Step By Step : Sudahkah Saya Rajin Membersihkan Diri

Dalam sebuah pelatihan, saya pernah meminta peserta, membongkar tas atau dompetnya. Saya minta mereka mengecek, apakah ada kertas, atau barang apapun, yang sebenarnya tidak digunakan lagi. Ternyata seringnya, hampir semua orang, menyimpan hal-hal tidak berguna, dalam dompet atau tasnya.

Setelah itu dibuang, dompet dan tas, menjadi serasa longgar. Jika diri kita diibaratkan tas atau dompet, maka demikianlah pula. Suasana hati dan pikiran yang jarang dibersihkan, pasti sumpek rasanya. Ada sebuah kegundahan dalam menjalani hidup, entah mengapa. Ya itu, tanda diri perlu dibersihkan.

Jika anda berada dalam sebuah ruangan, yang sangat kotor dan berantakan, bagaimana anda bisa tidur nyenyak di dalamnya? Bagaimana bisa anda betah tinggal di dalamnya?.Tentu sangat berbeda, jika ruangannya bersih dan rapi, tidur jadi nyenyak dan bikin betah. Untuk bekerja pun, rasanya mudah focus. Amati diri kita.

Kalau dalam menjalankan pekerjaan kita ogah-ogahan, kurang focus, kurang konsisten berlama-lama dalam sebuah proses (gak betahan). Itu juga tanda-tanda, bahwa kita perlu segera bersih-bersih diri, dan merapikan segala hal yang berantakan di dalam. Diri kita bisa diibaratkan ruangan.

Pernah suatu kali, saya bersih-bersih rumah. Wuah, banyak hal tidak berguna yang saya simpan, sampahnya entah berapa kardus. Banyak pokoknya. Tapi ada satu hal yang menarik. Pada saat saya bersih-bersih rumah, saya menemukan barang-barang, yang selama ini saya cari dan tidak ketemu. Padahal, niat saya bersih-bersih, ya hanya niat bersih-bersih. Eh malah dapat bonus menemukan barang penting, yang lama gak ketemu.

Jika ada di antara anda, yang sedang bingung mencari solusi hidup, gak ketemu-ketemu. Jika anda mencari inspirasi dan ide-ide briliant, stuck alias blank. Itu pun “kode alam”, agar anda segera bersih-bersih yang di dalam. Solusi dan ide yang anda cari, sebenarnya ada di dalam. Cuman tidak anda temukan, karena ruangan diri anda penuh sampah dan tata letaknya sangat berantakan.

Puasa pada bulan ramadhan ini, sudah memasuki hari ke 10. Secara fisik, terjadi detoksifikasi (bersih-bersih) pada tubuh kita, sejak hari pertama. Pertanyaannya, “sudahkah kita, bersih-bersih hati dan pikiran?”. Yuk, sempatkan merawat dan merapikan ruangan, bernama “diri” ini. Ruangan berantakan, sebabnya sederhana, “kita ambil barang, lalu meletakkannya sembarangan, dan itu kita akumulasi”. Sampah banyak dimana-mana, sebabnya sederhana, “ada sampah sedikit kita biarkan, dan kita tumpuk terus menerus”. Keruwetan yang hadir dalam hidup, adalah cerminan diri kita, yang jarang bersih-bersih yang di dalam.

Leave a Comment