Pentingnya ASI Bagi Kesehatan Bayi dan Ibu, Calon Ibu Wajib Tahu!

Pentingnya ASI- Calon ibu tentu harus mengetahui apa saja yang bayi butuhkan selama masa perkembangan, yakni dari usia nol sampai satu tahun. Secara umum kebutuhan bayi yang paling penting adalah Air Susu Ibu atau ASI. ASI merupakan satu-satunya nutrisi yang paling baik bagi pertumbuhan bayi, mulai dari kualitas gizi sampai kuantitasnya.

Melihat kemanfaatannya yang sangat besar, maka calon orang tua harus memikirkan pemberian ASI eksklusif bagi calon buah hatinya. ASI Eksklusif menurut Sugarti (2011) adalah pemberian ASI selama enam bulan penuh tanpa tambahan makanan atau minuman yang lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, ataupun makanan padat seperti pisang, biskuit, bubur nasi, bubur tim.

Pemberian makanan pendamping sebelum usia bayi enam bulan memang tidak dianjurkan, selain organ pencernaan bayi yang belum berkembang secara sempurna, asupan gizi bayi dituntut memiliki nutrisi yang optimal agar pertumbuhannya berjalan dengan baik. Maka dari itu ASI Eksklusif adalah asupan yang paling penting.

Manfaat Pentingnya ASI Bagi Bayi

 

Setelah mengetahui pentingnya ASI bagi pertumbuhan bayi sekarang akan dijelaskan manfaat ASI. Mungkin bunda masih ingat gencarnya pemerintah menggalahkan ASI eksklusif bagi bayi. Meskipun hal tersebut adalah hak personal setiap ibu, tetapi apakah para ibu rela bila masih mampu memberikan yang terbaik bagi buah hati, tetapi memilih untuk mengesampingkannya?

Berikut bebrapa manfaat ASI bagi bayi yang diterbitkan oleh jurnal dokter sehat.

  • ASI kaya akan zat yang diperlukan bayi.

Melalui banyaknya iklan susu formula, para ibu pekerja memilih susu formula sebagai alternatif, padahal kandungan zat gizi dari susu formula jauh lebih sedikit daripada ASI. Zat penting yang dibutuhkan oleh bayi antara lain: DHA, AA, laktosa, omega 6, laktobasilus, protein, lemak, lisozim dan zat besi, yang semua dari zat itu telah tertakar sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan oleh bayi.

  • ASI memberikan kekebalan paling baik bagi bayi

Bayi yang diberikan ASI memiliki kekebalan tubuh yang jauh lebih baik daripada bayi yang tidak diberi ASI. Semakin baik sistem imun bayi, akan membuatnya jarang terserang penyakit. Maka dari itu sistem imun merupakan hal yang paling krusial.

  • ASI tidak basi dan akan selalu segar

ASI tidak akan basi karena diproduksi secara langsung dari payudara ibu tanpa campuran zat kimia. Seperti pengawet, pewarna, perasa, dan lain-lain yang belum tentu cocok untuk bayi. Meskipun para produsen menjamin produknya aman dan cocok bagi bayi. Tetap ASI tidak bisa tergantikan.

  • ASI lebih higienis daripada susu lainnya

Metode ASI adalah dengan cara langsung diminum dari puting ibu, yang mana susunya langsung dari payudara, sehinggah terjamin kebersihannya. Susu pun terjaga suhunya sesuai kebutuhan bayi. Sedangkan susu formula harus melalui botol dot yang prosesnya bisa saja tercemar dengan berbagai zat ataupun susunya langsung yang tercemar seperti air yang kurang matang, bahan kimia, ataupun proses memasukkan produk formula dalam wadahnya.

  • ASI akan melindungi bayi

ASI mencegah kematian pada bayi. Mencegahnya dari sakit diare, infeksi, gangguan pencernaan dan lain-lain.

  • ASI merupana pencegah alergi makanan

ASI juga mampu memberikan rangsangan kepada bayi agar tubuh membangun kekebalan terhadap jenis makanan tertentu. Kita biasa menyebutnya alergi, seperti alergi makanan laut, alergi susu kedela, alergi susu sapi. Namun harus diingat bahwa asupan sang ibu dalam proses menyusui menjadi faktor yang kuat dalam kasus ini. makanan yang dikonsumsi ibu akan mempengaruhi zah gizi yang ada dalam ASI sehingga tubuh bayi akan terbiasa dengan zat gizi yang ada dalam ASI yang berasal dari asupan makanan ibu, jiak sang ibu memakan kepiting, maka bayi akan menerima zat gii yang tersapat pada kepiting sehingga menghindarkannya dari alergi makanan.

  • ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi

Uniknya ASI adalah menyesuaikan dengan kebutuhan bayi, diawal kelahiran produksi bayi biasanya akan melimpah, bahkan timbul tren donor ASI. Kemudian setelah bayi semakin besar produksi ASI akan menurun. Disesuaikan dengan usia bayi.

Manfaat Menyusui Bagi Ibu

Pentingnya ASI

Bukan hanya bagi bayi ASI memberikan kemanfaatan, melainkan juga bagi sang ibu. Banyak jurnal kesehatan yang telah menerbitkan kemanfaatan dan keutamaan bagi ibu yang menysusui. Berikut data yang telah berhasil dirangkum.

  • Mengurangi depresi setelah melahirkan.

Menyusui dapat mempengaruhi psikologis ibu yang baru melahirkan. Terdapat penelitian di Australia yang menemukan adanya peningkatan depresi bagi ibu yang tidak menyusui bayi ketimbang ibu yang menyusui bayinya sejak dini.

  • Mengurangi bertambahnya berat badan setelah proses melahirkan.

melalui beberapa penelitian menyusi ASI eksklusif pada bayi menjaga agar kenaikan berat badan tidak melonjak. Hal ini bisa saja berpengaruh karena ibu harus bangun setiap malam agar bayi dapat tetap menyusui. Juga berkurangnya lemak yang terkandung dalam tubuh dan juga protein yang akan tersalurkan kepada bayi melalui ASI.

  • Mengurangi resiko terkena diabetes dan kanker

Penurunan resiko diabetes setiap tahunnya juga terdapat pada ibu menyusui. Diabetes yang menurun biasanya bertipe 2 yang mengalami penurunan 4-12 % setiap tahun. Penurunan resiko kanker payudara dan ovarium juga terjadi pada ibu yang menyusui bayinya. Penurunan tersebut sebesar 28% pertahun.

Hal ini dapa terjadi karena ASI yang tidak disalurkan kepada bayi dapat berubah menyerang payudara sang ibu. Logikanya jika kita memiliki air di sebuah gentong dan kita biarkan selama satu tahun, air tersebut akan berubah warna menjadi kecoklatan atau keruh dan dapat merusak gentong yang mewadahinya.
Bahkan America Academy Of Pediatric menganjurkan agar pemberian asi terus menerus sampai satu tahun agar terhindar dari resiko kanker.

  • Menurunkan resiko sakit hipertensi dan penyakit jantung

Penurunah resiko hipertensi dan penyakir jantung melalui penelitian yang ditemukan dan diuji oleh lebih dari 10.000 ibu menyusui. Penurunan hipertensi sebesar 12 %, penurunan lemak darah juga terhindarnya penyumbatan pada darah.

  • Mengurangi resiko sakit radang sendi.

Ibu yang menyusui akan mengurangi resiko radang sendi sebesar lebih dari 40 %, hal itu dapat terjadi bila durasi menyusui ibu pada bayi lebih dari 20 bulan. Penelitian tersebut dari nurses healt. Penyakit sendi seperti rheumatoid, arthitris.

  • Rahim akan kembali normal ukurannya dengan cepat.

Bahkan manfaat kesehatan yang ditimbulkan terjadi selepas melahirkan bila ibu langsung menyusui bayi. Rahim akan dengan cepat kembali ke ukuran normal.

  • Menjadikan hubungan batin antara ibu dan bayi semakin kuat

Rasa sayang terhadap anak membuat seorang ibu rela melakukan apapun demi yang terbaik utnuk anaknya. Rasa kedekatan batin akan lebih terhubung dengan ibu yang menyusuinya secara eksklusif. Rasa saling membutuhkan antara keduanya mengalahkan rasa sakit si ibu.

Salah Kaprah Yang Terjadi Tentang ASI

Pentingnya ASI - Manfaat asi eksklusif

setelah mengetahui pentingnya ASI dan manfaatnya maka tidak lengkap bila tidak mengupas kesalahan pengetahuan masyarakat tentang ASI dan kesehatan bayi. Faktanya tak jarang perilaku kita terhadap ASI dan dalam merawat bayi menjadikan kerugian yang tidak disadari. Memang niatnya baik, menuruti kata orang tua, tetapi, Ibu tentunya harus selektif dan mencari informasi yang terpercaya.

Ada ibu yang tidak bisa memberikan ASI eksklusif karena mandek, padahal ASI akan terproduksi secara alami karena seringnya disusukan kepada bayi. Bila ASI tetap tidak keluar maka harus diberi rangsangan langsung dengan si bayi menyusu di puting ibu.

Ada pula salah kapra menganggap bayi “bingung puting” padahal bayi sudah memiliki naluri untuk menyusui dan mencari puting ketika baru terlahir di dunia. Hal terebut biasa terjadi karena bayi diberikan susu formula mulai sejak dini, sehingga terbiasa minum susu dari botol.

Banyak juga ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya karena setelah lahir, ASI-nya tidak keluar atau keluarnya sedikit. Sebenarnya ASI akan keluar biasanya pada hari ke 2-4, di hari itu barulah ASI mulai terproduksi  dalam jumlah banyak. Hingga sekarang kadang ada ibu yang terus memberikan susu formula kepada bayinya, meski produksi ASI sudah banyak.

Ketika ASI sudah lama tidak disusukan maka akan menimbulkan bengkak dan puting terasa sakit, menyebabkan  tidak bisa menyusui. Padahal bila disusukan bengkaknya akan menghilang dan kembali normal. Ibu beranggapan bahwa susu formula yang membuat bayi kenyang lebih lama dari 3-4 jam. Padahal bila dengan ASI bayi hanya akan kenyang di 1,5-2 jam saja. Maka puting akan terasa sakit karena ASI yang tidak disusukan.

Kondisi Ibu Mempengaruhi Banyaknya ASI

Ada kasus yang seorang ibu mengalami kesulitan karena ASI yang ia produksi sedikit jumlahnya, sedangkan dilain sisi ada ibu yang memiliki produksi ASI yang melimpah, bahkan terlalu banyak untuk bayinya sendiri. Faktor yang mempengaruhi biasanya dari asupan gizi si ibu sebelum kehamilan dan selama kehamilan berlangsung.

Seorang ibu yang memiliki lemak yang cukup dalam tubuhnya diharapkan bisa menyusui mulai dari bulan ke 1-6. Namun bagi ibu yang kurus dan kurang lemak di tubuh biasanya hanya mampu menyusui sampai bulan ke 4. Maka dari itu asupan gizi ketika hamil harus diperhatikan supaya nantinya tubuh dapat memproduksi ASI yang cukup.

Selain itu tidak ada faktor umur dari ibu yang memperngaruhi jumlah ASI, hal tersebut sesuai dengan penelitian Anggrita (medan). Jadi bagi bunda yang sudah memiliki anak yang dewasa dan ingin program bayi lagi, jangan khawatir ASI akan kurang maksimal. Tetapi biasanya ibu yang usianya di atas 37 tahun memiliki produksi ASI yang lebih rendah.

Ibu yang kesulitan ataupun kelebihan dalam memberikan ASI sekarang jangan khawatir, karena sudah banyak bank ASI yang siap membantu ibu yang sedang kesulitan. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat bagi ibu-ibu tangguh.

Leave a Comment