Bab 7 : Nasehat Jack Ma Buat Mereka Yang Serius Membangun High Value Networking

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan Jack Ma. Founder Alibaba yang dalam daftar majalah Forbes masuk diurutan 33 orang terkaya didunia dan nomer satu di Asia ini memiliki pengalaman hidup yang amat panjang dan pahit. From Zero to Hero. Tak heran jika kata-kata nasehat nya selalu diburu banyak pengagumnya diseluruh dunia, terutama buat mereka yang semangat merintis dari bawah.

Bab Selanjutnya : Cerita Dibalik Kegagalan Training dan Workshop Leadership

Salah satu nasehatnya yang sangat mengena di hati para entreprenuers dan intraprenuers adalah tentang nasehat Ma untuk tidak terburu-buru memburu dan mengeksploitasi networking sebelum mereka benar-benar memantaskan diri untuk masuk dalam lingkaran tersebut.

“Seseorang yang sungguh- sungguh kuat, tidak akan pernah menghabiskan waktu untuk mengambil hati orang lain. Mengenai relasi dan koneksi, itu semua hanyalah pelengkap, hal yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kemampuan dalam diri sendiri.

Orang hanya bisa datang kepadamu, setelah kamu memperbaiki diri. Kalau kamu sudah jadi pohon rimbun, burung- burung baru akan datang. Kalau kamu sudah jadi samudera, seluruh aliran air baru akan berkumpul kepadamu. Kamu harus mencapai suatu tingkat terlebih dulu, baru bisa mendapatkan koneksi yang sepadan, bukan sebaliknya. ” – Jack Ma

Ini adalah tamparan keras buat kita. Kadang, kita sangat terobsesi untuk masuk ke sebuah lingkaran impian kita. Lingkaran yang didalamnya banyak berkumpul orang-orang yang sudah berada pada level yang kita idam-idamkan. Sedangkan kita sendiri tidak memiliki tekad yang kuat mencari tau value apa dalam diri kita yang dihargai mahal di komunitas tersebut.

Seorang Lionel Messi atau Christiano Ronaldo tidak akan dengan serta merta melayani tantangan permainan dengan tim bola kelas tarkam yang hanya mampu memenangkan tropi tingkat kabupaten. Bukan berarti mereka sombong, namun mereka memang mencari lawan tanding yang paling tidak sepadan atau malah diatas mereka.

Seorang penyanyi sekelas Raisa atau Isyana hanya akan mau berduet dengan mereka yang popularitas nya sepadaan atau dengan mereka atau penyanyi kaliber international. Saya yakin jika Adam Levine atau Katy Perry ngajak duet mereka berdua pasti mereka gak mungkin nolak.

Kalau kita baru merintis usaha ayam krispi.. Kepo Prett Chicken.. baru sebulan dua bulan, baru ngabisin satu ekor ayam sehari, terus udah ngotot cari koneksi supplier ayam yang berkualitas dan murah ya.. dijamin mumet-mumet sampe salto dan kayang pun juga ndak akan nemu. Tapi jika kita telaten, warung laris luar biasa, yang beli antriannya puaannjang, ngabisin minimal 500 ekor ayam sehari..dijamin.. kita tidak akan kesulitan nyari supplier. Mereka yang akan bingung ngantriin kita. Kalo gini kita malah dalam posisi mengendalikan harga, mereka yang pasrah.

Jika kita penulis baru belajar ikut workshop sekali dua kali terus langsung kasih bandrol 10 juta pertulisan, itu mah tidak tau diri namanya. Namun jika Anda sudah punya jam terbang ribuan jam, karya Anda sudah berkali-kali jadi mega best seller, terus Anda membandrol satu tulisan puluhan sampai ratusan juta itu sah-sah aja. Malah orang akan rebutan berburu karya Anda.

Kata Jack Ma ini adalah salah satu kesalahan para entreprenuers pemula. Keinginan untuk memanfaatkan koneksi tapi selalu lupa untuk mengupgrade diri. Percayalah jika Anda memang memiliki kualitas, dan Anda bisa menunjukkan kualitas Anda koneksi-koneksi baru akan terbentuk dengan sendirinya. Anda tidak perlu menceritakan kalau Anda berkualitas, namun cukup tunjukkan karya-karya Anda sampai orang-orang mengakui kualitas Anda. Just SHOW, don’t TELL.

#SalamSuksesMulia
Saiful Islam

Leave a Comment