3 Destinasi Wisata Sejarah Yang Harus Kamu Kunjungi Ketika Di Bekasi

Wisata Sejarah Bekasi – Siapa sangka, Bekasi yang sering disebut planet, udik, tempat jin buang anak dan berbagai julukan negatif lainnya, ternyata menyimpan hal menarik yang pantas untuk dikunjungi. Bekasi adalah tempat bersejarah, kota perjuangan. Sejarah ini bukan hanya diabadikan dalam bentuk monumen tapi juga karya sastra.

Kamu pasti tahu dong, salah satu judul puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar yaitu Antara Karawang – Bekasi? Nah, ini menjadi bukti bahwa Bekasi bukan tempat jin buang anak, tapi salah satu kota yang penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Ini dia keempat tempat bersejarah itu:

  • Gedung Juang 45

Wisata Sejarah Bekasi
Wisata Sejarah Bekasi

Salah satu monumen bersejarah yang menjadi bukti perjuangan rakyat Kabupaten Bekasi adalah gedung juang 45 atau yang sering disebut juga dengan nama gedung tinggi, yang terletak di jalan Sultan Hasanudin No.5 Kecamatan Tambun Selatan. Gedung yang dibangun dalam dua tahap ini, yaitu tahun 1906 dan 1925, memiliki arsitektur khas gaya Eropa seperti kebanyakan gedung peninggalan Belanda lainnya.

Walaupun sekarang terasa kurang perawatan, tempat ini masih tetap recomended sebagai wisata sejarah. Dengan pohon-pohon besar di sekelilingnya, membuat udara di sekitarnya menjadi sejuk, belum lagi gaya bangunannya yang cantik, menjadi tempat yang pas untuk selfie dan wefie. So, kalau kamu berkunjung atau bahkan berdomisili di Bekasi, jangan lupa untuk singgah di monumen kebanggaan orang Bekasi ini.

  • Wisata Sejarah Bekasi – Saung Ranggon

Saung Ranggon
Wisata Sejarah Bekasi

Destinasi yang satu ini punya nilai lain selain bersejarah, yaitu mistik. Banyak kisah misteri seputar Saung Ranggon. Dari yang sekedar kesulitan untuk keluar dari wilayah ini karena ternyata hanya berputar-putar saja sampai yang rela datang jauh-jauh untuk ‘ngalap berkah’ (meminta sesuatu: harapan, dengan membawa sesajen/persembahan, bersemedi, do’a dan lain sebagainya.

Saung Ranggon didirikan sekitar abad ke-16 oleh Pangeran Rangga salah satu anak Pangeran Jayakarta. Bangunan yang memiliki luas 7,6 x 7,2 m, dengan tinggi 2,5 meter, ditemukan pada tahun 1821 oleh Raden Abbas, menjadi tempat berkumpulnya para pesepeda dari berbagai penjuru.
Meskipun telah mengalami beberapa kali pemugaran, namun sebagian besar material bangunannya masih asli.

Bangunan yang tepat berada di belakang kawasan industri MM2100 ini, seolah menjadi oase di antara bisingnya mesin produksi, panas dan polusi udara. Pohon-pohon besar yang memagari Saung Ranggon, benar-benar menjadi pemisah yang nyata. Seolah kita sedang berada di daerah luar Bekasi. Udara yang sejuk, kicauan aneka jenis burung menjadi daya tarik tersendiri. Bagi kamu yang ingin mengalami sendiri kesejukan udara di Saung Ranggon ataupun merasakan aroma mistiknya, langsung saja menuju Desa Cikedokan Kecamatan Cikarang Barat.

  • Rumah Tuan Tanah Pebayuran

Rumah Tuan Tanah Pebayuran
Wisata Sejarah Bekasi

Bangunan peninggalan Belanda atau Jepang, selain bernilai sejarah juga memiliki sisi mistisnya. Begitu pula dengan bangunan yang sudah berusia lebih dari 200 tahun ini. Penduduk sekitar sering mendengar suara “buk-buk-buk” seperti suara prajurit sedang berbaris. Tapi, takaiters tak perlu takut. Di siang hari suara-suara ini tak pernah terdengar.

Penampakan seorang Noni Belanda juga sering ditemui oleh penjaga bangunan maupun anggota polisi yang berkantor bersebelahan dengan Rumah Tuan Tanah Pabayuran jika sedang bertugas malam hari. Namun, penampakan itu tidak membuat takut penduduk sekitar, karena tidak mengganggu. Bangunan yang beralamat di Jalan Raya Pebayuran nomor 57 Desa Kertasari Bekasi itu, bergaya arsitektur art deco, unik dan cantik.

Perpaduan unsur Eropa dan Cina. Bangunan dengan luas 1000 meter persegi itu, menggunakan genting berbahan tanah liat dengan warna terang. Pada bagian beranda depan terdapat hiasan geometris (melengkung) dengan ornamen kubistik. Di bagian lain dari Rumah Tuan Tanah Pabayuran, lebih tepatnya di sebelah tenggara terdapat sebuah prasasti berbahasa latin. Sayangnya, tulisannya tidak nampak jelas karena tertutup cat.

Dari prasasti tersebut kita dapat memperoleh beberapa informasi, yakni prasasti tersebut merupakan batu pertama dari Kompleks Rumah Tuan Tanah Pebayuran. Lalu nama seorang pria, Frederici, diketahui sebagai seorang pejabat Pemerintah Belanda dan Catharina mungkin adalah gadis atau kekasih dari nama Frederici.

Mistis, bersejarah, indah. Tiga kata untuk Rumah Tuan Tanah Pebayuran.
Tiga hal inilah, yang menjadi alasan kuat kenapa kamu wajib ke sini!

  • Rumah Belanda

Rumah Belanda

Sebenarnya ini rumah pribadi milik orang keturunan Belanda dan cukup tersembunyi, hingga jarang ada yang tahu. Namun, sejak diliput oleh salah satu stasiun TV swasta untuk acara jejak misteri, Rumah atau Kebon Belanda ini menjadi sering dikunjungi, terutama saat libur sekolah.

Terletak di Kampung Jejalen Jaya, Tambun Utara dengan di kelilingi perumahan, destinasi yang satu ini menjadi alternatif untuk memborong oksigen secara gratis. Karena di dalamnya terdapat banyak pohon, dari pohon besar sampai tanaman hias dalam pot.

Tempat ini asyik untuk santai atau berfoto-foto. Di dalamnya disediakan gubuk untuk sekedar duduk-duduk. Jika kamu lapar, tak perlu repot. Karena di luar sudah terdapat beberapa warung lesehan.

Jika kamu ingin berkunjung ke sini, diharap menjaga sikap dan ucapan, karena menurut penjaga, sudah banyak pengunjung yang melihat penampakan makhluk halus di sini, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Walau begitu, tempat ini tetap menjadi destinasi menarik terutama bagi pelajar. So, ayo coba keunikan tempat dan suasananya. Nah! Sobat tinggal pilih objek wisata mana yang paling ingin dikunjungi. Berwisata sekaligus mengenal sejarah. Welcome to Bekasi.

Leave a Comment