Hikmah Hidup : Berbisnis Tanpa Berbisnis

Dulu waktu di Jakarta .. Serasa jabatan itu adalah prestige.. Semua pencapaian tertinggi adalah prestige..

Tetapi semua kesibukan saat menjalani aktivitas itu ternyata hanya pengalih perhatian ku untuk bisa istiqomah shalat berjamaah di mesjid..

Pengalih perhatianku dari Al Qur’an yang penuh pengingat akan dahsyatnya apa saja pertanggung-jawaban yang harus kita hadapi kelak di yaumil akhir..

Hasilnya..
sukses dunia memang didapatkan.. kesibukan super padat.. dan akhirnya shalatnya yang jadi korban ..

Waktu hanya dihabiskan oleh padatnya jadwal meeting.. meeting dan meeting.. kejar target.. kejar target..

Sehingga shalatnya jadi sangat sering terlambat.. hasilnya hati ini sangat kosong… 😢

Ketika semua jabatan dan kisah sukses demi kesuksesan tersebut ditinggalkan ..

kembali lagi ke Malang..
Memulai lagi semuanya dari nol..
berkumpul lagi bersama keluarga.. walaupun meninggalkan semua jabatan dan kisah sukses di Jakarta ..

Belajar lagi untuk lebih pandai bersyukur kepada Sang Khalik Allah SWT..

Mendekatkan lagi diri yang hina ini ke mesjid..
memantaskan diri yang hina ini untuk layak mendapatkan ampunan dari Allah SWT..

Belajar lagi untuk tidak terlalu peduli dengan gemerlap dunia yang menipu..

Allah SWT malah limpahkan rahmatNya jauh dari semua pencapaian saya saat masih bertugas di Jakarta…

Semua menjadi mudah..

Sehebat apapun strategy kita.. sehebat apapun team kita dalam mengeksekusinya.. seluar biasa apapun kekuatan financial dan jaringan kita untuk menjalaninya.. Kalau Allah SWT tidak berkehendak mau apa..

Al Mulk 21

أَمَّنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَل لَّجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ

Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
……

Itulah mengapa kita perlu menguasai teknik MARKETING LANGIT

Sebuah teknik mendatangkan tidak saja rezeki, tetapi juga ampunan Allah melalui pertolongan Allah SWT dengan pasukan malaikat langitnya yang sebenarnya sudah diajarkan kepada kita, dan sudah kita lakukan sejak kita mulai memasuki masa baligh kita.

Tentu saja, selain waktu yang tepat (tepat waktu).. agar presentasi kita betul betul mendapatkan perhatian dari para malaikat yang menilai seberapa bersungguh sungguhnya kita dan seberapa menguasainya kita akan materi di dalam presentasi proposal pengajuan rahmat bagi kita tersebut..

Pakaian terbaik kita, kondisi terbaik kita .. penyampaian terbaik kita.. pasti juga akan menjadi perhatian dan penilaian para Malaikat..

Selain itu..
Kita juga perlu tahu tempat-tempat yang tepat untuk mempresentasikan proposal rahmat tersebut dalam shalat kita kepada Allah SWT.

Walaupun kita bisa melakukannya dimana saja dimuka bumi ini. Bisa dirumah, di mushalah, di masjid, tetapi di depan Ka’bah inilah salah satu tempat terbaik dan paling ijabah di muka bumi ini untuk mempresentasikan proposal marketing langit di dalam shalat kita kepada Sang Pencipta Langit dan Bumi, Allah SWT.

Mengapa di depan Kaabah adalah salah satu tempat terbaik untuk menjalankan shalat.. ?

Karena disinilah satu-satunya tempat dimuka bumi yang dijadikan tempat tawaf..

Karena di mesjid inilah.. semua shalat dan amalan baik kita Insya Allah berbalas 100.000 kali pahala dibandingkan mesjid-mesjid lainnya selain Nabawi di muka bumi ini..

Dengan kesungguhan kita untuk berusaha sebaik mungkin bisa mempresentasikan shalat terbaik kita disini.. Insya Allah.. Allah SWT lebih berkenan segera menurunkan para malaikatnya untuk membantu semua niat dan upaya baik yang kita sampaikan dalam presentasi proposal tersebut..

Mengapa demikian ?,
Karena kalau kekuatan langit sudah Allah turunkan untuk membantu kita, maka sudah tidak akan ada satupun kekuatan di muka bumi ini yang akan sanggup menghentikannya..

Itulah sebabnya mengapa.. kita mengucapkan :
” wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan muslimaw wa ma ana minal musyrikin

Aku tundukkan wajah dan hatiku padamu ya Allah wahai Tuhanku Sang pencipta langit dan bumi, dengan hati yang lurus dan pasrah. Sesungguhnya hambamu ini tiada berani menyamakanMu dengan yang lain”.

Pencipta Langit dan Bumi.. Langit yang maha luas bahkan tanpa batas. Bumi yang tidak ada apa apanya jika dibandingkan luasnya langit. Ini adalah analogi yang berserakan di dalam Al Quran.. untuk mengingatkan kita..

Upaya kita sebagai penghuni bumi ini harus senantiasa dibarengi dengan permohonan agar Allah juga berkenan menurunkan pertolongan langitnya yang maha dahsyat untuk memudahkan semua urusan baik kita.

Betul.. shalat itu adalah presentasi proposal bagi program marketing langit kita. Dalam upaya memohon dengan sebaik-baiknya perkenan Allah SWT untuk sudi mengampuni dosa-dosa dan khilaf kita serta berkenan menurunkan pertolonganNya bagi semua urusan kita.

Dan namanya juga mempresentasikan sebuah proposal, maka diterima dan tidaknya proposal kita sangat tergantung dari seberapa bersungguh-sungguhnya kita saat mempresentasikannya di hadapan Allah dan seluruh malaikatnya tersebut. Apakah presentasi kita cukup meyakinkan atau tidak untuk diproses..

Karena yang kita hadapi saat itu tahu betul.. kita ini sedang tulus atau tidak.. kita ini sedang bersungguh-sungguh atau tidak..

Kalau Allah sudah menahan semua rezeki dan rahmatNya bagi kita.. siapa mahluk di dunia ini yang sanggup membukanya.. Sebaliknya.. Kalau Allah sudah turunkan pertolonganNya.. siapa juga yang sanggup menahan semua pertolongan itu…

Semoga bermanfaat ..

(laksita suhud)

Leave a Comment