Pro Kontra Nikah Muda Yang Banyak Dibicarakan Generasi Millineal

Pro Kontra Nikah Muda  – Pernikahan dengan umur mempelai yang masih muda tentu bukan hal yang tak asing lagi. Banyak diskusi yang bermunculan mengangkat tema ini, bahkan timbul motivator-motivator nikah muda yang dibelakangnya memiliki rumah tangga yang dipandang berhasil. Berhasil disini dalam arti sanggup mempertahankan mahligai rumah tangganya. Sehingga motivator ini dalam aksinya terkadang menceritakan kisah pribadinya sebagai contoh yang dapat diambil peserta forum.

Dewasa ini, nikah muda menjadi trend tersendiri yang melanda masyarakat. Melalui beberapa publik figur yang sukses melakukan nikah muda, pandangan masyarakat tentang nikah muda menjadi lebih baik dari satu dekade belakangan. Terutama diawal taun 2016 yang menilai nikah muda lebih kepada manfaatnya dan pandangannya dalam perspektif islam.

Padahal nikah muda bagi masyarakat abad 20 merupakan hal yang sudah biasa dan dianggap bukan suatu hal yang tabu, melalui perkembangan jaman yang semakin global justru sebaliknya, nikah muda dianggap keputusan yang gegabah. Maka dari itu nikah muda bukan apa yang harus atau diperlukan, namun lebih kepada sebuah pilihan berkomitmen.

Pro Kontra Nikah Muda

Pro Kontra Nikah Muda

Membicarakan pro kontra tentang nikah muda tentu sangat banyak dan telah dilakukan penelitian yang memadai, mulai dari aspek sosial, agama, hingga psikologis. Nikah muda bukanlah hal yang gampang. Jangan sampai kita terjerumus dengan mengambil informasi yang hanya memandang pernikahan dari segi romantismenya saja.

Beberapa motivator memang sengaja mengambil romantisme sebagai pemicu semangat, namun jangan salah kapra dan terbawa mellow. Bukannya kuat melewati cobaan rumah tangga, seperti genteng bocor misalnya, malah makin galau karena bingung harus panggil siapa yang bisa benerin genteng bocor, kan gak lucu!

Pernikahan menurut wikipedia adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Dari pengertian tersebut dapat dipahami masalah apa saja nanti yang akan dihadapi pasangan nikah muda. Berikut ini pro kontra yang dapat dijadikan barang pembelajaran.

Pro Nikah Muda

Pro Kontra Nikah Muda

1. Menikah Menghindarkan Kita Dari Zina

Manusia diciptakan berpasang-pasang, mempunyai peran sebagai makhluk sosial dan pribadinya yang unik. Manusia mempunyai ghorizah Nau’, yakni kodrat yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang dapat saling mengasihi, memberikan cinta dan meneruskan keturunan. Tentunya kita pernah merasakan cinta, jatuh cinta hingga membuat hati berbunga-bunga, di manapun berada terasa mencium bau bunga yang semerbak.

Islam membolehkan kita jatu cinta, bakan Alloh lah yang memberikan perasaan itu kepada kita. Tetapi atas nama cinta yang suci banyak pasangan menhalalkan perbuatan zinah. Sesungguhnya cinta yang dimulai dari sesuatu yang diharamkan Alloh tidak akan memberikan kebahagiaan dan barokah.

Maka dari itu, islam memberikan solusi untuk menyegerakan menikah bagi yang kesulitan dalam menahan diri dari perbuatan zinah. Rasululloh juga menganjurkan bagi umatnya yang mampu untuk segera menikah demi terjaga kehormatannya. Dalam hadits shahih riwayat Bukhari sebagai berikut.

Artinya: Dari perkataan Abdulloh: Rasulullah SAW bersabda : Hai para pemuda, barang siapa yang telah sanggup di antaramu untuk kawin, maka kawinlah karena sesungguhnya kawin itu dapat mengurangi pandangan (yang tidak dijaga) dan lebih menjaga kehormatan. (hadits nomor 5066)

Bagi orang yang tidak paham ilmu agama alasan menikah adalah untuk menghindari sex kebablasan. Menurut mereka konten pornografi yang begitu mudah diakses jaman sekarang menjadikan pasangan yang pacaran cenderung akan melakukan sex diluar nikah, sehingga solusinya adalah segerakan dengan menikah.

Tapi juga banyak yang beranggapan terutama kaum sekuler bahwa dengan menikah belum tentu dapat menghindarkan diri dari perbuatan zinah. Lah nikah saja belum tentu selamat dari zinah, apalagi yang tidak menikah. Maka bagi muslim yang budiman hendaklah segerakan menikah demi menghindarkan diri dari zinah.

2. Wanita di Usia 20-an Memiliki Rahim yang Sehat dan Belum Banyak Memikirkan Masalah

Tingkat kesuburan yang tinggi didapat oleh wanita di rentang usia 20-25 tahun. Dalam usia tersebut rahim memiliki keoptimalan dalam proses reproduksi. Menikah di usia muda juga dapat meningkatkan mutu dalam mendidik anak. Di usia muda kita masih belum mengalami banyak hal dan dapat belajar begaimana merawat anak dan mendidiknya dengan baik seperti cara modern ataupun dengan belajar cara mendidik anak dalam islam.

3. Menikah Muda Lebih Membuat Rumah Tangga yang Romantis

Gairah muda kita akan tersalurkan dalam pernikahan. Anak muda biasanya belum terlalu mengenal dan bersentuhan dengan lawan jenis. Kita biasa menyebutkan berpacaran setelah manikah. Yang tentunya akan lebih indah dan barokah dijalani. Jangan sampai karena menunda-nunda menikah jadinya keromantisan dalam berumah tangga menjadi hal yang canggung ataupun malu-malu, nggak mau kan saat kita ingin memadu kasih dengan pasangan tiba-tiba teringat dengan mantan dulu yang belum lunas membayar utang.

4. Indahnya Meraih Mimpi Bersama

Demi tercapainya tujuan bersama islam membolehkan membuat syarat pra nikah, asal masih sesuai dengan syariat. Bahkan menurut Imam Syafii sebaik-baik perjanjian adalah perjanjian pra nikah. Misal perjanjian diizinkannya oleh sang suami dalam menempuh pendidikan atau meneruskan pendidikan sang istri yang tertunda karena pernikahan.

Di usia muda tentu keinginan atau cita-cita yang telah direncanakan sejak kecil harus mulai di realisasikan. Pasangan nikah muda bisa saling mendukung dan membantu dalam aplikasinya tanpa menghalangi atau berusaha menjatuhkan asal tahu batasan dan tugas masing-masing. Dan rumah tangga akan lebih hidup dengan impian bersama dan komitmen saling melengkapi.

Kontra Nikah Muda

Pro Kontra Nikah Muda

1. Nikah Muda Belum Tentu Siap Mental

Anak muda belum siap menghadapi masalah-masalah rumah tangga, seperti ekonomi, sosial, anak, hingga masalah keluarga besar dari kedua belah pihak. Bagaimana mau menghadapi masalah keluarga, masalah betengkar dengan teman saja sudah seperti ayam betina yang bertelur sebiji, ramai satu kampung!

Sebenarnya masalah selalu datang menghampiri manusia. Alangkah baiknya kita sebagai hamba Alloh dan mengaku rindu dengan Rosululloh memiliki cara yang bijak dalam menghadapinya, terutama memikirkan setiap langkah yang kita ambil melalui pertimbangan yang matang. Bagaimana dampaknya, cara menyelesaikannya, dan diskusikan dengan orang yang lebih berpengalaman.

2. Resiko Sakit Kanker

Wanita yang menikah di bawah usia 20 tahun memiliki dinding rahim yang tidak se kokoh Wanita dengan usia di atas 20 tahun. Begitupun dengan leher rahim yang masih dalam proses pematangan. Apabila organ rahim terpapar HPV maka lebih rentan dalam penyerangannya, sel-sel rahim akan dengan mudah membelah dengan pembelahan yang menyimpang hingga timbulnya kanker di rahim.

3. Meneladani Rosululloh Sebagai Perbedaan Pendapat dan Salah Tafsir

Muslim pasti tahu riwayat terkenal jika Rosululloh menikah dengan Aisyar R.a pada saat usia Aisyah 9 tahun. Hadits tersebut menjadi pedoman beberapa orang yang menikah muda, sebut saja Syekh Fulan yang menggegerkan Indonesia karena menikah dengan perempuan yang masih berumur 12. Memang tidak salah, tapi kebanyakan dari mereka salah tafsir dan hanya mencari pembenaran atas tindakan yang mereka lakukan. Beberapa ahli pun membantah pandangan tersebut, seperti Ali Akbar, M. Ag yang mengatakan bahwa pernikahan berbeda usia Nabi dangan Isyah R.a tersebut hanyalah mitos. Wallohu a’lam.

4. Peningkatan Angka Perceraian Karena Nikah Muda

Studi kasus dari jurnal Bety, S. Ag. MA dari bengkulu menyebutkan angka perceraian dibengkulu didominasi oleh pasangan nikah muda di bawah umur 25 tahun. Sedang dibawah umur 20 tahun terdapat seper empatnya. Itu baru di bengkulu, bagaimana dengan kasus publik figur ataupun penghuni ibu kota. Banyaknya angka penelitian ini paling banyak disebabkan oleh ketidak siapan pasangan dalam berumah tangga.

Banyaknya angka perceraian menjadikan Wanita tak bisa mencari perlindungan sosial, hingga beberapa pelacur berasal dari pelarian setelah perceraian. Bahkan di bantul angka kematian ibu yang melahirkan meningkat menjadi 75 % dan itu dicatat tahun 2004. Ini tentunya menjadi masalah sosial yang cukup rumit.

Saran Buat Kamu Yang Berencana Nikah Muda

Pro Kontra Nikah Muda

Menikah muda adalah pilihan, pastikan pilihanmu memang sudah kamu timbang baik dan buruknya. Perlu diingat bahwa menikah menikah itu butuh ilmu, menikah itu butuh perjuangan dan butuh pengorbanan. Jika kamu belum memiliki semua itu maka pertimbangkan dengan baik baik dan buruknya ketika sudah menikah.

Artinya :” Dan di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Allah bahwa Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (ar rum 21)

Leave a Comment