Sebenarnya Bisnis Itu Mulai Dari Mana Dulu ?

Bicara memulai bisnis mendadak yang kita pikirkan langsung Business Model Canvas (BMC). Iya sih tools satu ini memang sudah dibuat dan digunakan oleh 470 praktisi dari 45 negara. Yang pertama adalah fokus ke customer segment dulu alias target market baru ciptain value proposition untuk mereka. Tentukan jalur distribusinya, pikirkan bagaimana menjalin hubungan dengan customer, pikirkan sumber – sumber/arus pendapatannya, sumber daya – sumber daya yg dibutuhkan, aktivitas kunci dari bisnis anda, mitra – mitra yang bisa membantu bisnis anda dan yg terakhir susun rencana pengeluarannya apa saja. Itulah sekilas tentang Business Model Canvas yg diajarkan para mastah bisnis.

Tapi sebetulnya itu bukan langkah pertama. Karena itu masih di dunia external. Trus apa donk yang paling pertama ? Sebelum membahas faktor external seharusnya internalnya dulu dibenahi. Jiwa, raga dan pikirannya terlebih dahulu yg harus berkapasitas. Aspek pertama yang harus dibenahi adalah aspek spiritual. Kita harus tau sebesar apapun bisnis yg kita bangun nantinya itu semua adalah amanah dari Allah SWT yang dipercayakan pada kita untuk mengelolanya. Rezeki kita akan lapang atau sempit, proses kita akan mudah atau sulit akan dipengaruhi oleh aspek spiritual ini. Jadi SMC (Spiritual Model Canvas) dulu bukan BMC (Business Model Canvas) dulu !

Abaikan BMC kl shalat, amal dan ibadahnya belum bener. Jika spiritual kita sudah bagus maka yang berikutnya adalah akhlak nya. Karena rezeki yang besar dan berkah hanya Allah titipkan kepada manusia2 yg ahli ibadah dan akhlaknya bagus. Jika tidak itu adalah istidraj.

Jadi Bisnis mulai dari mana ?

Dari Spiritual Model Canvas dulu. merapikan dan membenahi amal ibadah kita terlebih dahulu.

1. Spiritual Customer Segment (Siapa yg mau kita jangkau dan kita layani ?) tentu saja Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus

2. Buat Spiritual Value proposition untuk Allah terlebih dahulu agar keinginan tersebut diijabah. Yakni Iman dan Taqwa

3. Channel spiritualnya adalah dengan Ketepatan, doa, shalat, sedekah, ibadah-ibadah wajib dan sunnah, dzikir, sedekah, zakat, umroh, haji, silaturrahmi, menikah, memuliakan orangtua dan keluarga, dll

4. Spiritual Relationship. Bagaimana membina hubungan dengan Tuhan ? Konsistensi ibadah – ibadah dan amal kita, eling atau selalu ingat kepadaNya.

5. Spiritual Revenue Streams (arus pendapatan spiritual) : Pahala dan royalti pahala, Kelancaran dan keberkahan rezeki, kemudahan segala urusan, perlindungan dari musibah dan penyakit, petunjuk dan perlindungan di hari kiamat, surga serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

6. Spiritual Key Resources (sumberdaya utama yang dibutuhkan) :

Fisik : Masjid/musholla, Alquran, busana muslim, sajadah, tasbih, sarung, kopyah, sorban, mukennah, jilbab

Intelektual : Tauhid, Fiqih, Aqidah, Akhlaq, Tajwid.

Manusia : Orangtua, keluarga, saudara, sahabat, tetangga, anak – anak yatim, guru, alim ulama, ibnu sabil, musafir, fakir miskin.

Finansial : Modal uang dari sumber yang halal.

7. Spiritual Key Activities (Aktivitas Utama Spiritual) :
Peningkatan nilai dan kualitas ibadah.

8. Spiritual Key Partners (mitra utama spiritual) :
Masjid – masjid, Panti Asuhan, pondok pesantren, biro travel haji umroh, syafa’at para Nabi dan Rasul terutama Baginda Rasul Muhammad SAW, para alim ulama, kedua orangtua, istri/suami, keluarga.

9. Spiritual Cost Structure :
Infaq, Sedekah, Zakat, Biaya Haji dan Umroh, Aqiqah, dll

Jika spiritual model canvas kita sudah berjalan barulah kita susun Business Model Canvas.

Karena hanya Allah lah satu-satunya pemberi rizki. Maka benahi, benahi dan benahi aspek spiritual kita !

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

“Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah; maka mengapakah engkau bisa berpaling (dari perintah beribadah kepada Allah semata)?” (QS. Fathir: 3)

“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).” (QS. An Nahl: 73)

Seandainya Allah menahan rizki manusia, maka tidak ada selain-Nya yang dapat membuka pintu rizki tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2).

Enjoy your business !
Coach Tegar Prajaksa (CTP)

Leave a Comment