

 

Jakarta, 7 Mei 2017.

Contoh Puisi

Judul: DI UJUNG PENANTIAN

 

Kuparkirkan hatiku di sini
Sebab terlalu lelah menatap mentari
Serupa lambaian compang camping
wajah suram, menjengkelkan.

Esok kembali datang menceritakan rasaku pada ombak
bermain dengan badai
dan memeluk sunyi dalam keheningan malam.

Kemudian menerobos hutan rutinitas
untuk mencari makna sebuah kebutuhan
sambil menikmati wedang kopi
yang tak pernah kau sajikan manis
serupa hidup getir, penuh kepahitan.

 

Jakarta, 5 Mei 2017.

Contoh Puisi

puisi pendek cinta
puisi pendek cinta

Judul: SECARIK ASA

 

Kau adalah tungku asa
keberadaanmu adalah napas
mengalirkan hawa pemekaran
dalam kegamangan.

Sebab aku autologi
bergerak pada ruang ketulian
dan ingin menjadi azmat
pada pepohonan sajak.

Lihat gumintang di batas cakrawala
berdialog dengan bahasa hati
meniduri kemalasan
yang serupa keburaman harapan.

Kemudian melepas busur kata
untuk mewujudkan mimpi
menantang hunian kota
dengan kekuatan maha dewi.

 

Jakarta, 5 Mei 2017.

 

Catatan kaki
Autologi ; ilmu pendengaran
Azmat : keramaian

Contoh Puisi

Puisi Pendek
Puisi Pendek

Judul: BATAS SADAR

 

Di kala pencapaian maksud bertikai dengan masa
batang kalimat terlepas
lunglai dalam kata kias
mematikan rasa.

Kembali pada detik pengembaraan
melalui jalan setapak asing
hingga hadirnya dihadirkan
namun masih serupa bayang.

Menuju kembali pada napas lautan
mengelana berpijak kepada kehampaan
menyusuri deraian ombak menghantam kesunyian
melenakan batas kesadaran.

 

Rs pasar rebo, 5 Mei 2017.

Contoh Puisi

Kumpulan puisi cinta
Kumpulan puisi cinta

Judul: JIWAKU IKUT BERSAMAMU

 

Aku hancur dalam riak gelombang yang terlalu dini menghempas
serpihanku berserakan di trotoar jalan
napas terbawa angin, menyapu kotak semangat menjadi terjatuh
lagi, sekali lagi gerimis menghujani Jakarta.

Lihat gigil ini, tak mampu lagi mendeteksi ruang keberadaan
sunyinya sangat menyakitkan
menyesakkan rongga dadaku yang rapuh ini.

Hai sang waktu!
mengapa mencuri kalimat terakhir perjalanan
lihatlah kini!
semakin memaki alamat kepulangan
dan segala umpat serapah menebarkan gumpalan penyesalan.

 

Jakarta, 5 Mei 2017.

Contoh Puisi

Kumpulan Contoh Puisi Pendek
Kumpulan Contoh Puisi Pendek

Judul: ASA DI UJUNG JANJI

 

Adalah kau peruntuh wajah puisi dalam helaian koyak

Dan kotak pemukul malam ilustrasi senja

Demi kota yang telah kau rejam aku menghela napas kesurupan.

Wahai jiwa yang tak berjiwa, langkahmu mematikan asa yang hampir mati, kemudian menyempurnakannya dalam keabadian.

Sedang benak puisi butuh sebuah kalimat pulang
telah lama terlunta di meja perang
meninabobokan sebuah dilema panjang
beralaskan kesuraman cerita.

 

Jakarta, 30 April 2017

Contoh Puisi Pendek

Kumpulan Contoh Puisi singkat
Kumpulan Contoh Puisi singkat

Judul: TAKDIR PUISI

 

Jakarta meretas gerimis, tentang anak-anak puisi
sekarat, terjebak lingung, dan lupa alamat.

Sedang ribuan pintu terbuka, dari ufuk barat ke timur, namun sajak kami resah.

Angin berhembus keselatan, dengan mahkota kata lautan sunyi
mereka berenang
menikmati sajian pesta sastra.

Lihat di sini!
benak-benang penyair bertikai dengan takdir
sulit melewati pembatas jarak yang berspasi
sebab napas tertinggal di ujung altar problematika hidup
yang hanya sanggup meniduri helaian kertas-kertas buram tak bernyawa.

 

Jakarta, 26 April 2017.

Contoh Puisi

contoh puisi singkat
contoh puisi singkat

Judul: AKU MENCINTAIMU

 

Aku mencintaimu, bukan seperti cahaya pagi
yang datang singkat ditelan matahari.

Juga bukan seperti angin
menghembus ke berbagai belahan dunia, tanpa adanya persinggahan tetap.
Aku ingin seperti ombak, bergulung bebas bermain hanya pada lautan lepas menghempas karang, keberadaannya terdeteksi oleh ruang dan waktu.

Salahkah, jika bermimpi menggapai matahari?
sedang kita bernapas di bumi yang sama
Lalu mengapa adanya pembeda.

Tuan … baiklah akan kucongkel hatiku
kemudian mengabadikannya atas nama cinta
sebab kemuakan melewati ambang kesabaran.

Sedang aku mengorek roman picisan
berharap pada morgana yang berupa entah
meniduri ranjang sajak penuh kedamaian cerita.

 

Jakarta, 4 feb 2017.

Contoh Puisi

Contoh Puisi Pendek
Contoh Puisi Pendek

Judul: PERPISAHAN ABADI

 

Wahai jiwa yang namanya tak kusebutkan
engkau tau benar rasa perih
saat detik terakhir menghampiri pedih
beralamatkan sebuah kepulangan.

Kepada tanah nenek moyang terdahulu
kutitipkan sebait kata rindu
dan bonus tubuh kaku
memeras gerimis persimpangan jalan.

Sebab aku belum siap berkemas
menjadi matahari
terlihat jelas
aliran hujan turun ke hati.

Tetapi beri sedikit waktu
untuk mengupas sendu
akan wajah ibu
yang telah tertelan batu.

 

Jakarta, 30 April 2017

Leave a Comment