Inilah Yang Perlu Dilakukan Saat Nifas, Wanita Perlu Baca!

Di era teknologi maju seperti sekarang, masih ada wanita yang takut melewati masa kehamilan dan melahirkan. Bukan hanya kedua hal tersebut yang dikhawatirkan, masa nifas pun menjadi salah satu alasannya. Bagi wanita yang belum pernah melahirkan, masa nifas menimbulkan banyak pertanyaan dan membingungkan. Sebenarnya tidak perlu khawatir, jika bisa merawat diri dengan baik masa nifas dapat dilalui tanpa kendala. Berikut penjelasan serta serba-serbi tentang nifas:

Pengertian Nifas

Nifas

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengemukakan bahwa darah nifas adalah darah yang keluar karena persalinan, baik itu bersamaan dengan proses persalinan ataupun sebelum dan sesudah persalinan tersebut yang umumnya disertai rasa sakit.

Masa nifas merupakan istilah yang digunakan untuk waktu pasca persalinan untuk wanita. Biasanya masa nifas berlangsung selama 40 hari sejak hari kelahiran. Pada masa nifas, fisik dan mental wanita mengalami proses pemulihan agar kembali seperti semula. Pada proses kehamilan dan melahirkan, perubahan besar terjadi pada diri seorang wanita baik perubahan fisik, pola pikir maupun perilaku. Maka tidak heran bahwa memang dibutuhkan pemulihan bukan hanya sekedar luarnya saja tapi juga mental sang ibu.

Tidak ada ketentuan batas minimal masa nifas, apabila sebelum 40 hari darah nifas berhenti maka diwajibkan mandi bersuci serta dihalalkan apa-apa yang halal bagi wanita suci. Mengenai batasan maksimalnya, para ulama berbeda pendapat tentang hal tersebut. Jika terlalu lama maka bisa jadi ada masalah dengan rahimnya. Wanita yang nifas tidak boleh melakukan hal-hal yang dilakukan oleh wanita haid. Lalu apa perbedaan darah nifas dan haid?

Perbedaan Darah Nifas Dan Haid

Nifas Dan Haid

Haid merupakan darah rutin yang biasanya keluar tiap bulan pada periode haid tanpa diawali proses melahirkan. Mengenai perbedaan sifat darah nifas dengan darah haid umumnya darah nifas ini lebih banyak dan lebih deras keluarnya daripada darah haid, warnanya tidak terlalu hitam, kekentalan hampir sama dengan darah haid, namun baunya lebih kuat daripada darah haid.
Selain cermat, diperlukan pula ketelitian dalam mengamati fase nifas agar waspada jika terdapat masalah ketika nifas.

Masalah Kesehatan Ketika Nifas

Masalah Kesehatan Ketika Nifas

Melahirkan adalah satu proses luar biasa yang mengerahkan tenaga serta fisik seorang ibu. Perlu diwaspadai tanda bahaya pada masa nifas diantaranya adalah:

1. Pendarahan pasca melahirkan.

Pendarahan biasanya terjadi dengan jumlah darah melebih 500 ml setelah bayi dilahirkan. Pendarahan primer yang terjadi dalam 24 jam setelah proses lahir dan pendarahan sekunder yang terjadi setelah 24 jam anak lahir. Pendarahan pasca bersalin biasanya terjadi karena perlukaan jalan lahir, rahim tidak berkontraksi, tertinggalnya sebagian ari-ari dan terlepasnya sebagian ari-ari dari rahim.

2. Meningkatnya suhu tubuh.

Suhu tubuh seorang ibu mungkin akan mengalami peningkatan pada hari pertama setelah melahirkan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kekurangan cairan atau dehidrasi saat proses persalinan, perbanyak minum air dapat mengganti cairan yang hilang. Tanda bahaya masa nifas yang menunjukkan adanya infeksi setelah persalinan adalah setelah 24 jam suhu ibu tetap mengalami peningkatan.

3. Penglihatan Kabur, Sakit kepala dan Pembengkakan Wajah.

Gejala ini biasanya terjadi akibat preeklampsia dan eklampsia. Umumnya, gejala tadi akan berkurang secara perlahan setelah masa bersalin, namun harus diwaspadai jika gejala ini masih terjadi dan memerlukan pemeriksaan segera.

4. Subinvolusi Uterus

Merupakan proses pengecilan rahim yang tidak berjalan sebagaimana mestinya atau terhambat. Perlu waspada akan kemungkinan subinvolusi uteri jika darah pasca melahirkan mengeluarkan bau yang sangat tidak enak dan keluar gumpalan darah yang besar atau banyak dalam darah nifas. Masa nifas juga merupakan waktu dimana ibu bisa mengalami stres yang terjadi pasca persalinan, terutama pada ibu yang baru melahirkan untuk pertama kali.

Adanya depresi pasca melahirkan biasanya diikuti dengan beberapa tanda diantaranya merasa sedih, sering menangis, gelisah bercampur cemas, nafsu makan kurang baik, kehilangan ketertarikan terhadap hal menyenangkan, kehilangan energi dan kehilangan motivasi, dan tidak bisa tidur. Depresi setelah nifas pada seorang ibu merupakan salah satu bahaya yang sering tak disadari. Sebaiknya kondisi ini harus diwaspadai karena berpengaruh sehingga ibu mungkin akan mengabaikan si bayi.
Selain memperhatikan kesehatan, kebersihan pun penting untuk dijaga.

Pentingnya Menjaga Kebersihan

menjaga-kebersihan-diri pembalut

Masa nifas biasanya melelahkan dan membuat kurang percaya diri dengan penampilan. Untuk mengatasinya, sebaiknya tetap menjaga penampilan dan kebersihan selama masa nifas. Gunakan pakaian yang nyaman agar leluasa bergerak. Pakaian yang nyaman membuat darah nifas tidak mudah tembus serta akan merasa lebih mudah saat menyusui bayi.

Meski sedang nifas tetaplah keramas dan mandi secara teratur untuk menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan. Agar tidak mudah sakit, bisa mandi dan keramas menggunakan air hangat. Hindari mandi dan keramas saat udara sedang terlalu dingin atau terlalu panas agar kondisi kesehatan tetap terjaga. Bagian tubuh yang harus mendapatkan perawatan intensif selama masa nifas adalah kelamin dan payudara.

Untuk kelamin jika ingin membersihkannya dahulukan kelamin sebelum membersihkan bagian anus. Gunakan kain handuk yang bersih dan lembut untuk mengeringkannya. Tidak disarankan menyentuh luka jahitan setelah bersalin. Proses penggantian pembalut harus dilakukan dengan teratur untuk mencegah perkembangbiakan bakteri.

Gantilah pembalut minimal 2 kali sehari atau lebih sering tergantung kebutuhan. Payudara wanita setelah melahirkan rentan kotor karena pengaruh produksi air susu. Mengelap puting payudara dan bagian sekitarnya dengan kain bersih yang sudah dicelupkan ke air hangat adalah cara membersihkan payudara yang cukup efektif.

Masa nifas yang dilalui para ibu menjadi salah satu penanda bahwa wanita itu kuat dan sempurna. Hadapilah masa-masa tersebut dengan percaya diri agar kondisi kesehatanmu lekas pulih dan siap menyaksikan tumbuh kembang buah hatimu dengan gembira.
Selain menjaga kebersihan, sangatlah bermanfaat jika setelah melahirkan mengkonsumsi makanan yang baik selama masa nifas.

Makanan Yang Baik Bagi Ibu Nifas

Makanan Yang Baik Bagi Ibu Nifas

Tidak hanya selama masa kehamilan saja, pada saat nifas pun harus memperhatikan asupan nutrisi dari makanan. Tetap prioritaskan asupan makanan yang bergizi tinggi selama masa-masa pemulihan setelah melahirkan, atau saat masa nifas. Selain untuk mempercepat proses pemulihan, asupan makanan sehat juga membantu memperlancar produksi ASI. Berikut ini beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi selama masa nifas:

1. Karbohidrat tinggi serat

Karbohidrat adalah sumber energi terbaik bagi tubuh, tapi tak semua jenis karbo boleh dimakan sembarangan. Pilihlah jenis karbohidrat yang sehat, yaitu karbohidrat kompleks dengan kandungan serat tinggi. Karbohidrat kompleks dapat meningkatkan energi tubuh tanpa harus menaikkan kadar gula darah. Karbohidrat tinggi serat di dapat dari beras merah, beras coklat dan gandum. Beras merah dan beras coklat banyak mengandung asam folat yang dibutuhkan bagi perkembangan otak bayi.

2. Susu rendah lemak

Selain mengandung protein, vitamin B dan vitamin D, susu dan produk turunannya merupakan sumber kalsium terbaik. Susu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu sendiri, juga untuk menyuplai kalsium bagi pertumbuhan tulang si kecil.

3. Sayuran hijau

Beragam sayuran, terutama yang berwarna hijau seperti bayam, brokoli, kangkung, buncis, dan sayuran hijau lainnya, banyak mengandung vitamin A, vitamin C, antioksidan, dan zat besi. Selain itu sayuran hijau juga merupakan salah satu sumber kalsium yang bukan dari susu. Tidak hanya baik untuk ibu, nutrisi yang terkandung dalam sayuran hijau juga sangat dibutuhkan oleh bayi serta untuk mencegah bayi terhindar dari Anemia defisiensi besi (ADB).

4. Buah kaya vitamin C

Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu selama masa nifas. Buah-buahan dengan kandungan vitamin C tinggi sangat mudah ditemui, antara lain jeruk, nanas, anggur dan jambu biji.

5. Asupan protein

Sumber protein ini dapat Anda dapat peroleh dari kacang-kacangan. Terutama kacang-kacangan berwarna gelap seperti kacang hitam dan kacang merah), telur, daging merah, ikan, kedelai dan telur.

Demikianlah uraian mengenai nifas yang dilalui setelah ibu melahirkan buah hati. Melahirkan adalah suatu proses yang penuh perjuangan dengan mengerahkan tenaga. Kehadiran buah hati sejatinya dapat menjadi penyemangat agar sang ibu tetap berusaha sehat kembali guna merawat anak serta keluarga. Terimakasih sudah berkenan membaca dan semoga bermanfaat.

Leave a Comment