Lintas Komunitas : Pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun

Pembahasan tentang profil serta pemikiran Ibnu Khaldun ini bertujuan untuk memotivasi kita bahwasanya Islam kaya akan khazanah keilmuan/intelektualitas. Kita selama ini banyak belajar ekonomi dari orang orang Barat padahal mereka belajar dan mengambil pemikiran dari ilmuwan Muslim.

Ibnu Khaldun terkenal sebagai seorang ahli Sosiologi serta Bapak Ekonomi, dan hal ini diakui oleh dunia keilmuan. Ilmu Sosiologi modern semuanya berkiblat pada bukunya Ibnu Khaldun (Muqoddimah atau Tarikh Ibnu Khaldun). Sayangnya ilmu Sosiologi yang diterapkan Eropa, bukan Sosiologi agama seperti yang dirumuskan Ibnu Khaldun, tapi Sosiologi saja.

Ilmu ini sangat penting bagi seorang muslim. Dalam kitab Muqaddimah, beliau menjelaskan urgensinya mempelajari ilmu sejarah. Kita bisa menengok kembali masa lalu demi masa depan.

Dalam rangka untuk mrmberikan sebuah ibrah bagi kita, adalah urgensi mempelajari Sosiologi.

Contoh : berbicara peradaban. Ibnu Khaldun mempelajari semua peradaban, baik pada masa jahiliyah sampai masa beliau.

Beliau membuat ringkasan : inti sebuah peradaban berawal dari kelahiran dan sampai pada puncak kejayaan dan pada akhirnya pasti akan mengalami masa kemunduran.

Kapan suatu bangsa mencapai kejayaan? Ketika rakyat/masyarakatnya terdiri dari manusia manusia pejuang.

Contoh realita dalam kehidupan berbangsa: pada zaman Rosul, bagaimaa beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam membina umat sampai mengalami masa kejayaan pada masa Dinasti Abbasiyah.
Pada puncaknya, dimana umat Islam berada pada puncal kejayaan, digerakkan oleh umat Islam yang punya jiwa pejuang.

Tapi pada puncak kejayaan, pada akhirnya akan ada generasi penikmat kejayaan yang jika tidak disadarkan akan perjuangan generasi terdahulu, maka akan hidup dengan penuh kelalaian.

Ibnu Khaldun memberikan contoh contoh yang relevan, ketika Dinasti Umayyah di Andalusia runtuh karena kelalaian generasi yang ada saat itu.

Sosiologi bisa dimanfaatkan oleh semua cabang ilmu. Contoh dalam dunia perbankan, orang orang luar negeri berani investasi di Indonesia sampai bisa menguasai saham. Kenapa ada Debt Collector? Karena karakter orang Indonesia, kalau utang suka nunggak sehingga perlu tukang tagih/Debt Collector.

Ada karakter karakter manusia yang harus dipelajari untuk membuat keputusan ekonomi.

Ibnu Khaldun bernama lengkap Abdurahman bin Muhammad bin Khaldun al Hadrami (keluarganya berasal dari Hadramaut, Yaman).

Keluarga Ibnu Khaldun, dari Tunisia kemudian hijrah ke Eropa/Andalusia (Spanyol). Akhirnya keluarganya menjadi keluarga yang dekat dengan istana. Keluarga Ibnu Khaldun sendiri adalah keluarga ulama sekaligus pejabat. Banyak anggota keluarganya yang menjadi pejabat.

Ketika Spanyol (Andalusia) berada di ambang kehancuran, keluarganya hijrah ke Maroko. Beliau bermadzhab Malilki. Beliau seorang muhaddits (ahli hadits), sastrawan, ahli sejarah, sosisolog, ahli ekonomi,dan lain lain.

Di Maroko, beliau diterima dengan hangat dan sangat dihormati oleh istana serta diberi tanah gratis (karena berasal dari keluarga ulama sekaligus pejabat).

Ibnu Khaldun dibesarkan dalam keluarga ulama sekaligus pejabat, yang tinggi derajatnya di mata masyarakat.

Beliau langsung belajar Qiroah Qur’an dari ayah beliau. Kemudian belajar dengan ulama ulama lain. Beliau juga sempat ke Persia. Kitab Al-I’bar/kitab sejarah ditulis dengan/sambil berkeliling ke berbagai wilayah, Muslim maupun non Muslim.

Beliau adalah seorang polygot, menguasai berbagai cabang ilmu dengan mendalam.

Buku buku karya beliau:

1. Kitab al-I’bar wa Dhuan al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyam al-’Arab wa al-’Ajam wa al-Barbar wa man ‘Asharahiim min Dzawi al-Suthan al-Akbar.

Karya yang dilihat dari judulnya mempunyai gaya sajak yang tinggi ini dapat diterjemahkan menjadi : Kitab contoh-contoh dan rekaman tentang asal-usul dan peristiwa hari-hari arab, Persia, Barbar dan orang-orang yang sezaman dengan mereka yang memiliki kekuatan besar. Oleh karena judulnya terlalu panjang, orang sering menyebutnya dengan kitab al- ‘Ibar saja, atau kadang cukup dengan sebutan Tarikh Ibnu Khaldun.

2. Kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun.

Dalam volume tujuh jilid, kajian yang dikandung begitu luas menyangkut masalah-maslah sosial, para Khaldunian cenderung menganggapnya sebagai ensiklopedia.

3. Kitab al-Ta ‘rif lbnu Khaldun wa Rihlatuhu Garban wa Syarqan.

Adalah kitab otobiografi Ibnu Khaldun secara lengkap di mana ia dipandang sebagai orang besar abad pertengahan yang paling sempurna meninggalkan riwayat hidupnya.

4. Karya-karya lain

Selain karya yang telah disebutkan di atas, Ibnu Khaldun sebenarnya memiliki karya-karya lainnya seperti Burdah al-Bushairi, tentang logika dan aritmatika dan beberapa resume ilmu fiqih. Sementara itu masih ada dua karya Ibnu Khaldun yang masih sempat dilestarikan yaitu sebuah ikhtisar yang ditulis Ibnu Khaldun dengan tangannya sendiri ini diberi judul Lubab al-Muhashal fl Ushul al-Din. Dan kitab Syifa al-Sailfi Tahdzib al-Masatt yang ditulis Ibnu Khaldun ketika berada di Fez, adalah karya pertama yang berbicara tentang teologi skolastik dan karya kedua membahas tentang mistisisme konvensional.

Sebelum orang membaca kitab kitab sejarah beliau, kita harus membaca kitab Muqaddimah dulu.

Hampir separuh usianya dihabiskan untuk dunia politik, tapi hebatnya, beliau aktif menulis buku.

Tahun 1362 M, beliau pergi ke Spanyol/Andalusia. Beliau disambut oleh Raja Muhamamd ke-IV dengan hangat.

Tahun 1382 M, beliau menuju Iskandariyah, ingin beribadah haji. Motivasi berhaji salah satunya adalah ingin menghindari intrik politik yang sangat keras. Ketika beliau di Andalusia, salah satu Perdana Menteri di sana terbunuh oleh seorang pemberontak dan beliau difitnah terlibat dalam pemberontakan. Akhirnya dia ingin berhaji dan mampir ke Mesir. Namun teryata kerajaan Mesir tahu kalau Ibnu Khaldun orang terhormat Akhirnya beliau ditawari menjadi hakim dari madzhab Maliki.

Tahun 1384 beliau mengundurkan diri karna ingin menunaikan ibadah haji. Tapi keinginannya tersebut masih belum bisa terealisasi karena beliau kemudian diangkat menjadi profesor ahli hukum di Mesir.

Tahun 1387= akhirnya berkesempatan menunaikan ibadah haji.

Saat kembali ke Mesir, kemudian beliau diangkat menjadi seorang rektor di Universitas Baybars di Mesir.

Tahun 1389 = diangkat hakim bermadzhab Maliki oleh Sultan Mesir.

Beliau sempat melancong ke wilayah timur dan bertemu dengan Timur Lenk, penguasa wilayah timur saat itu.

Beliau meninggal secara mendadak tahun 1406 H.

Ibnu Khaldun adalah Bapak Ekonomi. Teori teori beliau mendahului teori teori ahli ekonomi Barat yang terlambat 3 abad.

Ibn Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan permintaan, konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal, pertumbuhan penduduk, makro ekonomi dari pajak dan pengeluaran publik, daur perdagangan, pertanian, industri dan perdagangan, hak milik dan kemakmuran, dan sebagainya. Ia juga membahas berbagai tahapan yang dilewati masyarakat dalam perkembangan ekonominya. Kita juga menemukan paham dasar yang menjelma dalam kurva penawaran tenaga kerja yang kemiringannya berjenjang mundur.

Ibnu Khaldun lama duduk di istana sehingga tahu betul soal problematika dalam mengatur negara sehingga banyak menguasai disiplin ilmu.

Beliau mengeluarkan teori keterikaitan ekonomi dengan politik. Kata katanya sebagai berikut = WAHAI RAJA, KERAJAAN ITU TIDAK AKAN TEGAK KEMULIAANNYA KECUALI DENGAN SYARIAT DAN MENEGAKKAN AGAMA ALLOH DENGAN TAAT KEPADANYA DAN TUNDUK KEPADA PERINTAH DAN LARANGAN ALLOH. DAN SYARIAT ISLAM TIDAK AKAN TEGAK KALAU TIDAK ADA PEMERINTAHAN.

DAN PEMERINTAHAN TIDAK AKAN BISA TEGAK KECUALI DIDUKUNG OLEH MASYARAKAT. MASYARAKAT ATAU BANGSA TIDAK AKAN TEGAK TANPA EKONOMI DAN EKONOMINTIDAK AKAN TEGAK TANPA PEMBANGUNAN DAN PEMBANGUNAN TIDAK AKAN TEGAK TANPA. KEADILAN. DAN KEADILAN INILAH YANG KELAK AKAN MENJADI TIMBANGAN DI AKHIRAT. DAN TEGAKNYA KEADILAN ADALAH DENGAN PEMERINTAHAN.

Urut urutannya =

• Government (pemerintah) = الملك

• S = Syari’ah = الشريعة

• N = Nation (masyarakat/rakyat)= الرجال

• W = Wealth (kekayaan/ekonomi) =الأموال

• D = development (pembangunan) = عمارة

• J = Justice (Keadilan) = العدل

Gambar tersebut dibaca sebagai berikut :

1. Pemerintah (G) tidak dapat diwujudkan kecuali dengan
implementasi Syari’ah (S)

2. Syari’ah (S) tidak dapat diwujudkan kecuali oleh pemerintah/penguasa (G)

3. Pemerintah (G) tidak dapat memperoleh kekuasaan kecuali oleh masyarakat (N)

4. Pemerintah G) yang kokoh tidak terwujud tanpa ekonomi (W) yang tangguh

5. Masyarakat (N) tidak dapat terwujud kecuali dengan ekonomi/kekayaan (W)

6. Kekayaan (W) tidak dapat diperoleh kecuali dengan pembangunan (D)

7 . Pembangunan (D) tidak dapat dicapai kecuali dengan keadilan (J)

8. Penguasa/pemerintah (G) bertanggung jawab mewujudkan keadilan (J)

9. Keadilan (J) merupakan mizan yang akan dievaluasi oleh Allah

Ar Rizqu = lebih khusus
Al Kasbu = lebih umum

Banyaknya pemberontakan biasanya karena pemimpinya tidak adil sehingga rakyat belum mendapatkan keadilan.

Tanamkan kesadaran syariat dalam diri dan keluarga kita, kemudian kembangkan masyarakat. Tingkatkan kekayaan masyarakat, laksanakan pembangunan yang berkeadilan, baru terbangun pemerintahan yang kuat.

Penyadaran itu penting.

Tegakkan syariat Islam pada diri dan keluarga kalian, maka akan tegak dalam masyarakat kalian.

Teori Ekonomi Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun menetapkan pembagian kerja.
Manusia diciptakan dalam kondisi lemah sehingga butuh atau mendorong terjadinya kerjasama.

Nanti bergeraknya ekonomi akan seperti teorinya Ibnu Khaldun. Akan ta’awun/saling bersinergi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga perlu ada pembagian kerja antara individu masyarakat.

3 kategori pembagian kerja:

1. Pertanian dan peternakan. Sarana menghasilkan keuntungan secara sederhana dan banyak dilakukan di pedesaan.

2. Perdagangan. Ketika petani menanam atau punya ternak lebih, untuk mencukupi kebutuhannya, dia jual ternaknya sehingga terjadi jual beli. Inilah perdagangan. Ada produksi yang lain yang berlebih dan dia butuh kebutuhan yang lain. Mau tidak mau ada transaksi tukar menukar.

Perdagangan supaya untungnya lebih, dia menunggu momen yang bagus. Atau bisa jadi dijual sekarang tapi dijual di tempat lain agar mendapatkan laba lebih besar karena tiap daerah memiliki standar harga yang berbeda beda.
Ada juga jual beli secara kredit. Laba yang diperoleh akan kecil jika modalnya kecil.

Bagi Ibnu Khladun, perdagangan adalah pembelian dengan harga murah dan penjualan dengan harga mahal.

Perdagangan memerlukan perilaku tertentu. Contoh : penjual harus ramah dan harus punya strategi.

Dalam perdagangan, terkadang menimbulkan perselisihan ketika para pedagang melakukan kecurangan, sehingga dibutuhkan (profesi) hakim untuk menengahi.

Beliau juga mengkritik para pejabat atau penguasa yang melakukan perdagangan (bisnis) karena nanti akan merugikan para pedagang. Para penguasa memiliki kekuasaan, modal, dan kebijakan sehingga orientasinya adalah keuntungan semata. Otomatis, mereka tidak bisa menjadi negarawan. Mereka harus menjadi negarawan, bukan pedagang atau pebisnis.

3. Industri atau produksi.
Menduduki peringkat budaya yang tinggi, ada di wilayah perkotaan yang peradabannya lebih tinggi daripada pedesaan.

Ada dua macam industri:

1) Industri yang bergerak dalam hal memenuhi kebutuhan pokok manusia (sandang, pangan, papan).

2) Industri yang bergerak di bidang ide, pemikiran, dan jasa (penulis buku, dosen, guru, tentara, dll)

Teori Tentang Harga
Bila suatu kota berkembang dan populasi penduduknya semakin banyak dan rakyatnya makmur, sehingga permintaan tinggi sedangkan supply barang kurang, maka harga akan tinggi.

Diteorikan sebagai terjadinya peningkatan dispossible income.

Membahas masalah profit, keuntungan yang wajar akan mendorong tumbuhnya perdagangan. Keuntungan yang rendah, akan membuat perdagangan lesu dan harga yang terlalu tinggi juga demikian, akan menjadikan perdangan menjadi lesu.

Tinggi rendahnya permintaan tergantung pada 5 faktor:
1. Harga.
2. Pendapatan.
3. Populasi.
4. Trend masyarakat.
5. Pembangunan kesejahteraan umum.

Tinggi rendahnya supply dditentukan oleh faktor faktor:
1. Harga.
2. Permintaan.
3. Laju keuntungan.
4. Buruh.
5. Kemanan.
6. Tingkat kesejahteraan masyarakat.

Faktor penambahan produksi, karena :
1. Harganya bagus.
2. Permintaan banyak.
3. Tingkat kesejahteraan bagus.

Kalau stok barang banyak, harganya murah dan sebaliknya.

Upah Buruh

Buruh = sina’a/orang yang bergerak di produksi.

Pekerjaan di perusahaan atau pabrik adalah berkaitan dengan skill praktis dimana buruh bekerja secara indrawi. Butuh digaji karena berhubungan dengan skillnya.

Ketenagakerjaan = Sina’a.

Ilmuwan pertama kali dalam sejarah yang menjelaskan tentang Buruh. Buruh harus digaji dengan baik karena tidak ada produksi kalau tidak ada buruh. Jadi, buruh harus dimanusiawikan. Jika gajinya baik, maka skill akan maksimal sehingga produksi akan maksimal.
Pemerintah harus ikut turun tangan menentukan harga barang barang yang menjadi hajat hidup kebutuhan orang banyak. Tapi tetap dengan memperhatikan keuntungan yang ingin diraih para pedagang.

Buruh harus dimuliakan karena tanpa buruh tidak akan ada produksi sehingga tidak akan ada keuntungan.

Skill seorang pekerja atau butuh adalah dari skillnya.

Sumber produksi = ada yang dari alam, dari pekerjaan, dan dari modal (kepemilikan) .

Mengenai modal, beliau menjelaskan bahwa sangat tidak bagus kalau modal itu mandek apalagi dalam kondisi negara aman dan ekonomi berjalan dengan baik. Investasi menjadi pilihan terbaik.

Tapi dalam kondisi tidak aman, hendaknya modal kita pegang, jangan diinvestasikan.

 

NgoPi (Ngobrol Pintar) Bareng IIBF CILACAP

Oleh Ustadz Sudarto, Lc. MPI

Leave a Comment