Ujian Terberat Seorang Ahli Ilmu dan Penuntut Ilmu - Banyak sekali orang-orang yang kerap menuntut ilmu jauh-jauh bahkan hingga ke luar kota dan mengeluarkan uang yang jum

Ujian Terberat Seorang Ahli Ilmu dan Penuntut Ilmu Yang Sering Dialami

Ujian Terberat Seorang Ahli Ilmu dan Penuntut Ilmu – Banyak sekali orang-orang yang kerap menuntut ilmu jauh-jauh bahkan hingga ke luar kota dan mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Mereka juga rela menghabiskan sisa umurnya untuk menuntut ilmu kepada yang lebih pandai.

Kesabaran Seorang Guru

Ketika kita hendak mencari ilmu kepada guru-guru kita seringkali kita merasa bahwa kita tidak ada apa-apanya dengan guru kita. Ketika kita bertanya kepada guru tentang hal yang sebelumnya kita tidak tau maka guru kita sabar mengajari kita hingga pandai.

Saat awal kita tidak tau apa-apa tentang suatu ilmu maka guru kita membimbing kita agar kita menjadi anak yang pandai dan bermanfaat. Bukan itu saja ketika kita berbuat ulah, berbuat kesalahan yang dimana kesalahan itu bisa dibilang sulit untuk dimaafkan akan tetapi guru kita dengan kebijaksanaannya memaafkan kesalahan kita.

Beribu maaf mungkin telah diberikan guru kita sewaktu kita menuntut ilmu padanya. Bukan karena kita bodoh, bukan karena kita nakal namun karena guru kita tau jika “Kita sedang belajar” “Kita belum tau kebenaran” dan “Kita belum mendapat hidayah dari Alloh”

Buah hasil Kesabaran Seorang Guru

Setelah sekian lama kita menuntut ilmu kepada guru kita pastilah kita akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Dari yang semula bodoh menjadi pintar

Dari yang semula tidak tau menjadi tau

Dari yang semula adab kita buruk menjadi memiliki adab yang baik

Dan dari yang semula cara berpikir kita masih salah menjadi memiliki cara berpikir yang benar.

Apakah yang kita dapatkan karena usaha kita semata? Tentu tidak serta merta karena usaha kita saja melainkan ada faktor lain yakni “Kesabaran Seorang Guru”.

Lalai Karena Ilmu

Akan tetapi ketika kita sudah memiliki ilmu, ketika kita sudah mempunyai harta bahkan ketika kita sudah mempunyai tahta, apakah kita tidak akan diuji? Jawabannya sudah pasti! Namun ujian kita bukanlah lagi ketika kita menuntut ilmu, ujian kita bukanlah ketika kita sedang belajar.

Namun ujian kita ketika kita sudah memiliki ilmu, harta dan tahta? Apakah setelah memiliki ilmu kita semakin sombong atau semakin merendah. Karena banyak sekali orang diluar sana yang semula ia tidak sombong namun setelah mempunyai ilmu kesombongnya muncul bahkan hingga dapat menjauhkannya dari Hidayah Alloh.

Hakekat Ilmu

Ujian setelah mendapatkan sesuatu seringkali lebih berat ketimbang ujian sebelum mendapatkan sesuatu. Maka dari itu ketika selama kita masih hidup senantiasalah untuk selalu rendah hati dan beristigfar. Jangan sampai ilmu yang kita pelajari justru akan mencelakai kita.

Bukankah kita sering mendengar pepatah “Padi semakin berisi semakin merunduk”. Apakah kita tidak bisa mengambil pelajaran dari situ? Jika tidak lantas untuk apa kita belajar apabila dengan belajar membuat kita sombong yang dapat menjerumuskan kita kepada tempat yang hina dina yakni Neraka.

Ujian Terberat Para Ahli Ilmu

Bukan hanya disitu saja ujian akan datang juga ketika ada seseorang yang masih bodoh datang kepada kita untuk datang belajar. Ketika ilmu kita sudah banyak akan banyak sekali orang-orang yang masih bodoh akan datang kepada kita untuk belajar.

Seringkali dalam tahap ujian ini kita masih belum bisa lulus kenapa? Seringkali kita akan berpikir bahwa mereka yang masih belajar sangat susah untuk diajarkan ilmu. Mereka yang masih belajar seringkali berbuat yang dimana sikapnya membuat kita tidak senang.

Bahkan lebih parahnya kita merasa bahwa diri kita pintar sedangkan orang lain bodoh. Bukankah perbuatan demikian termasuk perbuatan yang sombong? Bukankah orang yang didalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji zahrah akan dimasukan kedalam neraka?

Maka dari itu saya selalu mengingatkan diri saya pribadi dan temen-temen terdekat saya untuk tetap rendah hati, selalu beristigfar dan selalu mengingat bahwa kita tidak memiliki apa-apa di dunia serta tak ada sedikitpun yang patut kita banggakan meskipun itu amal sholeh. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment