Hati-hati Dengan Penyakit Difteri, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Difteri adalah penyakit karena adanya infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan, serta dapat menimbulkan luka borok (ulkus) pada kulit. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Bakteri ini akan mengeluarkan racun yang akan mematikan sel-sel sehat yang ada dalam tenggorokan.

Sel-sel yang telah mati inilah yang akan membentuk membran berwarna abu-abu pada tenggorokan. Racun tersebut berpotensi menyebar melalui aliran darah, dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf manusia. Jika difteri tidak ditanggulangi secara serius, maka akan menyebabkan komplikasi yang akan berakibat fatal, yakni kematian.

penyakit Difteri

Para penderita difteri ini akan menularkan bakteri Corynebacterium diphteriaesecara masif jika tidak diisolasi beberapa hari di rumah sakit, tetapi pengisolasian ini hanya untuk penderita difteri yang dinyatakan parah atau berbahaya.

Penularan penyakit ini bisa melalui udara atau barang-barang yang telah terkontaminasi bakteri Corynebacterium diphteriae. Bisa juga melalui sentuhan luka borok (ulkus) dari si penderita, maka akan berpotensi tertular difteri pula. Terompet pun bisa menjadi perantara difteri, yang perantaraannya melalui mulut pengguna.

Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri di penyakit dunia pada tahun 2016. Indonesia sendiri menyumbang 342 kasus difteri, dan tercatat sebagai negara dengan kasus difteri terbanyak ke-2 setelah India.  Dari tahun 2011 hingga tahun 2016 terdapat 3.353 orang pengidap difteri di Indonesia, diantaranya ada 110 orang dinyatakan meninggal dunia karena penyakit ini.

penyakit Difteri

Dari data di atas, pihak kesehatan nasional maupun internasional hendaknya tidak menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang remeh. Pasalnya, penyakit ini cara penularannya cukup mudah, dari lingkungan yang tidak sehat, kotor, serta udara yang terkontaminasi bakteri Corynebacterium diphteriae.

Pada Januari hingga November 2017 kasus difteri meningkat penyebarannya hingga statusnya menjadi kejadian luar biasa (KLB), sebagaimana yang dilansir oleh Jawa Pos dalam rapat terbatas oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor (27/12) dalam rangka membahas KLB tersebut. Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, menuturkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus difteri terbanyak, sebanyak 271 kasus dan 11 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Dan total kematian akibat difteri pada bulan Januari hingga November 2017 sebanyak 32 mortalitas di 95 kabupaten/kota di 20 provinsi se-Indonesia dari 591 kasus difteri.

penyakit Difteri anak

“Kita harus melakukan outbreak respond immunization atau ORI. Penanganannya ya imunisasi, nggak ada yang lain,” terang Nila. Menkes RI itu mengatakan demikian karena selama ini masih ada beberapa kelompok masyarakat yang mempermasalahkan kehalalan vaksin. Pihak MUI punmenyatakan ini penyakit darurat yang harus segera dicegah, asal vaksin tersebut suci dan bersih maka vaksin tersebut dinyatakan halal. Pasokan vaksin difteri di Indonesia berkisar 1200 vial (satuan vaksin, satu vial vaksin DPT berisi lima dosis). Sebanyak 700 vial dari Bio Farma dan 500 vial dari WHO yang diproduksi di India.

Masalah Difteri ini merupakan masalah yang kompleks. Dari segi sosial kemasyarakatan, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola lingkungan rumah sendiri maupun lingkungan sekitar untuk meminimalisir peluang penyebaran difteri. Dari pihak MUI pun harus secara jelas dalam menentukan halal atau haram suatu produk untuk kaum Muslim.

Leave a Comment