Lintas Komunitas : Jalan Buntu Dalam Kehidupan

CATATAN KE IIBF-AN #25
Oleh : Heppy Trenggono

“GAGAL itu Bukan Masalah, yang menjadi masalah itu (saat) kita mati namun tidak meninggalkan amal Sholeh”

Banyak orang berpendapat bahwa agar kapal bisa berlayar, maka jangkar harus diangkat seluruhnya ke buritan. Pandangan itu bisa jadi benar, tapi tidak tepat. Untuk membuat kapal bisa berlayar, jangkar cukup diangkat beberapa sentimeter saja dari dasar laut. Selama jangkar tidak menyangkut dasar samudra, kapal sudah bisa digerakkan. Jadi, untuk menyelesaikan masalah, kita hanya perlu memiliki cara berpikir sedikit lebih tinggi.

Sering kita saksikan, ketika seseorang tertimpa masalah seolah-olah hidup menjadi gelap sama sekali, dan tak ada lagi jalan keluar. Rentetan keluhan menunjukkan nyali yang ciut, karena orang yang mengatakannya merasa lebih kecil dari masalah yang dihadapi. Dia lupa satu hal: masalah timbul karena ulahnya sendiri, jadi semestinya dia juga bisa menyelesaikan.

Ingatlah. Ketika Anda merasa lebih kecil, otomatis masalah itu akan terasa semakin besar. Padahal, masalah yang Anda hadapi ya yang itu-itu juga. Mudah atau sulitnya, dan lama atau cepatnya Anda memecahkan masalah tidak tergantung pada seberapa besar atau kecilnya masalah yang Anda hadapi. Yang menentukan adalah bagaimana Anda melihat masalah, dan bagaimana Anda menempatkan diri terhadap masalah itu.

JALAN BUNTU adalah ketika menjelang ajal namun belum sempat bertaubat

======================
Road to SILATNAS 9
J.O.G.J.A 2018
Mari Bung, Rebut Kembali!

Leave a Comment